Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 02:34:36 WIB
RAKYAT SUMBAR

Dua Kejari Komit Berantas Korupsi

Padang Ekspres • Selasa, 23/07/2013 13:58 WIB • Redaksi • 720 klik

Padangpanjang, Padek—Dua Kejaksaan Negeri (Kejari) di Sumbar menyatakan komit­men mengungkap berbagai ka­sus korupsi. Dua kejari ter­se­but adalah Kejari Padang­panjang dan Kejari Pasaman Barat.

 

Kepala Kejari Pa­dang­pan­jang, Siti Aisyah berjanji me­nguak kasus dugaan penyel­e­we­ngan keuangan negara pada Di­nas Pendidikan dan Komite Olah­raga Nasional Indonesia (KONI) Padangpanjang. Per­nya­taan itu disampaikan pada pe­ringatan HUT Adhyaksa di au­la Kejari Padangpanjang, Senin (22/7).

 

Sejak 1 Mei, kata Siti Ai­syah, telah dilakukan peme­riksaan, pengumpulan barang bukti, penggeledahan dan pe­nyitaan dokumen. “Telah dila­kukan penggeledahan ruangan Sekretaris Dewan dan ruangan dokumen DPPKAD terkait anggaran KONI. Sedikitnya satu kardus besar dokumen kita bawa,” tambah Kasi Intel Kejari Padangpanjang, Res­men saat mendampingi Kajari.

 

Kejari juga telah me­mang­gil anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD terkait proses penganggaran keuangan KONI tahun 2012.

 

“Baru saja kami menerima permohonan penangguhan pemanggilan oleh yang ber­sangkutan, karena alasan kun­jungan kerja ke luar daerah. Se­dianya besok (hari ini, red), na­mun baru dapat dipenuhi se­telah kunker,” tambah Resmen.

 

Sedangkan perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan (Disdik) Padang­panjang, tinggal menunggu penghitungan kerugian keua­ngan negara dalam penggu­naan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2010 untuk pe­ngadaan buku, referensi dan panduan pendi­dikan untuk 20 SD di kota ini.

 

9 Kasus di Pasbar

 

Terpisah, Kepala Kejari Pasaman Barat, Idianto mene­gaskan tidak akan tebang pilih dalam memproses pelaku ko­rup­si. Saat ini, ada sembilan ka­sus masuk tahapan penyidikan.

 

Menurut Idianto yang di­dam­pingi Kasi Datun Ilham, Kasi Pidsus R Syafrudianto dan Kasi Intelijen Bahrin Idris, dari sembilan kasus korupsi dari tahun 2012 hingga 2013 ini, statusnya sudah tersangka. Tapi, belum dilakukan pena­hanan karena masih melen­g­kapi data dan barang bukti.

 

Tahun ini, Kejari Pasbar berhasil menyelamatkan uang negara sekitar Rp 1 miliar. Kemudian yang sedang dita­ngani ada sekitar Rp 9 miliar lagi.  (wrd/roy)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!