Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 02:08:08 WIB
PRO SUMBAR

Putusan KPU Sumbar Digugat

Balon Anggota DPD Lapor ke Bawaslu

Padang Ekspres • Sabtu, 25/05/2013 13:07 WIB • Arzil • 493 klik

Padang, Padek—Merasa di­cu­rangi dalam pendaftaran bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di KPU Sumbar, seorang bakal calon DPD, Azhar melaporkan penyelenggara pe­mi­lu itu ke Badan Pengawas Pe­mi­lu (Ba­waslu) Sumbar, kemarin.

 

Anggota Bawaslu Sumbar, Su­rya Efitrimen mengatakan te­lah menerima laporan balon DPD itu. “Ini yang pertama ditangani Ba­­waslu. Laporan Az­har itu kami tin­­dak lanjuti de­ngan meminta kla­­ri­fikasi KPU, dan juga sejum­lah sak­si-sak­si,” sebut Efitrimen ke­­pa­da Padang Ekspres kemarin (24/5). 

 

Untuk klarifikasi ke KPU, sebutnya, sudah dilakukan ke­marin siang. Beberapa perta­nyaan sudah diberikan kepada KPU terkait laporan calon ang­gota DPD yang tidak lolos itu. “Dan dari jawaban yang dibe­rikan KPU itu, nantinya kami kroscek dengan keterangan para saksi-saksi pelapor. Setelah itu kami simpulkan dan selanjutnya diplenokan,” imbuh Efitrimen.  

 

Mengenai materi gugatan/laporan yang disampaikan Azhar, menurut Efitrimen, menyangkut tidak memenuhi syaratnya (TSM) pelapor itu berdasarkan berita acara lampiran Model F-13-DPD pada lembaran verifikasi admi­nistrasi yang ada pada lampiran F-1-DPD oleh KPU Sumbar.  

 

Sesuai mekanisme yang ada, untuk memproses laporan atau pengaduan terkait penyeleng­garaan pemilu itu, dibutuhkan waktu paling lama lima hari. Se­telah semua bahan keterangan di­kumpulkan, baru kemudian dite­tapkan melalui Pleno Bawaslu.

 

“Misalnya jika hari ini (Jumat, red) laporan pengaduan itu kami tindak lanjuti, ya paling tidak hari Jumat depan sudah akhirnya,” tambahnya.

 

Dihubungi terpisah, Kabag Hukum, Teknis dan Hupmas KPU Sumbar, Agus Catur Rianto menyebutkan, keputusan KPU Sumbar membatalkan pencalo­nan Azhar untuk DPD Sumbar karena dukungan KTP yang dibe­rikan bakal calon itu banyak yang ganda dan juga kedaluwarsa.

 

Sebagaimana ditegaskan, syarat untuk bisa lolos ad­mi­nistrasi, bakal calon minimal harus memiliki 3.000 duku­ngan yang dibuktikan dengan fotocopi KTP pendukung. 

 

“Setelah dilakukan verifikasi terhadap dukungan KTP itu, banyak yang ganda dan habis masa berlakunya. Konsekuen­sinya, untuk satu dukungan ganda poinnya dikurangi 50, sedangkan yang kedaluwarsa otomatis tidak dihitung lagi,” jelas Catur.

 

Namun, setelah semua per­syaratan KTP dukungan itu sele­sai diverifikasi, totalnya tidak mencukupi syarat minimal. De­ngan keadaan terpaksa calon ini kami gugurkan,” kata Catur. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!