Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 12:17:21 WIB
PRO SUMBAR

Sidang Etik, KPU Sawahlunto Mangkir

Padang Ekspres • Rabu, 29/05/2013 14:01 WIB • Redaksi • 1335 klik

Padang, Padek—Sidang ko­de etik Dewan Kehormatan Pe­nyelenggara Pemilu (DKPP) un­tuk mendengarkan penje­la­san Bawaslu Sumbar dan KPU Sawahlunto terkait du­gaan pelanggaran penyelen­g­garaan pilkada di Kota Sawah­lunto, ga­gal dilaksanakan. Se­bab, KPU Sawahlunto tidak hadir dalam sidang yang diren­canakan hari ini di kantor DKPP, Jakarta.

 

Ketua Bawaslu Sumbar, Elly Yanti didampingi dua anggota Aermadepa dan Surya Efitrimen kepada Padang Eks­pres melalui telepon seluler­nya, Selasa (28/5), membe­narkan sidang perdana dugaan pelanggaran kode etik itu batal dilaksanakan karena pihak KPU Sawahlunto tidak datang.

 

“Ya jelas kecewa, termasuk pimpinan sidang DKPP Saut Hamonangan Sirait serta Vali­na Singka Subekti dan Ida Budhiati. Sebab, di sidang per­dana ini, majelis persidangan akan mendengarkan alasan pihak pengadu dan teradu atas dugaan pelanggaran kode etik itu,” sebut Elly Yanti.  

 

Elly menyebutkan, sidang diundur Selasa depan dengan agenda yang sama. Dia ber­harap KPU Sawahlunto bisa hadir pecan depan.

 

Ditanya substansi laporan Panwaslu Sawahlunto mau­pun Bawaslu Sumbar pada DKPP terhadap kinerja KPU Sawahlunto, Elly menegaskan lebih pada pelanggaran Pera­turan KPU. “Misalnya, pada PKPU No 9/2012 Pasal 5 huruf d, terkait pelanggaran admi­nistrasi perubahan berkas pasangan calon,” sebut Elly.

 

Di samping dugaan di atas, Elly menilai KPU Sawahlunto kurang kooperatif dengan Pan­waslu setempat, terlebih dalam pengumpulan data-data pe­milih pilkada. “Seharusnya, untuk mewujudkan pilkada berkualitas,  KPU Sawahlunto harus menjalin koordinasi, sehingga semua permasalahan pilkada bisa diselesaikan de­ngan baik,” terang Elly.

 

Bersiap Hadapi Gugatan MK

 

Dihubungi terpisah, Ketua KPU Sawahlunto Mardatilah selaku pihak teradu pada si­dang DKPP, beralasan tidak hadir karena mempersiapkan berkas jawaban atas gugatan pasangan calon yang kalah. 

 

“Kami menyadari sidang di DKPP cukup penting, namun ada yang lebih penting lagi yang akan kami hadapi, yakni gugatan pasangan calon yang kalah di Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk saat ini kami fokus ke yang satu ini dulu,” terang Mardatilah.

 

Terkait persidangan di DKPP, dia mengaku sudah melayangkan surat ke DKPP atas ketidakhadiran tersebut. “Kami juga mohon pen­jadwa­lan ulang sidang kode etik di DKPP tersebut,” jelas Marda­tilah. (zil)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!