Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 01:23:00 WIB
NASIONAL

Mendadak, Saudi Kurangi Kuota Haji

40 Ribu Pendaftar Batal Berangkat

Padang Ekspres • Rabu, 12/06/2013 08:21 WIB • Redaksi • 907 klik

Jakarta, Padek—Kabar me­nge­jutkan muncul menjelang detik-detik akhir pelunasan BPIH 2013 hari ini. Peme­rintah Arab Saudi akhirnya memang­kas kuota haji untuk seluruh dunia hingga 20 per­sen. Khusus untuk Indonesia, kuotanya kena pangkas hingga 40 ribu jamaah. Secara kese­luruhan kuota haji Indonesia mencapai 211 ribu kursi. Rin­ciannya 194 ribu kuota jamaah haji reguler dan 17 ribu kuota haji khusus.

 

Direktur Jenderal Penye­lenggaraan Haji dan Umrah (Dir­jen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abi­ma­nyu tadi malam mem­benar­kan kabar itu. Tetapi dia belum bisa men­je­laskan lebih detail. Anggito men­janjikan sore ini pukul 16.00 WIB menggelar jumpa pers soal itu.

 

“Belum bisa saya jelaskan lebaih detail. Besok sore saja, ka­mi sedang merapatkannya du­lu,” pa­par Anggito di Jakarta, ke­ma­rin. Pemilihan waktu un­tuk men­jelaskan sore ini berte­patan de­ngan penutupan masa pelu­na­san BPIH. “Intinya, kami terus ne­gosiasi dengan perwaki­lan Arab Saudi di Indonesia,” katanya.

 

Apakah Kemenag mem­per­oleh kabar ini dadakan? Anggito tidak mau mengaku. Dia minta masyarakat tidak gusar, hingga ada penjelasan resmi dan utuh dari Kemenag. “Kita selesaikan dulu masa pelunasan BPIH 2013 yang tinggal besok (hari ini, red),” jelas dia.

 

Kemenag jelas dibuat repot dengan kebijakan Arab Saudi tersebut. Dari kebijakan pe­mang­kasan ini, tentu bakal ada jamaah haji yang sudah me­lunasi BPIH tapi tidak dapat berhaji, karena kena pemo­tongan kuota. Pe­mangkasan ini juga berpotensi berdampak pada pembiayaan haji. Karena untuk sejumlah item pembiayaan, harganya bisa ma­hal jika jumlah jamaahnya ber­kurang.

 

Ketua Komisi VIII DPR (Mit­ra Kemenag) Ida Fauziah tidak menampik kabar pemotongan ini. “Intinya, DPR tetap menung­gu penjelasan resmi pemerintah (Kemenag),” jelasnya. Namun Ida belum dapat memastikan kapan akan mengadakan perte­muan darurat khusus terkait pemangkasan kuota haji ini. Seperti diketahui, informasi keinginan pemangkasan kuota jamaah haji Indonesia pada musim haji 2013 ini didapat setelah Duta Besar Arab Saudi Musthafa bin Ibrahim al-Mu­barak, menegaskan akan ada kebijakan pengurangan kuota haji untuk semua negara. Tak terkecuali Indonesia.

 

Pengurangan tersebut ter­kait adanya penyempitan lahan di Masjidil Haram karena reno­vasi besar-besaran yang dilaku­kan pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini. Tidak tang­gung-tanggung diperkirakan Indonesia pun akan mendapatkan pe­mangkasan 20 persen dari total kuota haji Indonesia 211 ribu jamaah yang telah mendapat nomor porsi pada saat ini.

 

Akibatnya, sekitar 40 ribu - 42 ribu jamaah haji yang sudah mendapat nomor porsi untuk musim haji tahun ini terancam gagal berangkat. Penyempitan lahan di masjidil haram ini juga sudah dirasakan oleh Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).

 

Sekjen AMPHURI Artha Hanif mengatakan, saat ini dampak riil penyempitan lahan Masjidil Haram belum dirasakan secara luas. “Tapi kami selaku travel umrah sudah merasakannya, yaitu dengan pembatasan kuota jamaah umrah yang sudah berjalan,” ujarnya. (wan)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!