Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 06:27:00 WIB
PRO SUMBAR

Hari Ini, Final Hifzil Quran dan Khattil Quran

Padang Ekspres • Kamis, 27/06/2013 08:32 WIB • Redaksi • 401 klik

Padang, Padek—Setelah ber­langsung selama 3 hari, cabang hifzil Quran dan Khattil Quran memasuki babak final. Sebanyak 6 orang peserta dari masing-masing cabang hifzil dan 12 karya kaligrafi akan bersaing ketat untuk menempati posisi terbaik pada Musabaqah Tilawatil Al Quran (MTQ) Mahasiswa Nasio­nal XIII. Berlangsung di dua tempat, gedung Convention Hall Universitas Andalas Unand (Unand) dan Auditorium Unand hari ini (29/6).

 

Peserta dari masing-masing cabang hifzil terdiri dari 3 orang peserta putra (pa) dan 3 orang peserta putri. Meskipun tuan rumah, kafilah Sumbar gagal maju ke babak final cabang Hifzil Quran 1 juz. Pasalnya, dari 6 orang peserta yang ditetapkan oleh dewan juri sebagai peserta yang akan maju ke babak final, selu­ruh­nya berasal dari luar Sumbar.

 

Ketua Panitia Bidang Hifzil Quran 1 juz, 2 juz dan 5 juz Sanusi Ibrahim mengaku bangga de­ngan kafilah yang maju kebabak final. Apalagi, kafilah tersebut berasal dari daerah yang tidak mayoritas Islam seperti Sumbar. ”Walaupun kafilah Sumbar tidak maju ke babak final, saya tetap bangga. Ini bisa menjadi pelaja­ran bagi kita sebagai daerah yang mayoritas berpenduduk Islam, tetapi tidak berhasil maju ke babak final. Sementara kafilah yang maju itu, kalau kita lihat, di sana tidak daerah yang mayoritas Islam tapi bisa menguasai Al Quran,” katanya di sela-sela pelaksanaan lomba hifzil 5 juz kemarin.

 

Data dihimpun Padang Eks­pres, 3 besar hifzil 1 juz diraih pemegang nomor peserta HQ 1016 asal Universitas Dipone­goro, pemegang nomor peserta HQ 1038 perwakilan Universitas Syah Kuala dan utusan dari universitas Riau yang memegang nomor peserta HQ 1068 (putra, red). Sedangkan kafilah putri, 3 besar diraih kafilah Universitas Negeri Medan, Universitas Patti­mura dan Universitas Pendidi­kan Indonesia.

 

Peserta 3 besar dari cabang hifzil 2 dan 5 juz, akan diumum­kan siang ini di tempat sama. Hingga kemarin, babak penyi­sihan cabang hifzil 5 juz masih berlangsung dan akan dilan­jutkan esok hari. Sementara cabang 2 juz, usai jelang istirahat waktu Ashar kemarin. ”Dalam agendanya, cabang hifzil 5 juz jadwalnya besok. Tapi karena yang 2 juz saudah siap tadi, maka kita langsungkan yang 5 juz. Dan lanjut besok. Habis itu, langsung masuk babak final,” jelas Sanusi Ibrahim.

 

Peserta cabang lain di tempat terpisah, masih berjuang untuk dapat maju ke babak final. Sebut saja cabang Tilawatil Quran di gedung auditorium Unand, Tartil Quran di ruang serbaguna FT Universitas Negeri Padang, serta debat bahasa Inggris dan debat Bahasa Arab di ruang senat UNP dan LPMP Muh Syafe’I UNP.

 

Untuk cabang Khattil Quran, akan dipilih 12 karya terbaik untuk maju ke babak final. Kema­rin, karya kaligrafi hasil coretan 105 peserta masih di pajang di Auditorium Unand. (cr1)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!