Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 21:22:54 WIB
RAKYAT SUMBAR

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Tersangka Terancam Hukuman Seumur Hidup

Padang Ekspres • Sabtu, 18/05/2013 11:08 WIB • Edison Janis • 763 klik

Tersangka pembunuhan

Bukittinggi, Padek—Santer beredar isu bahwa tersangka pembunuh dua gadis Rusyda Nabila, 16, warga Sungaipua dan Nofrida Yanti, 23, warga Batukambiang, Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam, Wisnu Syahdewa, 31, ka­bur diri dari tahanan Polres­ta Bukittinggi. Isu tersebut bukan saja berkembang di kalangan tertentu, tapi juga di khalayak ramai.

 

Saat dikonfirmasi, Kapol­resta Bukittinggi, AKP Eko Nugrohadi, langsung mem­ban­tahnya. “Tidak benar itu. Yang benar adalah tersangka masih berada di tahanan Pol­resta Bukittinggi,” katanya, kemarin.

 

Eko mengakui, bahwa isu tersebut juga sudah sampai ke telinganya dengan versi berbe­da bahwa tersangka malarikan diri dari LP Biaro, karena dititipkan di sana. “Padahal, tersangka saat ini masih bera­da di tahanan Polresta Bukit­tinggi, hingga rekontrsuksi selesai dilaksanakan,” ujarnya.

 

Kapan rekontruksi dilaku­kan? Eko menjelaskan, me­nung­gu konfirmasi dari jaksa penuntut dari Kejari Bukit­tinggi. “Kita sudah surati Jaksa penuntut umum Kejari Bu­kittinggi. Tapi saat ini belum ada jawaban,” jelasnya.

 

Menunggu konfirmasi dari Jaksa penuntut umum, menu­rut Eko pihaknya masih ber­upaya mengembangkan kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka, dengan cara me­nunggu laporan dari masya­rakat kalau ada keluarganya, te­r­utama anak gadisnya hilang.

 

”Sebab, untuk sementara ini tersangka hanya mengaku membunuh dua gadis, yakni Rasyida Nabila dan Nofrida Yanti, yang dijeratnya melalui facebook dengan cara menya­mar sebagai wanita. Dalam hal ini tersangka terancam dengan hukuman 20 tahun hingga seumur hidup,” katanya.

 

Sekadar mengingatkan, kor­ban Rusyda Nabila dite­mu­kan sudah jadi mayat di Ka­lam­paiyan, Nagari Pakan­sina­yan, Kecamatan Ampek­ko­to, Kabupaten Agam sekitar pu­kul 20.00 WIB Senin (29/4).

 

Korban diduga dibunuh oleh tersangka yang berhasil ditangkap beberapa hari sebe­lumnya, karena berupaya me­meras orangtua korban seba­nyak Rp 10 juta melalui SMS. Sementara korban Rusyda Nabila berkenalan dengan korban melalui jejaring sosial facebook dimana tersangka menyamar sebagai wanita.

 

Korban  Nofrida Yanti,  warga Batukambiang, Keca­matan Ampeknagari, Kabupa­ten Agam juga seperti itu. Korban yang hilang sejak 3 Februari 2013 lalu ditemukan sekitar 1,5 km dari tempat dibunuhnya Rusyda Nabila, beberapa hari sesudah jasad Rasyida Nabila ditemukan.

 

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban tidak utuh lagi. Hanya tinggal tulang belulang. Bagian kepala dan tangan kanan korban sudah hilang. Sementara posisi tubuh kor­ban dalam keadan terduduk.

 

Berhasilnya polisi mene­mukan korban kedua adalah karena kelihaian penyidik Pol­resta Bukittinggi mengorek ke­te­rangan dari tersangka. Ter­sangka mengakui selain telah memperkosa dan mem­bunuh Rusyda Nabila, dia juga telah melakukan hal yang sama ke­pa­da teman facebook dan SMS-nya, Nofrida Yanti di daerah Ungguakbatu, Jorong Koto­gadang, Kecamatan Am­pek­koto, beberapa bulan lalu. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!