Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 01:20:58 WIB
NASIONAL

Buku Kurikulum Baru Rawan Molor

Sampai Sekarang Anggaran masih Diblokir

Padang Ekspres • Minggu, 02/06/2013 05:05 WIB • Redaksi • 445 klik

Jakarta, Padek—Rangkaian implementasi kurikulum baru, khususnya pengadaan buku untuk siswa rawan molor. Pe­nyebabnya adalah sampai saat ini anggaran kurikulum baru senilai Rp 829 miliar masih diblokir Kementerian Ke­ua­ngan (Kemenkeu). Padahal, target pencetakan buku sema­kin mepet.

 

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan, jadwal penandatangan kontrak de­ngan pemenang tender penga­daan dan pendistribusian buku kurikulum baru adalah 7 Juni mendatang.

 

Posisi anggaran yang masih berstatus diblokir tadi, mem­buat percetakan pe­serta tender was-was. Mereka cemas jika kasus keterlambatan perceta­kan naskah ujian na­sional (UN) 2013 terjadi kem­bali dalam pengerjaan buku kurikulum baru ini.

 

Selain beban mencetak bu­ku, pertimbangan lain ada­lah urusan distribusi. Sekolah-sekolah sasaran kurikulum baru pada umumnya tidak terlalu jauh dengan bandara. Tetapi dalam kondisi tertentu, Kemendikbud diharapkan me­miliki space waktu khusus untuk pertimbangan darurat.

 

Lelang pengadaan buku kurikulum baru dan pen­dis­tribusiannya untuk jenjang SD terbagi menjadi 5 paket plus satu paket untuk guru. Untuk jenjang SMP ada 17 paket dan jenjang SMA/SMK ada 14 pa­ket. Sejatinya anggaran untuk kurikulum baru ini sudah dise­tujui Komisi X DPR. Tetapi persetujuan itu tidak serta-merta membuka gembok blokir di Kemenkeu.

 

Sebagai catatan, jadwal tanda tangan kontrak tender percetakan dan distribusi UN sejatinya dilaksanakan Fe­bruari lalu. Tetapi gara-gara anggaran UN diblokir Kemen­keu, tanda tangan baru bisa dijalankan pertengahan Maret. Akibat penundaan itu, penger­jaan naskah terlambat dan berdampak pada penundaan unas SMA/sederajat di 11 pro­vinsi.

 

Mendikbud Mohammad Nuh menanggapi enteng me­petnya jadwal penandatangan kontrak ini dengan posisi ang­ga­ran yang masih belum dicair­kan. ”Lapo kesusu-susu (Ke­napa tergesa-gesa, red), intinya tanggal 7 Juni kan batas akhir cairnya anggaran,” ujar Nuh. Pihak Kemendikbud mung­kin tidak mengamati kesibukan di Kemenkeu. Saat ini kemen­terian sekaligus bendahara negara itu sedang mengurusi APBNP 2013 bersama DPR.

 

Nuh masih optimis im­plementasi kurikulum baru berjalan sesuai dengan jadwal. Khusus untuk urusan buku, minimal sudah harus sampai di sekolah pada Juli nanti. Ber­tepatan dengan awal tahun ajaran 2013-2014. Sambil mem­persiapkan pengadaan buku, Nuh menuturkan pela­tihan guru juga digarap. ”Su­paya tidak mengganggu pem­belajaran, pelatihan guru ini dipaskan dengan libur kenai­kan kelas,” kata dia.

 

Seperti diketahui sekolah sasaran implementasi kuri­kulum baru terus mengalami pengeprasan. Jumlah finalnya adalah, kurikulum baru jenjang SD diterapkan untuk kelas I dan IV di 2.589 unit sekolah dengan bobot 351.995 siswa. Jenjang SMP diterapkan untuk 1.436 unit sekolah, jenjang SMA di 1.270 unit sekolah, dan SMK di 1.021 unit sekolah (masing-masing untuk kelas I). Pada umumnya sekolah sasa­ran kurikulum baru ini adalah sekolah bekas RSBI atau yang telah terakreditasi A. (wan/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!