Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 12:43:45 WIB
NASIONAL

Nilai UN SMP Anjlok

16.616 Siswa SMP Sederajat Gagal Ujian

Padang Ekspres • Sabtu, 01/06/2013 10:31 WIB • Redaksi • 7557 klik

-

Jakarta, Padek—Peta hasil ujian nasio­nal (UN) 2013 jenjang SMP/sederajat tidak jauh berbeda dengan jenjang SMA/sederajat. Secara keseluruhan nilai rerata siswa me­nga­lami penurunan diban­dingkan tahun lalu. Selain itu, jumlah siswa yang dinyatakan tidak lulus tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

 

Data di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menye­butkan tahun lalu ada 15.945 murid tidak lulus UN SMP. Tahun ini, jumlah siswa yang tidak lulus UN SMP naik menjadi 16.616 murid. Sedangkan lulus ujian tahun ini adalah 3.650.625 murid. Dengan demikian, jumlah peserta UN SMP 2013 adalah 3.667.241 murid ter­sebar di 48.893 sekolah.

 

Jika secara nasional jeblok, nilai akhir (NA) SMP sederajat Sumbar meningkat dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu persentase kelulusan siswa Sumbar sesuai rekapitulasi Kemendikbud 98,20 persen dari 83.944 siswa.

 

Tahun ini, persentase kelu­lusan dari 82.891 siswa men­capai 99,02 persen.

 

Khusus jenjang pendidikan SMP, jumlah peserta mencapai 62.999 siswa dan 62.423 orang di antaranya lulus (99,09 per­sen). Artinya, hanya 576 orang ti­dak lulus. “Itu untuk SMP saja. Di­bandingkan MTs, persenta­sen­ya lebih tinggi 0,13 persen,” jelas Ketua Panitia UN Sumbar, Bus­tavidia, kemarin (31/5). Un­tuk jenjang MTs ini, tam­bahnya, ter­catat 205 dari 19.793 orang per­serta tidak lulus (98,96 persen).

 

Namun, menurut Busta­vidia, penurunan persentase kelulusan lebih signifikan terli­hat pada jenjang SMP terbuka. Pada 2012 hanya 8 dari 151 orang peserta tidak lulus (5,30 persen). Sedangkan tahun ini, 29,29 persen dari 99 siswa SMP terbuka tidak lulus.

 

Lalu bagaimana peringkat UN SMP sederajat di Sumbar? Bustavidia menyebut Padang­pariaman dan Padangpanjang menempati rangking teratas. Padangpariaman peringkat per­ta­ma untuk SMP, sedangkan Padangpanjang rangking perta­ma  untuk MTs. Disusul Padang baik untuk SMP maupun MTs.

 

“Untuk SMP, angka kelu­lusan tertinggi itu Padang­paria­man, kedua Padang, dan ketiga Bukittinggi. Sementara MTs, rangking pertama Padang­pan­jang, rangking kedua Padang, dan rangking III Padang­paria­man,” papar Bustavidia. Pering­kat 3 terendah jenjang SMP sederajat yakni, Pesisir Selatan, Pasaman Barat dan Sijunjung.

 

Sedangkan rincian siswa tidak lulus, menurut Bustavidia, Pesisir Selatan berjumlah 186 orang dari 6.079 peserta (3,06 persen). Lalu, Pasaman Barat 43 orang dari 4.053 peserta tidak lulus (1,06 persen), Sijunjung 20 orang dari 2.433 peserta tidak lulus (0,82 persen). Total nilai masing-masing kabupaten itu, 24,56 dan 24,81 serta 25,07.

 

Khusus jenjang MTs, pering­kat 3 terendah berdasarkan nilai totalnya adalah Dharmasraya, Pasaman Barat dan Sijunjung. Di Dharmasraya, 22 dari 558 orang tidak lulus (3,94 persen) dengan total nilai 23,76. Lalu, Pasaman Barat 36 orang dari 2.122 peserta tidak lulus (1,70 persen) dengan total nilai 23,89, dan Sijunjung 2 orang dari 640 peserta tidak lulus (0,31 persen) total nilai 24,93.

 

Siklus Sama dengan SMA

 

Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, terdapat sik­lus sama antara hasil UN SMA dengan SMP. “Yakni sama-sama ada penurunan pada re­rata nilai UN murni,” tegas dia. Untuk jenjang SMP, rerata UN murni tahun ini adalah 6,10. Sedangkan tahun lalu rerata UN murninya adalah 7,47. Jadi, terdapat penurunan sebesar 1,37 poin.

 

Analisis sementara Kemen­dikbud menyatakan, penurunan ni­lai rata-rata UN murni dise­bab­kan komposisi butir soal kategori sukar yang ditambah. Tahun lalu hanya ada 10 persen soal kategori sukar. Tetapi untuk UN tahun ini, komposisi butir soal kategori sukar diperbanyak menjadi 20 persen dari seluruh jumlah butir soal di setiap mata ujian.

 

“Siapa pun jika dihadapkan dengan jumlah soal sukar yang diperbanyak, akan shock. Tapi, jumlah peningkatan siswa yang tidak lulus masih wajar,” kata­nya. Termasuk juga sebaran jumlah siswa tidak lulus di setiap provinsi juga tidak memun­culkan tanda-tanda keganjilan.

 

Provinsi DKI Jakarta dan Banten menjadi dua daerah dengan persentase ketidak­lulusan hampir nol persen alias terbaik. Di DKI Jakarta dari 131.363 murid peserta UN, hanya ada satu orang yang di­nya­takan tidak lulus (0,00.. persen). Sedangkan Banten dari 165.672 murid peserta UN, ada tujuh orang tidak lulus (0,00.. persen).

 

Nuh mengklarifikasi, angka kelulusan dilansir Kemendikbud ini adalah hasil penggabungan nilai UN dengan nilai dikirim sekolah. Padahal, masih ada satu lagi syarat kelulusan yakni pe­nilaian akhlak murid. “Untuk penilaian akhlak itu ada di se­kolah. Penentu kelulusan itu di sekolah,” tandasnya. Dengan demikian, jumlah siswa yang tidak lulus versi Kemendikbud, bisa bertambah ketika sudah keluar penetapan sekolah.

 

Dalam UN SMP ini, juga terekam masih ada sekolah royal memberikan nilai ujian sekolah. Rerata (mean) nilai ujian seko­lah adalah 8,20 dengan nilai teren­dah 4,03 dan nilai tertinggi 10,00. Sedangkan rerata nilai UN adalah 6,10 dengan nilai te­rendah 1,40 dan nilai tertinggi ada­lah 9,90. “Di sinilah fungsi pe­nyelenggaraan UN, untuk me­ngontrol penilaian dari pihak se­kolah besar-besar tadi,” pa­parnya.

 

Nuh mengatakan, Kemen­dikbud akan mengevaluasi pe­nye­lenggaraan UN 2013 untuk mengambil kebijakan trategis pada UN 2014. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda Kemen­dikbud bakal menaikkan passing grade kelulusan maupun kom­po­sisi butir soal kategori sukar.

 

Nuh berpesan kepada siswa yang gagal atau tidak lulus UN, jangan sampai mengek­spre­sikan diri berlebihan. Misalnya hingga bunuh diri atau kegiatan ekstrem lainnya. Begitu pula un­tuk murid lulus, Nuh menga­ta­kan, boleh merayakan asal de­ngan wajar. “Tasyakuran ke­lulusannya jangan berlebihan hingga mengganggu ketertiban umum dengan konvoi,” ujar dia.

 

Dalam paparannya, Nuh juga menyinggung tentang pub­li­kasi hasil investigasi kekacauan UN 2013. Meskipun rangkaian UN yang menjadi tanggung jawab Kemendikbud (SMP dan SMA) beres, Nuh belum berse­dia membeber keseluruhan hasil investigasi tadi. “Pada waktunya nanti akan saya buka semuanya. Ini kan masih ada UN SD,” kilah Nuh.

 

Mendikbud Keberatan Vonis KIP

 

Di sisi lain, Kemendikbud akhirnya mengeluarkan pernya­taan resmi terkait keluarnya vonis Komisi Informasi Pusat (KIP) atas sengketa kunci jawa­ban UN SMP 2012. Dalam vonis itu, KIP memutuskan jika Indonesia Corruption Watch (ICW) boleh melihat kunci jawaban UN SMP 2012 untuk kode soal tertentu.

 

Menanggapi vonis itu, Men­dikbud Mohammad Nuh tam­pak geregetan. “Itu vonis opo-opoan,” ujar Nuh. Dia menga­takan, kunci jawaban UN itu ada­lah informasi publik yang di­ke­cualikan. (cr1/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!