Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 17:22:52 WIB
NASIONAL

Beredar Kabar Lutfhi Nikahi ABG

Padang Ekspres • Rabu, 22/05/2013 10:39 WIB • Redaksi • 1239 klik

Darin Mumtazah dan Lut­hfi Hasan Ishaaq

Jakarta, Padek—Ter­sang­ka kasus suap pengaturan impor daging tampaknya pantas menyandang pre­dikat Don Juan. Bagaimana tidak, ter­nyata bukan ha­nya Ahmad Fathanah yang dekat dan memiliki hu­bungan khusus dengan banyak perem­pu­an. Hal hampir serupa ternyata juga dilakukan Lut­hfi Hasan Ishaaq (LHI).

 

LHI ternyata selama ini memiliki hubungan khusus dengan Darin Mumtazah. Anak baru gede (ABG) diketahui masih duduk di bangku kelas tiga sebuah SMA di Jakarta. Darin selama ini tinggal ber­sa­ma kedua orangtuanya di Jalan Bhineka Raya 3 RT 10/RW 9 Cipinang Cempedak, Jati­ne­gara, Jawa Timur. Para tetangga Darin mengaku bebe­ra­pa kali melihat LHI datang dan me­nginap di rumah tersebut.

 

“Bahkan satpam di kam­pung sini pernah mendengar LHI memanggil mama pada Darin,” ujar Emi, salah seorang tetangga yang membuka wa­rung persis di samping rumah keluarga Darin. Pernyataan Emi itu juga diamini satpam kam­pung, Suyitno.

 

“Saya waktu itu sempat di­min­ta memijat. Bapak itu (LHI) memanggil anak Pak Ziat (Da­rin) dengan kata mama,” papar Suyitno. Emi dan Suyitno me­ngaku baru mengetahui jika pria kerap datang ke rumah Darin itu LHI setelah kasus suap terungkap di media.

 

“Saya tahunya kalau itu pejabat partai ya setelah melihat berita-berita di televisi,” ucap Emi. Selama ini keluarga Darin memang tidak terlalu guyub dengan tetangga. “Mereka cen­derung tertutup. Hanya sesekali saja Bu Umi (Ibunda Darin) keluar rumah dan menyapa warga,” lanjutnya. Saat keluar rumah itulah biasanya warga sedikit berbincang dengan Umi.

 

Cerita lainnya datang dari Ibu Hasan, tetangga depan Da­rin. Umi pada Bu Hasan men­jawab pria yang sering datang itu merupakan orang dari kedutaan. “Tapi waktu itu saya sudah sangka kalau yang sering datang Pak Luthfi. Tapi berhu­bung yang ditanya menjawab begitu (orang kedutaan) ya sudah saya biarkan saja,” terangnya.

 

Ketua RT 10/RW 9, Lisan mengatakan, rumah dihuni keluarga Darin sebenarnya kon­tra­kan. Rumah di pojokan yang cukup luas dan berlantai tiga itu, disewa dari seorang bernama Saut Situmorang. Rumah terse­but disewa setahun dengan harga sekitar Rp 75 juta. “Pak Saut dulunya orang sini, tapi sekarang pindah entah ke mana. Sejak delapan bulan lalu ru­mahnya disewakan ke Pak Ziat,” jelas pria yang biasa disapa Pak Dede itu.

 

Sebagai Ketua RT, Lisan mengaku belum mengantongi dokumen identitas penghuni rumah itu. “Sejak pertama kali mengontrak sudah saya mintai dokumen-dokumen identitas tapi jawabnya ntar-ntar te­rus,” paparnya. Sepenge­ta­huan Lisan, rumah itu me­mang hanya dihu­ni tiga orang, yakni Ziat, Umi dan Darin. “Setahu saja anaknya cuma satu itu saja. Dan mereka ini secara postur dan wajah se­pertinya keturunan Timur Tengah,” lanjut pria gundul itu.

 

Ditanya mengenai kabar apakah benar Darin telah dini­kah siri dengan LHI yang kerap datang dan menginap di rumah tersebut, Lisan mengaku, belum bisa memastikan. “Kalau te­tangga memang banyak dan sering melihat orang mirip LHI datang dan menginap, tapi kalau uru­san keduanya sudah meni­kah saya belum bisa memas­tikan,” terangnya.

 

Jika mengacu pada rekaman pembicaraan antara Ahmad Fathanah dan LHI, bisa jadi memang kader PKS itu telah menikahi Darin. Sebab dalam pembicaraan itu, Fathanah me­nye­butkan LHI sudah ditunggu istri-istrinya. LHI kemudian bertanya, istri yang mana, Pus­tun atau Jawa Sarkiyah–Fat­hanah lantas menjawab Pustun.

 

Dalam referensi di Wiki­pedia, pustun berasal dari kata Pashtun. Kata itu bisa diartikan sebagai sebutan etnis Pakistan, Afghanistan, Iran atau daerah di Timur Tengah lainnya. Kata pustun biasanya juga digunakan untuk menyebut perempuan cantik dari kawasan tersebut. Darin sendiri saat ini tengah dalam pembicaraan karena beberapa kali mangkir dari panggilan KPK. 

 

Istri Fathanah Main Film

 

Jika Darin tengah dalam pencarian banyak orang, ber­beda lagi dengan istri Ahmad Fathanah, Sefti Sanustika. Pe­rem­puan 25 tahun itu kemarin melakoni syuting perdana FTV-nya di rumah mewah Jalan Sepat 77 Kebagusan. FTV ber­tema hidayah diberi judul To­batnya sang Koruptor.

 

Di dalam film tersebut, Sefti memerankan lakon bernama Selvi. Cerita dalam film itu memang tak jauh dari kehi­dupannya selama ini. Film yang digarap MD Entertainment itu menceritakan kehidupan seo­rang biduan dangdut yang ber­nyanyi dari kampung ke kam­pung, dan kemudian bertemu seorang pengusaha bernama Fadilah.

 

Karakter Fadilah yang dipe­ran­kan Dicky Wahyudi itu dice­ri­takan mirip Fathanah. Fadilah melakukan sejumlah korupsi dan memiliki hubungan dengan ba­nyak perempuan. “Ini bukan ki­sah nyata kok, cuma mirip-mi­rip,” ujar Sefti saat berada di ruang rias. Menurut Sefti, dia su­dah izin Fathanah untuk menja­lani kontrak FTV dan sinetron.

 

Saat ditanya apakah Fat­ha­nah tahu dengan cerita film itu, Sefti menjawab, “Bapak tidak tahu, tapi yang pasti beliau mendukung,” ujarnya. Biduan dangdut itu mengaku canggung menjalani syuting perdananya kemarin. “Ini kan pengalaman pertama saya. Maka dari itu saya nanti akan banyak belajar dari yang lebih senior,” ujar Sefti melirik pada Dicky.

 

Sita Rumah LHI

 

Di sisi lain, perburuan terha­dap aset-aset Luthfi Hasan Ishaaq terus digeber. Kemarin, tim asset tracing KPK mengi­den­tifikasi sebuah rumah di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan, sebagai milik Luthfi. Upaya penyitaan pun dilakukan.

 

Rumah tersebut beralamat di Jalan Kebagusan Dalam I Nomor 44. Berdiri di atas lahan seluas 440 meter persegi, rumah bergaya townhouse itu kini menjadi target baru penyidik. Sebelumnya, penyidik KPK telah menyita enam mobil yang di­duga terkait dengan Luthfi dari kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

 

“Rencananya hari ini (ke­marin, red) mau disita,” terang Juru Bicara KPK Johan Budi. Penyitaan itu terkait sangkaan tindak pidana pencucian uang yang disematkan pada Luthfi.

 

Penyidik KPK tengah diburu waktu dalam hal penyitaan asset. Sebab, berkas Luthfi akan segera naik ke penuntutan. “Dalam pekan ini, tersangka LHI dan AF akan naik ke tahap penuntutan,” lanjut Johan. Ke­dua­nya bakal mengikuti jejak dua direktur PT Indoguna Uta­ma, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi yang lebih dahulu men­jadi terdakwa.

 

Johan menegaskan, kasus dugaan suap kuota impor daging sapi masih akan dikembangkan. Bukan tidak mungkin aka nada tersangka baru. “Kuncinya, jika penyidik sudah menemukan dua alat bukti yang cukup,” ucapnya.

 

Kemarin, KPK kembali me­me­riksa Luthfi dan Fathanah sebagai tersangka. KPK juga menghadirkan dua saksi. Salah satunya adalah Komisaris PT Radina Niaga Mulia yang kini menjadi tersangka di Kejaksaan Agung, Elda Devianne Adining­rat. Elda menjadi tersangka ka­sus kredit fiktif Bank Jabar Ban­ten (BJB) Cabang Surabaya yang menyeret nama Direktur PT Cipta Inti Permindo, Yudi Se­tia­wan, sebagai tersangka utama.

 

Nama Yudi cukup sering dikait-kaitkan dengan PKS. Terlebih, sempat muncul isu jika dia berhasil membobol BJB atas bantuan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang nota­bene kader PKS. Yudi pun dika­barkan dekat dengan sejumlah petinggi partai berslogan “Bersih dan Peduli” itu.

 

Sementara itu, kode pustun yang disebut Luthfi dalam reka­man pembicaraan dengan Fat­hanah memunculkan nama baru di lingkaran perempuan dalam kasus tersebut. Dia adalah Darin Muntaza, siswi SMA yang tinggal di kawasan Cipinang, Jakarta Selatan. ABG tersebut sempat disebut-sebut sebagai istri siri Luthfi. (byu/gun/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!