Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 22:39:32 WIB
METROPOLIS

Pabrik Indarung VI Tuntas 2015

Dirut PT SI: Segera Bangun, jangan Diundur

Padang Ekspres • Kamis, 04/07/2013 12:30 WIB • Arzil • 351 klik

Indarung, Padek—Direktur Utama PT Semen Indonesia (PT SI), Dwi Soetjipto men­yam­but positif diterbitkannya izin pinjam pakai lahan 412 hektare (ha) bagi PT Semen Padang (SP). Karena itu, dia meminta jajaran direksi PT SP segera menyiapkan langkah-langkah pendirian pabrik In­darung VI.

 

“Kami berkeinginan pada 2015 nanti pabrik itu sudah bisa beroperasi. Itu tidak lama lagi,” ungkap Dwi Soetjipto kepada wartawan di Kantror PT SP, Indarung, Selasa (2/7).

 

Dwi mengatakan, awalnya peletakan batu pertama di­ren­canakan pada 5 Juli ini, ber­te­patan momentum pe­ngam­bilalihan PT SP.

 

“Tapi, kalau wak­tunya ma­sih mundur-mun­dur juga, bisa jadi dila­ku­kan akhir Agustus atau Sep­tem­ber nanti. Se­be­narnya un­­tuk memulai proses pem­ba­ngunan itu tidak harus me­nunggu ground breaking dulu. Tapi sudah bisa dimulai proses engineering-nya agar bisa mengejar tenggat waktu 2015,” kata mantan Dirut PT SP tersebut. 

 

Dwi Soetjipto menye­but­kan PT SI tengah menyiapkan diri untuk ekspansi ke Myan­mar. Alasannya, wilayah itu sedang tumbuh dan terbuka bagi negara lain untuk ber­investasi.

 

“Secara grup, negara itu akan jadi kekuatan suplai semen bagi PT SI. Malah untuk Myanmar dijadikan suplai semen untuk regional bagian barat Asia Tenggara. Se­da­ng­kan Vietnam jadi kekuatan sup­lai regoinal bagian timur,” papar Dwi.

 

Dirut PT SP, Munadi Arifin mengatakan telah menyusun perencanaan pembangunan Indarung VI.

 

Kapasitas produksi PT SP saat ini sebesar 6,5 juta ton per tahun, dari empat pabrik yang beroperasi (Indarung II, III, IV, dan V). Sedangkan pabrik Indarung I sudah berhenti beroperasi sejak 1999.  (zil)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!