Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 15:03:40 WIB
NASIONAL

H-10 Lebaran, Jalur Mudik Tuntas

Padang Ekspres • Rabu, 03/07/2013 11:23 WIB • Redaksi • 2264 klik

Jakarta, Padek—Kemen­terian Pekerjaan Umum (PU) berjanji akan menyelesaikan mayoritas pekerjaan in­fra­struktur jalan dan jembatan pada H-10 men­jelang mu­dik Le­baran 2013. Pe­kerjaan ter­se­but meliputi selu­ruh ruas jalan na­sio­nal yang ada di Pulau Suma­tera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.

 

Direktur Jen­deral Bina Marga Kementerian Pe­kerjaan Umum (PU) Djoko Murjanto mengatakan, ada banyak titik yang sedang dan akan dila­kukan pembenahan di seluruh ruas jalan nasional. Namun sebagian besar perbai­kan dila­ku­kan di ruas jalan nasional Pulau Jawa, terutama ruas jalan Pantai Utara (Pan­tura).

 

“Karena be­ban Pantura sa­ngat besar, ter­masuk menjadi urat nadi per­eko­nomian nasio­nal,” ujarnya di Kementerian PU, kemarin (2/7).

Djoko me­nga­takan saat ini ruas jalan Pantura di­lalui oleh lebih dari 40 ribu kendaraan per hari. “Padahal normal mak­simalnya adalah 25 ribu ken­daraan per hari. Jadi inten­sitasnya sangat ting­gi,” kata­nya dalam sosialisasi Kemen­terian PU yang bertajuk kesia­pan infrastruktur jalan dan jembatan menghadapi Leba­ran tahun 2013/1434.

 

“Jalur utama di Pulau Jawa sepanjang 3.508 kilometer, jalan tol sepanjang 668 kilometer, dan jalan alternatif sepanjang 2.230 kilometer,” papar Djoko.

 

Djoko menjelaskan, alokasi dana yang dipakai oleh Ke­men­terian PU untuk mela­ku­kan perbaikan dan pera­watan di seluruh ruas jalan nasional berasal dari dana DIPA (Daftar Isian Penggu­naan Anggaran) Tahun Angga­ran 2013 senilai Rp 1,2 triliun. Alokasi tersebut naik sekitar Rp 100 miliar dari tahun sebelumnya, Rp 1,1 tri­liun.

 

“Dana alokasi tersebut naik turun karena kebutuhan kons­truksi yang berbeda tiap ta­hunnya,” ucapnya.

 

Dalam pemaparannya ke­marin, Djoko juga berjanji bah­wa mayoritas pekerjaan Ke­menterian PU di sepanjang jalur Pantura selesai pada H-10 se­belum Lebaran.

 

Dia memastikan dalam dua bulan ke depan, semua jalan yang rusak tersebut baik di jalur Pantura maupun jalur-jalur mudik lainnya dapat dilewati secara fungsional dan tidak menganggu arus mudik nan­tinya.

 

Untuk jalur mudik Suma­tera, Kementerian PU me­ngakui kondisi jalan lintas timur Suma­tera yang meng­hubungkan Lam­pung dengan Palembang masih kurang man­tap 31 persen. Ada bebe­rapa titik jalan lintas timur Sumatera yang rusak. Seperti Kayuagung (Lampung), In­dralaya (Palembang) dan ada 7 titik Jalan lintas timur yang rusak. Namun begitu, kondisi jalan lintas timur Sumatera lebih baik dibandingkan jalan lintas tengah. Diperkirakan ada selisih waktu 2 jam lebih cepat jika perjalanan dila­kukan melalui lintas timur Sumatera.

 

Perjalanan Lampung ke Pa­lem­bang dengan truk diperki­rakan 12 jam, kalau mobil kecil sekitar 10 jam dengan kecepatan 40-60 km/jam. Kondisi itu menyebabkan ada beberapa titik rawan pelaku kriminal di lintas timur. Seperti Mesuji dan Beng­gala (Lampung), rawan keja­hatan bila jalan malam.

 

Jalur lintas barat (jalinbar) Sumatera juga segera dibenahi melalui program Western Indonesia National Road Improvement Project (WINRIP). Direk­tur Jenderal (Dirjen) Bina Mar­ga, Djoko Murjanto mengu­ta­rakan, dengan program tersebut ada kemungkinan anggaran Jalinbar akan lebih besar dari jalintim Sumatera.

 

Dalam beberapa tahun ter­akhir, alokasi penanganan Jalin­tim memang selalu lebih besar dibandingkan Jalinbar dan jalan lin­tas tengah (Jalinteng).  “Jalin­bar itu persis berada di jalur gem­pa. Pernah gempa tahun 2007 di Padang, kerusakannya te­pat sepanjang Jalinbar, dan per­­baikannya sangat mahal,” te­rang Djoko Murjanto. (dod/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!