Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 12:49:52 WIB
NASIONAL

Buka Daftar Riwayat Caleg

Pengumuman DCS KPU Dinilai tak Memadai

Padang Ekspres • Minggu, 16/06/2013 06:40 WIB • Redaksi • 510 klik

Jakarta, Padek—Pengu­mu­man daftar calon sementara (DCS) anggota legislatif 2014 oleh KPU dianggap tidak me­ma­dai. Ketiadaan daftar ri­wa­yat calon legislatif (caleg) yang di­umum­kan secara terbuka ter­kesan menutup partisipasi publik untuk ikut meneliti ke­be­r­a­daan caleg bermasalah.

 

”Format pengumuman ti­dak memiliki fokus dan titik te­kan,” nilai Direktur Lingkar Ma­da­ni Indonesia (LIMA) Ray Rang­kuti saat dihubungi di Jakarta, kemarin (15/6). Me­nu­rut dia, model pe­ngu­mu­man DCS dengan sekadar me­n­ye­but partai, nama, nomor urut, dan asal daerah justru mem­beri kesan bahwa daftar se­perti sudah menjadi daftar caleg tetap (DCT).  

 

Padahal, lanjut dia, pasal 30 ayat 2 Peraturan KPU (PKPU) No. 7 tahun 2013, te­lah secara tegas menyebut ka­lau pengumuman DCS di­tu­ju­kan untuk mengundang ma­sya­rakat turut memberi tang­ga­pan. Khususnya, terkait terpenuhi atau tidaknya per­sya­ra­tan administrasi calon.

 

”Bagaimana masyarakat tahu bahwa data-data yang disampaikan sang caleg ke­pa­da KPU palsu, bohong, ke­ang­go­taan ganda, dan se­ba­gai­nya, jika data-data yang akan di­ve­ri­fikasi malah tidak ter­sedia,” sesal Ray.

 

Sejak 13 Juni 2013 lalu, KPU lewat website resminya telah mengumumkan DCS. Daf­tar tersebut merupakan hasil verifikasi perbaikan ber­kas verifikasi caleg. Pengumu­man yang disampaikan di web ter­sebut belum menyertakan data administrasi lengkap masing-masing caleg. Ren­ca­na­nya, tanggapan masyarakat dibuka hingga 27 Juni men­da­tang.     

 

”Boleh disebut, format pe­ngu­muman DCS ini bahkan terkesan jauh dari ajakan un­tuk meneliti administrasi para caleg,” tandas Ray lagi.

 

Lebih dari itu semua, dia juga mengingatkan, kalau KPU mes­tinya membuka ruang bagi masyarakat untuk pula mem­beri masukan atas moralitas dan kapabilitas caleg. Semata-mata pe­ne­ka­nan pada be­rifi­kasi ad­mi­nistrasi adiministrasi palsu, menurut dia, sudah harus mulai diubah ke ve­rifikasi moralitas palsu atau kapasitas palsu para caleg. ”Dengan begitu, pemilu kita tidak lagi terjebak dengan sederet per­soalan administrasi yang me­lupakan persoalan isi dan substansi,” imbuh Ray.

 

Terpisah, atas desakan tersebut, pihak KPU berjanji akan juga segera merilis riwa­yat hidup atau curricullum vitae (CV) para caleg. ”Dalam waktu dekat ini, kita segera akan launching di website KPU,” kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

 

Dia menyatakan bahwa KPU juga punya harapan be­sar agar masyarakat dapat lebih maksimal mengontrol dan memberikan komentar ten­tang para bakal caleg. ”Kami berharap dengan ini ma­sya­rakat lebih punya in­formasi, untuk memberi ma­sukan,” tan­dasnya. (dyn/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!