Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 10:15:20 WIB
PRO SUMBAR

Laporkan Bacaleg Bermasalah

DCS Diumumkan, Tiga Perempuan Dicoret

Padang Ekspres • Kamis, 13/06/2013 08:51 WIB • Redaksi • 1021 klik

Logo KPU

Padang, Padek—Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi bersama 19 kabupaten dan kota di Sumbar, mulai hari ini (13/6) hingga Senin (17/6), mengu­mumkan daftar calon sementara (DCS) anggota DPRD. Dalam tahapan ini, dibutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat Sumbar melaporkan bakal calon legislatif bermasalah.

 

Bagi yang lolos dalam daftar caleg sementara  (DCS) jangan puas dulu. Selama uji publik, rekam jejak para politisi dipelototi hingga kehidupan keluarga para bacaleg. Atas masukan publik, KPU bisa mencoret bacaleg yang memiliki sepak terjang suram.

 

Selain lolos masuk DCS, terdapat tiga bakal calon legislatif (bacaleg) perempuan yang dico­ret KPU dari daftar bacaleg DPRD Sumbar. Ketiga bacaleg yang dinyatakan tidak memenu­hi syarat (TMS) itu adalah Yessi, bacaleg Partai Gerindra un­tuk daerah pemilihan (dapil) 6 de­ngan nomor urut 11, dan Yetti Saputri dari Dapil 4 nomor urut 7, serta satu lagi Dilagu Ezizwita dari PDI Perjuangan (PDIP) dapil 8 nomor urut 5.

 

“Ketiganya dinyatakan tidak memenuhi syarat, namun, hal itu tidak berpengaruh pada parpol yang mengusungnya. Gerindra dan PDIP tetap bisa ikut pemilu di dapil tersebut,” kata Ketua KPU Sumbar Am­nas­men kepada Padang Eks­pres, sore kemarin.    

 

Menurut Amnasmen, Yessi tak lolos karena usianya belum cukup 21 tahun. Ia baru berusia 21 tahun pada Agustus 2013. Sementara Yetti Saputri, tersan­dung masalah surat pengun­duran diri dari keanggotaan KPU Kabupaten Pasaman.

 

“Sesuai aturan, komisioner KPU yang mendaftar jadi ang­gota legislatif harus mundur se­belum 9 April 2013. Semen­ta­ra, surat pengunduran dirinya ter­tanggal 21 Mei 2013,” lanjutnya.

Sedangkan persoalan yang mengganjal Ezizwita, yang terca­tat sebagai bacaleg PDIP dapil 8 nomor urut 5. “Dirinya di­nya­takan TMS, karena tidak melam­pirkan surat keterangan sehat jasmani,” ulas Amnasmen.

 

Sejalan dengan pengu­mu­man DCS, KPU Sumbar juga akan menerima tanggapan dan masukan dari masyarakat ter­hitung 14 sampai 27 Juni men­datang. “Tanggapan dan ma­sukan masyarakat akan ditin­dak­lanjuti jika disertai identitas je­las. Tapi jangan khawatir, identitas pelapor akan dira­hasiakan,” tegas mantan Ketua KPU Kota Solok itu.

 

Sekretaris KPU Sumbar, Hendrinal menambahkan, jika dalam masa pengumuman DCS ada masyarakat menemukan bacaleg bermasalah, yang ber­sang­kutan bisa digugurkan hak pencalonannya. Selanjutnya, parpol tersebut bisa melakukan penggantian dengan kader lain­nya. “Begitu pula jika bacaleg meninggal dunia atau mengun­durkan diri, parpol bisa meng­ganti atau menyisipkan dengan bacaleg lain,” jelas Hendrinal.

 

Masukan masyarakat soal DCS dinilai sangat penting. Menurut komisioner KPU RI Hadar Navis Gumay, hal itu disebabkan keterbatasan KPU dalam memverifikasi berkas perbaikan bacaleg. KPU hanya memeriksa kelengkapan doku­men. Kebenaran dokumen se­tiap bacaleg sulit ditelusuri, karena waktu yang sangat ter­batas. “Kami kan pada dasarnya memeriksa dokumen saja. Kalau caleg bohong soal dokumen itu, kami juga susah,” kata Hadar.

 

Meski begitu, Hadar me­nyatakan bahwa dalam verifikasi sejak 22 Mei lalu, pada prak­tiknya KPU juga memverifikasi faktual untuk beberapa kasus. Misalnya, jika KPU menemukan surat kesehatan yang kurang meyakinkan atau soal dokumen pengganti ijazah yang hilang, hal tersebut dikroscek ke instansi terkait. “Tapi, itu sedikit. Tidak banyak,” imbuhnya.

 

Karena itu, guna memas­tikan kebenaran data calon, KPU mem­butuhkan peran aktif ma­sya­rakat. Masyarakat di­minta menyampaikan identitas jelas sa­at memberikan ma­sukan atau aduan yang berkai­tan dengan re­kam jejak caleg. “Lebih bagus lagi kalau disertai bukti,” ujarnya.

 

DPRD Sumbar

756 Bacaleg

 

Kabag Teknis, Hukum dan Humas KPU Sumbar, Agus Ca­tur Rianto menjelaskan, dari 12 parpol yang mendaftarkan baca­legnya, sebanyak tiga parpol su­dah mendaftarkan bacaleg sejak awal dibukanya pendaf­ta­ran. Yakni PKPI 47 bacaleg, PKS 64 bacaleg dan PBB 63 bacaleg.

 

Selain itu, ada dua parpol yang bacalegnya tidak meme­nuhi syarat, yakni Partai Gerin­dra dan PDIP. Tiga bacaleg di dua parpol itu, dinyatakan TMS saat verifikasi hasil perbaikan. “Gerindra dua orang dan PDIP satu bacaleg,” kata Catur.

 

Sebelumnya, bacaleg PAN dapil 1 Sumbar untuk DPR RI dinyatakan tidak bisa mengikuti pemilu 2013, karena ada penca­lonan bacaleg perempuannya yang tidak memenuhi syarat. Seperti diketahui bacaleg DPR RI PAN dapil Sumbar 1 terdiri dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar Dasril Ilyas, Ketua DPW PAN Sumbar M Asli Chaidir, Selvyana Sofyan Hosen, anggota DPR RI PAN M Ichlas El Qudsi.

 

Selain bacaleg PAN dapil 1, menurut Ketua KPU RI Husni Kamil Manik, juga ada PKPI di dapil Jabar V, Jabar VI, dan Nusa Tenggara Timur I. Lalu, Partai Gerindra dinyatakan TMS di dapil Jabar IX, PPP TMS di dapil Jabar II dan Jawa Tengah III. Total, tujuh dapil tidak bisa mengikuti pemilu.

 

Berkenaan dengan tidak memenuhi syaratnya bacaleg perempuan terkait persyaratan dan penempatan nomor urut, maka dikategorikan TMS dalam pencalonan perempuan. “Ter­hadap keterwakilan 30 persen perempuan, peraturan KPU menyatakan, beberapa parpol tidak memenuhi syarat (di dapil terkait),” ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik. (zil/zul/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!