Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 16:37:17 WIB
PRO SUMBAR

Pemprov Bangun 11 Groin

Penanganan Pantai Kritis di Sasak

Padang Ekspres • Kamis, 30/05/2013 13:43 WIB • Redaksi • 376 klik

Padang, Padek—Gelom­bang laut yang tinggi akibat cuaca ekstrem, membuat Pan­tai Sa­sak di Kabupaten Pa­saman Barat (Pasbar) menga­lami kritis sepanjang lima kilometer (abrasi). Dari lima kilometer tersebut, tiga kilometer mengalami abrasi yang cukup parah. Tidak hanya Pantai Sasak, kondisi kritis juga terja­di di Pantai Air Bangis se­panjang dua kilometer.

 

Abrasi di Pantai Sasak me­nyebabkan, sebanyak 55 unit rumah warga rusak berat. Selain itu, sebanyak 88 unit dipindahkan serta 195 unit rumah terancam habis dikikis abrasi dalam sepekan ini. Se­tiap kali gelombang tinggi datang, selalu saja mengikis rumah dan menimbun rumah penduduk.

 

Kepala Jorong Pasa Lamo Nagari Sasak, Zuwardi menga­takan, abrasi juga telah mengi­kis ratusan pandam peku­buran yang ada di daerah se­tem­pat. Abrasi di Pantai Sasak sudah melebar, sekitar lima kilometer panjangnya dan telah mengikis 10 meter bibir pantai. “Abrasi sejak seminggu ter­akhir, menyebabkan 600 me­ter daratan Pantai dan Muaro Sa­sak terban,” kata Kepala Jo­rong Pasa Lamo Sasak, Zu­wardi.

 

Untuk mengatasi kondisi kritis tersebut, Dinas Penge­lo­laan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar melakukan penang­gulangan dengan membangun groin (pengamanan bibir pan­tai dengan menyusun batu men­jorok ke laut, yang ber­fungsi untuk pemecah ombak-red) di Pantai Sasak. Penger­jaan pembangunan groin ini satu paket dengan pengerjaan groin di Pantai Air Bangis.

 

Kepala Dinas PSDA Sum­bar, Ali Musri didampingi Kepala Bidang (Kabid) Sungai Pantai dan Konservasi PSDA Sumbar, Andy Ikhvan menga­takan, pembangunan groin menggunakan dana APBD dengan nilai kontrak sebesar Rp8,5 miliar dan dana APBN dengan nilai kontrak sebesar Rp7,9 miliar.

 

Pembangunan groin mela­lui dana APBD dilaksanakan dengan sistem tahun jamak, dimulai 2012 hingga tahun 2014 nanti. Khusus di Pantai Sasak, melalui dana APBD, penanganan pantai kritis se­dang berlangsung tahun ini. Se­mentara, melalui dana APBN dengan anggaran sebe­sar Rp7,9 miliar, dilaksanakan dengan sistem satu tahun ang­garan, tahun 2012. Melalui dana APBN, penanganan pan­tai kritis di Sasak dilaksanakan sepanjang 1,5 kilometer.

 

Ali Musri menambahkan, melalui dana APBD, pada ta­hun ini, di Pantai Sasak dilak­sanakan pembangunan empat groin. Sementara, melalui dana APBN pembangunan groin dilaksanakan sebanyak tujuh groin. “Meskipun menar­getkan pembangunan groin melalui dana APBD dapat selesai 2014 nanti. Namun, kita berupaya pembangunan­nya dapat tuntas akhir tahun ini,” harap Ali Musri.(cr1)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!