Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 12:17:28 WIB
METROPOLIS

Warga Antusias Saksikan TdS

Padang Ekspres • Senin, 10/06/2013 13:56 WIB • Redaksi • 388 klik

 Pengendara roda empat dan dua tertahan di Jalan Kis Mangunsarkoro.

Sudirman, Padek— Para pebalap nasional dan mancanegara disambut antusias masyarakat Padang pada etape VI dan VII Tour de Singkarak, Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6). Na­mun, banyak pula warga yang me­ngeluh karena jalan ditutup tanpa adanya sosialisasi intensif, terkait waktu dan jalan mana saja yang ditutup.

 

Pantauan Padang Eks­pres, warga Padang rela me­nunggu berjam-jam untuk memberikan semangat ke­pada para pebalap yang me­lintasi sejumlah jalan raya. Ribuan anak sekolah dan masyarakat tampak berdiri di bahu jalan, Sabtu (8/6). Mereka menyaksikan pebalap yang me­ngam­bil start di Kota Pa­riaman sekitar pukul 11.00, menuju Painan, Pesisir Se­la­tan yang melintasi Padang.

 

Sama halnya pada etape terakhir di Padang, Minggu (9/6). Tepuk tangan, sorak sorai, dan drum band para murid SD riuh rendah mengiringi pebalap yang melintas.

 

Para pengguna jalan dengan sabar memberi jalan pada pebalap. Sambil menunggu jalan dibuka kembali, mereka bisa menyaksikan langsung para pebalap berlaga. Tak ayal, momen itu diabadikan warga Padang baik melalui kamera handphone maupun kamera digital.

 

Meski arus lalu lintas ditutup empat jam sebelum dilewati para pebalap, tidak lantas mem­buat aktivitas warga terganggu. Warga Padang justru tidak sabar menyaksikan ratusan pebalap melintas di tempat tinggal me­reka masing-masing. “Ini mo­men sekali setahun iven in­ter­nasional, ya rugi kalau tidak ditonton,” kata seorang warga, Dedi Indra, 26, ketika ditemui Padang Ekspres di Jalan Su­dir­man, kemarin.

 

Ari Wijaya, 23, warga Alai Parak­kopi, juga tak kalah an­tusias menunggu aksi pebalap. “Laju sepeda mereka sangat kencang lewat di depan kami,” ujar mahasiswa Universitas Andalas ini.

 

Tingkatkan Sosialisasi

 

Lain halnya dengan Zulfikar, 37, salah seorang pengendara ya­ng  terjebak di Jalan Kis­ma­ng­u­nsarkoro. Dia mengharapkan penutupan jalan seperti ini ditingkatkan sosialisasi soal jalur yang ditutup untuk dilintasi pebalap dan jalan alternatif yang bisa dilewati. Agar masyarakat bisa beraktivitas sebelum ja­lanan ditutup.

 

 “Meski kami ke luar rumah satu jam sebelum pebalap me­lintas, ternyata jalan telah ditu­tup. Akibatnya aktivitas jadi terhambat menuju tempat be­rak­tivitas,” kata Zulfikar. Se­da­ngkan Fitri, warga lainnya, menyebutkan penutupan jalan demi kelancaran TdS sah-sah saja. “Hendaknya ke depan, jam dan rute yang dapat dilalui masyarakat diinformasikan dahulu, sehingga masyarakat tidak panik,” katanya.

 

Terpaksa Ditutup Cepat

 

Pjs Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Asril Prasetya mengatakan, buka tutup jalan kali ini terpaksa cepat dilakukan, karena kecepatan pebalap mele­bihi motor. Makanya, jalanan di Kota Padang sudah mulai dis­terilkan mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00. “Tahun ini kami juga memasang road barrier (pembatas jalan, red) di setiap persimpangan untuk menghindari terobosan warga. Tiap titik jalur para pebalap dijaga tiga personel polisi, serta dua personel Dinas Per­hu­bu­ngan.

 

Sedikit kesalahan saja bisa berakibat fatal bagi para pe­ba­lap,” kata AKP Asril Prasetya. (kid)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!