Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 12:17:56 WIB
NASIONAL

Buka Daftar Riwayat Caleg

Pengumuman DCS KPU Dinilai tak Memadai

Padang Ekspres • Minggu, 16/06/2013 06:40 WIB • Redaksi • 503 klik

Jakarta, Padek—Pengu­mu­man daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif 2014 oleh KPU dianggap tidak me­ma­dai. Ketiadaan daftar ri­wa­yat calon legislatif (caleg) yang di­umum­kan secara terbuka ter­kesan menutup partisipasi publik untuk ikut meneliti ke­be­r­a­daan caleg bermasalah.

 

”Format pengumuman ti­dak memiliki fokus dan titik te­kan,” nilai Direktur Lingkar Ma­da­ni Indonesia (LIMA) Ray Rang­kuti saat dihubungi di Jakarta, kemarin (15/6). Me­nu­rut dia, model pe­ngu­mu­man DCS dengan sekadar me­n­ye­but partai, nama, nomor urut, dan asal daerah justru mem­beri kesan bahwa daftar se­perti sudah menjadi daftar caleg tetap (DCT).  

 

Padahal, lanjut dia, pasal 30 ayat 2 Peraturan KPU (PKPU) No. 7 tahun 2013, te­lah secara tegas menyebut ka­lau pengumuman DCS di­tu­ju­kan untuk mengundang ma­sya­rakat turut memberi tang­ga­pan. Khususnya, terkait terpenuhi atau tidaknya per­sya­ra­tan administrasi calon.

 

”Bagaimana masyarakat tahu bahwa data-data yang disampaikan sang caleg ke­pa­da KPU palsu, bohong, ke­ang­go­taan ganda, dan se­ba­gai­nya, jika data-data yang akan di­ve­ri­fikasi malah tidak ter­sedia,” sesal Ray.

 

Sejak 13 Juni 2013 lalu, KPU lewat website resminya telah mengumumkan DCS. Daf­tar tersebut merupakan hasil verifikasi perbaikan ber­kas verifikasi caleg. Pengumu­man yang disampaikan di web ter­sebut belum menyertakan data administrasi lengkap masing-masing caleg. Ren­ca­na­nya, tanggapan masyarakat dibuka hingga 27 Juni men­da­tang.     

 

”Boleh disebut, format pe­ngu­muman DCS ini bahkan terkesan jauh dari ajakan un­tuk meneliti administrasi para caleg,” tandas Ray lagi.

 

Lebih dari itu semua, dia juga mengingatkan, kalau KPU mes­tinya membuka ruang bagi masyarakat untuk pula mem­beri masukan atas moralitas dan kapabilitas caleg. Semata-mata pe­ne­ka­nan pada be­rifi­kasi ad­mi­nistrasi adiministrasi palsu, menurut dia, sudah harus mulai diubah ke ve­rifikasi moralitas palsu atau kapasitas palsu para caleg. ”Dengan begitu, pemilu kita tidak lagi terjebak dengan sederet per­soalan administrasi yang me­lupakan persoalan isi dan substansi,” imbuh Ray.

 

Terpisah, atas desakan tersebut, pihak KPU berjanji akan juga segera merilis riwa­yat hidup atau curricullum vitae (CV) para caleg. ”Dalam waktu dekat ini, kita segera akan launching di website KPU,” kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

 

Dia menyatakan bahwa KPU juga punya harapan be­sar agar masyarakat dapat lebih maksimal mengontrol dan memberikan komentar ten­tang para bakal caleg. ”Kami berharap dengan ini ma­sya­rakat lebih punya in­formasi, untuk memberi ma­sukan,” tan­dasnya. (dyn/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!