Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 06:27:22 WIB

Sumbar Gagal Sabet Emas di Kejurnas Wapres Cup II

Sulawesi Utara Pertahankan Juara Umum

Padang Ekspres • Minggu, 09/06/2013 04:00 WIB • Redaksi • 672 klik

Wakil Presiden, Boediono

Padang, Padek—Kontingen tinju Sulawesi Utara (Sulut) berhasil menjadi juara umum pada Kejuaraan Nasional (Ke­jurnas) Tinju Wapres Cup II ya­ng berakhir di GOR HBT, Pa­dang, tadi malam (8/6). Ini setelah mereka berhasil mem­bukukan poin 19 dengan perole­han dua emas dan satu pe­rung­gu. Sedangkan kontingen Sum­bar gagal rebut emas

 

“Di sini kita memakai sistem penghitungan poin. Menang di babak penyisihan dan babak kedua masing-masingnya poin satu. Kemudian menang di semifinal dua poin dan menang di final 3 poin. Jadi, hasil ini dinyatakan dengan SK tim wa­sit/juri nomor 01/2013,” ujar Ketua Bidang Perwasitan PB Pertina Sumbar, Edi Subarait kepada Padang Ekspres, ke­ma­rin (8/6). Keberhasilan ini men­jadikan Sulut tetap mem­perta­han­kan juara umum kedua kalinya.  Langkah Sulut tersebut dii­kuti kontingen Bali dan Ma­luku sama-sama men­yum­bang­kan dua emas pada iven dimulai sejak 3 Juni lalu tersebut. Kemudian DKI Jakarta (1-2-4), Papua Barat (1-2-1), Sulsel (1-1-3), Kaltim (1-1-0), Jayapura (1-0-1), serta Jabar dan Kalsel masing-masingnya satu emas.

 

Sebaliknya, Sumbar harus puas dengan koleksi satu perak dan empat perunggu. Gino Kurnia, satu-satunya atlet Sumbar diharapkan menyumbangkan medali emas pada kelas 75 kg putra, tak berkutik usai ditundukan petinju Sulawesi Selatan (Sulsel), Alex Tatontos merupakan atlet pelatnas.

 

Empat perunggu tuan rumah, disabet Evi Sasnita di kelas 45-48 kg putri, Lisa Mardani kelas 57 kg putri, Febriadi Aswanto kelas 46 kg putra, serta tambahan satu perunggu dari Nanta Alfarisi pada hari sebelumnya.

 

Ketum PB Pertina, Reza Ali menjelaskan, iven ini dalam rangka menggairahkan cabang olahraga tinju di tanah air. Ini terbukti seiring adanya pertumbuhan atlet tinju Indonesia mencapai 3.000 petinju. Jumlah itu jauh meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya hanya berkisar sekitar 200 petinju.

 

“Dengan adanya iven ini, atlet tinju di tanah air seperti di Sulut, NTB, Sulsel dan berbagai daerah lainnya, sudah mulai tumbuh dan bekembang. Para atlet tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi cikal bakal petinju masa depan merah putih,” jelas anggota DPR RI tersebut.

 

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyebutkan, ditunjuknya Sumbar sebagai tuan rumah pelaksana membuktikan bahwa kondisi Ranah Minang memang sudah pulih dan bangkit. Karena itu, dia berharap iven ini bisa mengundang minat turis lokal atau pun manca negara berkunjung ke Sumbar.

 

“Ini membuktikan kalau Sumbar betul-betul sudah pulih. Dengan banyaknya pelaksanaan iven di Sumbar, diharapkan bisa meningkatkan arus kunjungan wisata ke Sumbar, serta membangkitkan perekonomian masyarakat,” sebut Irwan Prayitno yang juga mantan anggota DPR RI.

 

Wakil Presiden RI, Boediono yang datang bersama istri tercinta, mengaku bangga atas pelaksanaan iven tersebut. Ajang tersebut setidaknya bisa dijadikan untuk mengukur kemampuan para petinju jelang turun di SEA Games XXVI Myanmar medio November 2013 nanti.

 

“Tapi tetap saja PB Pertina harus bekerja keras. Karena, sasaran utama kita adalah bagaimana tim merah putih bisa menjadi yang terbaik di SEA Games nanti,” ungkap Boediono pada iven juga dihadiri Menpora Roy Suryo, Mendagri Gamawan Fauzi, Wamendiknas Musliar Kasim, Wagub Sumbar Muslim Kasim, serta Wako Padang Fauzi Bahar. (zul)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!