Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 19:07:51 WIB
RAKYAT SUMBAR

Kapolres Bantah Pembunuh 2 Gadis Kabur

Tersangka Terancam Hukuman Seumur Hidup

Padang Ekspres • Sabtu, 18/05/2013 11:08 WIB • Edison Janis • 761 klik

Tersangka pembunuhan

Bukittinggi, Padek—Santer beredar isu bahwa tersangka pembunuh dua gadis Rusyda Nabila, 16, warga Sungaipua dan Nofrida Yanti, 23, warga Batukambiang, Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam, Wisnu Syahdewa, 31, ka­bur diri dari tahanan Polres­ta Bukittinggi. Isu tersebut bukan saja berkembang di kalangan tertentu, tapi juga di khalayak ramai.

 

Saat dikonfirmasi, Kapol­resta Bukittinggi, AKP Eko Nugrohadi, langsung mem­ban­tahnya. “Tidak benar itu. Yang benar adalah tersangka masih berada di tahanan Pol­resta Bukittinggi,” katanya, kemarin.

 

Eko mengakui, bahwa isu tersebut juga sudah sampai ke telinganya dengan versi berbe­da bahwa tersangka malarikan diri dari LP Biaro, karena dititipkan di sana. “Padahal, tersangka saat ini masih bera­da di tahanan Polresta Bukit­tinggi, hingga rekontrsuksi selesai dilaksanakan,” ujarnya.

 

Kapan rekontruksi dilaku­kan? Eko menjelaskan, me­nung­gu konfirmasi dari jaksa penuntut dari Kejari Bukit­tinggi. “Kita sudah surati Jaksa penuntut umum Kejari Bu­kittinggi. Tapi saat ini belum ada jawaban,” jelasnya.

 

Menunggu konfirmasi dari Jaksa penuntut umum, menu­rut Eko pihaknya masih ber­upaya mengembangkan kasus pembunuhan yang dilakukan tersangka, dengan cara me­nunggu laporan dari masya­rakat kalau ada keluarganya, te­r­utama anak gadisnya hilang.

 

”Sebab, untuk sementara ini tersangka hanya mengaku membunuh dua gadis, yakni Rasyida Nabila dan Nofrida Yanti, yang dijeratnya melalui facebook dengan cara menya­mar sebagai wanita. Dalam hal ini tersangka terancam dengan hukuman 20 tahun hingga seumur hidup,” katanya.

 

Sekadar mengingatkan, kor­ban Rusyda Nabila dite­mu­kan sudah jadi mayat di Ka­lam­paiyan, Nagari Pakan­sina­yan, Kecamatan Ampek­ko­to, Kabupaten Agam sekitar pu­kul 20.00 WIB Senin (29/4).

 

Korban diduga dibunuh oleh tersangka yang berhasil ditangkap beberapa hari sebe­lumnya, karena berupaya me­meras orangtua korban seba­nyak Rp 10 juta melalui SMS. Sementara korban Rusyda Nabila berkenalan dengan korban melalui jejaring sosial facebook dimana tersangka menyamar sebagai wanita.

 

Korban  Nofrida Yanti,  warga Batukambiang, Keca­matan Ampeknagari, Kabupa­ten Agam juga seperti itu. Korban yang hilang sejak 3 Februari 2013 lalu ditemukan sekitar 1,5 km dari tempat dibunuhnya Rusyda Nabila, beberapa hari sesudah jasad Rasyida Nabila ditemukan.

 

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban tidak utuh lagi. Hanya tinggal tulang belulang. Bagian kepala dan tangan kanan korban sudah hilang. Sementara posisi tubuh kor­ban dalam keadan terduduk.

 

Berhasilnya polisi mene­mukan korban kedua adalah karena kelihaian penyidik Pol­resta Bukittinggi mengorek ke­te­rangan dari tersangka. Ter­sangka mengakui selain telah memperkosa dan mem­bunuh Rusyda Nabila, dia juga telah melakukan hal yang sama ke­pa­da teman facebook dan SMS-nya, Nofrida Yanti di daerah Ungguakbatu, Jorong Koto­gadang, Kecamatan Am­pek­koto, beberapa bulan lalu. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!