Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 20:04:39 WIB
METROPOLIS

Capil Membeludak

Petugas Layanan Akta dan KTP Manual Kurang

Padang Ekspres • Rabu, 22/05/2013 11:09 WIB • Redaksi • 360 klik

Antrean warga yang hendak mengurus akta kelahiran

Sudirman, Padek—Pembuatan akta kelahiran bagi anak berusia lebih dari 60 hari yang selama ini dilakukan di Pengadilan Negeri, kini sepenuhnya menjadi ke­we­nangan Dinas Ke­pen­du­dukan dan Pen­ca­tatan Sipil (Dis­duk­capil). Sejak kebijakan itu diberlakukan Senin (20/5) lalu, kantor Disdukcapil Padang kembali membeludak.

 

Pantauan Padang Ekspres di Kantor Disdukcapil Padang di Jalan Sudirman sekitar pukul 11.00, kemarin (22/5), terlihat antrean panjang warga yang hendak me­ngu­rus akta kelahiran.

 

 Peningkatan itu tidak se­ban­ding dengan jumlah pegawai yang melayani. Akibatnya, pem­buatan akta sering terlambat selesai.

 

Selain mengurus akta ke­la­hiran, ada juga warga mengurus KTP manual. Meski telah dise­dia­kan 12 loket pengambilan for­mulir, tetap saja belum mam­pu mengatasi pan­jangnya antrean. “Saya baru mendapatkan for­mu­lir setelah dua jam ikut an­tre,” ungkap Nurbaiti, 40, warga Lubukbegalung kepada Padang Ekspres, kemarin (23/5).

 

Dengan kondisi ini, Nurbaiti berharap instansi terkait me­nambah personel. Kepala Dis­duk­capil Padang, Vidal Triza ketika dikonfirmasi, mengakui kekurangan per­so­nel. “Untuk mengatasi kekurangan tenaga itu, kadang kabid (kepala bida­ng) dan kasi (kepala seksi) turun tangan,” ungkap Vidal.

 

Vidal mengaku sudah me­ngu­sulkan penambahan pega­wai ke Badan Kepe­gawaian Daerah (BKD), tapi belum ada tin­dak lanjutnya. “Saya akui dengan peraturan baru ini, berdampak pada pe­nam­­bahan waktu kerja di Capil,” ujar Vidal.

 

Agar tertib, Disdukcapil menggunakan nomor antrean. Vidal menjelaskan, pengurusan akta kelahiran dimulai dengan mengisi formulir dan me­le­ng­kapi persyaratan. Di antaranya, surat kelahiran dari dokter, bidan, atau penolong kelahiran, serta KTP dan kartu keluarga serta surat menyatakan saksi lahir, dan kutipan akta nikah. “Hingga pencetakan akta akan memakan waktu sekitar se­minggu,” sebutnya.

 

Bagi warga yang mengurus KTP manual, sebut Vidal, harus mem­bawa fotokopi kartu ke­luar­ga (KK), KTP lama, surat pengantar camat dan lurah, serta pas foto 2x3 dua lembar. “Akibat kurangnya tenaga, mau tidak mau masyarakat harus me­nung­gu hingga 14 hari,” kata Vidal.

 

Dihubungi terpisah, Kepala BKD Padang Asnel mengatakan, penambahan PNS mesti dipu­tus­kan oleh pemerintah pusat. “Kami sudah ajukan pe­nam­bahan pegawai ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Ne­gara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Kita tunggulah informasi dari kementerian,” ungkapnya.

 

Soal pemindahan dari pe­ga­wai dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dinilai terlalu gemuk, Asnel me­nye­butkan itu harus disetujui SKPD terkait. “Kita sudah coba me­min­dahkan pegawai dari SKPD lainnya, tapi tidak SKPD yang kelebihan pegawai, malahan se­muanya kekurangan,” je­las­nya. (kid/cr4)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!