Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 19:08:32 WIB
RAKYAT SUMBAR

Rumah Ketua DPRD Pessel Disegel

Terkait Kasus Perjalanan Dinas Fiktif

Padang Ekspres • Jumat, 05/07/2013 11:12 WIB • Redaksi • 1192 klik

Polres Pessel menyegel rumah Ketua DPRD Pessel

Painan, Padek—Polres Pesisir Sela­tan (Pessel) menyegel rumah Ketua DPRD Pessel, Mardinas N Syair di Kom­pleks Perumahan Sumbar Mas Blok A/1 Kubudalam, Parakkarakah, Kecamatan Padang Timur, Rabu (4/7). Penyegelan ini terkait kasus dugaan perjalanan dinas fiktif tahun 2009-2011 yang merugikan negara sebesar Rp 1,4 miliar.

 

Mardinas sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Sekretaris DPRD Pessel, Rahmad Realson dan mantan Bendahara Sekretarian De­wan, Belinda Erianti.

 

Kapolres Pessel, AKBP Toto Fajar Prasetyo didampingi Wakapolres Kompol Dwi Harsono dan Kasat Res­krim AKP Zulvahmi menjelaskan, rumah Mardinas diduga berasal dari aliran dana kasus korupsi tersebut. Terkait kasus ini, Polres telah memang­gil 40 anggota DPRD sebagai saksi. “Dari 40 anggota DPRD terse­but, baru satu yang kita tetap­kan sebagai tersangka, yakni Mardinas N Syair,” terang Toto Fajar Prasetyo.

 

Dua tersangka lainnya, saat ini mendapat jaminan penang­guhan penanahan dari Pem­kab Pessel. Mardinas juga tidak ditahan karena dinilai penyidik masih kooperatif.

 

“Penyidik masih memangil saksi-saksi lainya. Baik dari anggota DPRD maupun dari pegawai Sekretariat DPRD. Pengumpulan bukti-bukti ma­sih terus dilakukan, termasuk keterangan saksi ahli,” kata­nya.

 

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi ini mencuat setelah adanya penemuan bon putih perjalanan fiktif DPRD Pessel mencapai Rp 400 juta pada penggunaan anggaran tahun 2009-2011. Kemudian, Kejaksaan Negeri Pessel lang­sung melakukan penyelidikan, begitu juga Polres Pessel.

 

Sekwan dan Bendahara DPRD dijadikan tersangka karena diduga terlibat dalam pemalsuan kuitansi perjalanan dinas, sehingga merugikan negara dan langsung ditahan. Namun, polisi akhirnya me­nga­bulkan penangguhan pe­na­hanan keduanya setelah adanya jaminan dari Pemkab Pessel.

 

Penyidik Polres Pessel juga menemukan barang bukti be­rupa 51 stempel palsu dari sejumlah provinsi, kabupaten/kota, dan DPRD di Indonesia. Stempel palsu itu ditemukan penyidik dalam salah satu ruangan di Sekretariat DPRD Pessel, Mei tahun lalu.

 

Awal Agustus 2012 lalu, Gubernur Sumbar Irwan Pra­yitno menandatangani izin pe­meriksaan terhadap 40 ang­gota DPRD Pessel, termasuk Ketua DPRD Pessel Mardinas N Syair. Keluarnya izin ini memberikan jalan bagi pe­nyidik untuk memeriksa 40 anggota DPRD Pessel tersebut.

 

Koordinator Police Watch Sumbar, Ilhamdi Taufik me­nya­rankan agar penyidik kepo­lisian transparan dan tidak diskriminatif dalam me­nanga­ni kasus ini. Menurutnya, po­lisi harus bekerja lebih keras lagi mengungkap dan mem­proses siapa pun yang terlibat.

 

“Kalau semua (anggota DPRD Pessel) terlibat, polisi harus memproses semuanya. Jangan sampai ada kepen­ting­an politik masuk di dalamnya,” ujar Ilhamdi. (yon/w)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!