Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 16:37:33 WIB
METROPOLIS

Dikeroyok, 2 Siswa SMK Bonyok

MoU Disdik-Polresta Padang Dinilai Mandul

Padang Ekspres • Jumat, 24/05/2013 10:38 WIB • Redaksi • 800 klik

korban pengeroyokan menjalani perawatan di ruangan IGD RSUP Dr M Djamil Padang,

Rim­bokaluang, Padek—Sa­n­­­k­­­si larangan bersekolah di Padang bagi siswa yang terlibat tawuran dan tindak kriminal, tidak membuat pelajar jera. Ke­marin (23/5), tindak kekerasan kembali terjadi di kalangan pelajar buncah di kawasan GOR H Agus Salim. Dua pelajar ter­pak­sa dilarikan ke RSUP M Djamil karena mengalami luka serius.

 

Kedua pelajar itu dari SMK Kos­goro, Abdul Rauf, siswa kelas II, dan Abdul Aziz, siswa kelas III.  Sedangkan dua pelajar lagi dia­mankan di Mapolresta Pa­dang. Masing-masing berinisial RD dan RI, pelajar kelas I SMK Tamsis Padang.

 

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, tawuran yang melibatkan SMK Taman Siswa dan SMK Kosgoro itu terjadi sekitar pukul 12.30. Berawal saat dua pelajar SMK Kosgoro melin­tas di kawasan tersebut dengan motor Satria FU.

 

Tanpa diduga, belasan pe­lajar diduga dari SMK Tamsis menghadang motor korban. Perang mulut pun ter­jadi hingga akhirnya kedua pelajar SMK Kosgoro itu dikero­yok. Korban dipukuli hingga masuk parit dan motor mereka di­buang ke banda bakali. Ke­dua­nya pingsan dan tidak sadarkan diri sekitar satu jam.

 

Sayangnya, aksi itu hanya menjadi tontonan warga, tanpa ada yang berupaya melerai pe­nge­­royokan itu. Aksi brutal para pela­jar ini berhenti setelah polisi tiba ke lokasi. Tanpa dikomando, belasan pelajar tersebut kabur melarikan diri. Dalam per­bu­ruan itu, polisi menjaring dua siswa Tamsis di kawasan GOR.

 

Melihat korban mengalami luka serius di kepala dan kaki, warga yang berada di kawasan tersebut berinisiatif membawa kedua pelajar ke RSUP Dr M Djamil Padang.

 

Dari informasi warga sekitar, tindakan belasan pelajar ter­se­but begitu beringas memukuli kedua pelajar SMK Kosgoro itu.

 

“Mereka melempari kedua pe­lajar itu dengan batu,” tutur seorang pemuda yang minta tidak ditulis namanya kepada Padang Ekspres kemarin.

 

Mengetahui kedua siswanya dikeroyok, Wakil Kepala SMK Kos­goro, Djupri Ardi, 50, men­datangi Sentra Pelayanan Ke­polisian Terpadu (SPKT) Pol­resta Padang untuk mela­porkan kejadian tersebut. “Siswa kami dihajar oleh pelajar SMK Tam­sis,” ujar Djupri.

 

Pengakuan RI, pelajar SMK Tamsis yang ditangkap polisi, mengaku tak terlibat dalam aksi tersebut. “Saya baru pulang sekolah dan main di GOR, tiba-tiba saya ditangkap,” ujar RI membantah.

 

Kanit III SPKT Polresta Padang Ipda Masriwan me­ngaku telah mengamankan motor korban di Mapolresta untuk pengusutan lebih lanjut,” sebut Masriwan.

 

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Padang, In­da­ng Dewata menegaskan tetap konsisten bahwa pelajar yang terlibat aksi kekerasan dan tindakan kriminal akan dike­luar­kan dari sekolah. “Kami berikan surat pindah dan tidak boleh lagi bersekolah di Padang,” te­gas­nya. Indang berjanji me­manggil kedua kepala sekolah bersangkutan untuk dimintai keterangan.

 

Sebelumnya, Rabu (22/5), dua pelajar terlibat dalam sin­dikat pencurian kendaraan ber­motor di Padang. Keduanya ditangkap beserta seorang pe­mu­da yang dihadiahi timah pa­nas karena melawan polisi. (w)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!