Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 22:59:32 WIB
RAKYAT SUMBAR

Pantai Sasak Harus Dipulihkan

Pemkab Butuh Bantuan Provinsi dan Pusat

Padang Ekspres • Sabtu, 25/05/2013 13:07 WIB • Rohimuddin • 551 klik

Pasbar, Padek—Pantai Sasak hanya tinggal kenangan, kalau tidak dipulihkan dengan cara menata dan memperbaiki anca­man abrasi pantai. Karena kini semilirnya angin menghembus pohon cemara tidak maksimal lagi di pantai kebanggan warga Pasaman Barat ini. Pantai itu sudah habis terkikis ombak besar dan para nelayanpun menjadi merosot perekonomiannya.

 

Akibat terjangan ombak besar dari samudera itu, warga yang umumnya berprofesi sebagai nelayan di nagari Sasak ini men­jadi korban abrasi pantai. Pulu­han rumah penduduk di hondoh ombak, kuburan yang sudah puluhan tahunpun terbongkar dan porak-poranda. Pohon ke­lapa dan cemara tumbang. Pe­ninggalan bangker atau lobang Je­pangpun yang mengarah ke lautan samudera itu sudah teran­cam rusak dan sudah menganga di pantai sasak itu.

 

Kini, tinggal kenangan pahit bagi rakyat. Karena rakyat nela­yan menjerit, harta benda hilang ditelan ombak, tanah kelahiran habis di rampas laut. Setelah bencana abrasi pantai ber­lang­sung pemerintah daerah sudah pontang panting untuk mencari solusinya, bahkan anggaranpun disiapkan pemkab. Tapi apa daya Pemkab, itu saja belum cukup untuk mengatasi penderitaan berat warga tersebut.

 

“Ya, kita sudah maksimal berupaya membantu. Namun, musibah Sasak ini kita  angkat bendera putih. Memohon setulus hati pihak pemeintah provinsi dan pusat turun tangan ke lokasi untuk membantu mereka yang sudah menderita tersebut,” kata Bupati Pasbar H Baharuddin R.

 

Menurutnya, jika pantai Sa­sak yang memiliki keindahan fantastis ini  tidak dipertahankan keunikannya, maka kebanggaan pantai Pasbar, bahkan provinsi ini akan tinggal kenangan. Dan hanya bahan cerita sejarah untuk anak cucu dimasa mendatang. Sebenarnya sebagai bukti fakta kejadian itu, sudah diberitakan oleh media harian di Sumbar termasuk Padang Ekspres.

 

“Tolong kami pak, tiap hari  kami cemas dan takut. Lihatlah gulungan ombak yang datang itu, seolah-olah akan mengahabisi kami saja di sini yang rumah kami tinggal beberapa jengkal lagi dari bibir laut,” kata Adi,37, salah seorang warga Sasak yang ru­mahnya sudah di pinggir laut kepada  bupati dan rombongan.

 

Rasa perih yang tidak ter­ta­han­kan bagi warga Sasak, sejak kejadian abrasi melanda daerah mereka sudah tercatat 300 pan­dam pekuburan yang telah di­bong­kar  kembali. Selain pandam pekuburan yang terbongkar, ratusan rumah penduduk se­tem­pat juga sudah dibongkar dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Tentu saja semua itu membuat para warga tertekan dan merasa sedih.

 

“Semula kita sudah sangat harap, kalau wajah pantai sasak bisa sudah di poles menjadi objek wisata, yang akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat. Namun sayang di tengah sema­ngat pemerintah daerah memoles  nagari itu, ternyata abrasi pantai kembali lagi datang seminggu yang lalu. Akibatnya puluhan pandam pekuburan hancur dan porak poranda. Begitu juga hal­nya dengan puluhan rumah pen­duduk, sebut warga itu.

 

Camat Sasak Ranah Pasisie, Yaswarman, Walinagari Sasak, Arman, dan Jorong Pasalamo, Zuardi, juga menyampaikan hal yang sama. Mereka mengakui bagaimana beratnya penderitaan warga setempat, ketika bencana abrasi pantai datang melanda.

 

“Setiap kali bencana datang, kita bersama-sama dengan ma­sya­­rakat menyaksikan derasnya om­bak pantai menghantam pe­mu­­kiman dan pandam peku­bu­ran di Jorong Pasalamo ini. Je­ritan hati warga setiap kejadian ti­dak dapat dibayangkan lagi. Dan semua itu sudah kita sam­pai­kan kepada Pemda Pasbar. Na­mun karena keterbatasan kita ha­­nya bisa mem­berikan  bantuan un­­tuk tanggap darurat,” se­butn­ya.

 

Buktinya , ketika abrasi pantai terjadi beberapa minggu lalu, Pemkab Pasbar melalui instansi  terkait telah   menyalurkan ban­tuan beras sekitar 2 ton lebih, mi instan,bantuan perbaikan rumah penduduk yang bakal dipin­dahkan dari kawasan bibir pantai sekitar 9 unit rumah.

 

Sementara untuk meng­ha­dapi kondisi rumah warga dan pasilitas umum  yang tertimbun pasir, warga setempat beserta sejumlah instansi pemerintah  melakukan goro di lokasi ben­cana.

 

“Supaya kejadian ini tidak terjadi lagi, harus dibuat penahan ombak. Kalau tidak, diya­kini Nagari Sasak, akan dibelah  om­bak menjadi dua bagian,” ujar­nya.(*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!