Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 07:44:56 WIB
RAKYAT SUMBAR

Tiga Penambang Emas Tewas di Lubang

Diduga Keracunan Asap Penyedot Air

Padang Ekspres • Sabtu, 18/05/2013 10:44 WIB • Redaksi • 602 klik

Ilustrasi tambang emas (Dok. Padek)

Solsel, Padek—Komitmen aparat dan pemda memberantas aktivitas penam­bangan emas liar, hanya isapan jempol. Bukannya berhenti, aktivitas tambang emas ilegal di Solok Selatan hingga kini terus berlangsung. Bahkan, penam­bangan logam murni memakan korban jiwa. 

 

Akibat keracunan asap dompeng di Jorong Talakik, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, tiga orang penambang emas tewas di dalam lubang dompeng sedalam 10 meter, Kamis (16/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

 

Ketiga penambang itu, Safrizal, 36, Wandra, 17, yang merupakan paman dan kemenakan, warga Jorong Bukik Malin­tang Barat Kecamatan Sangir. Ramli, 58, warga Ranah Pantai Cermin.

 

Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Rico Fernanda di Padangaro, Jumat (17/5), menduga ketiga penambang te­was akibat keracunan asap dompeng yang ma­suk ke dalam lubang sedalam 10 meter. Ka­­­­rena lubang dipenuhi gumpalan asap, ok­sigen berkurang hingga ketiga penam­bang lemas dan tewas.

 

Ketika itu, ketiga korban hendak menyedot air dalam lobang dompeng. Akan tetapi, pipa dompeng mengalami ke­bo­co­ran dan asapnya masuk ke su­mur sehingga kekurangan ok­sigen. “Kasus tersebut ma­sih di­selidiki. Kita akan me­manggil sak­si-saksi, dan warga yang sem­pat mengevakuasi jasad korban dari dalam lu­bang,” ujarnya.

 

Menurut Sofyan, warga se­tempat, mengaku menda­patkan informasi dari Eka, penambang yang selamat. “Ketika hendak menyedot air dalam lubang dompeng, Wan­d­ra masuk ke dalam lubang lebih dahulu. Kemudian di­ikuti pamannya Safrizal. Sedangkan Eka me­nunggu di atas. Akan tetapi, pipa penyedot air bocor dan lubang dipenuhi asap sehingga kedua korban lemas,” ujarnya.

 

Mengetahui kejadian itu, Eka langsung meminta perto­longan kepada Ramli yang ber­ada tidak jauh dari lokasi ke­jadian. Ramli bergegas me­no­long keduanya dengan me­ma­tikan mesin dompeng dan ma­suk ke dalam lubang untuk memberikan pertolongan.

 

Nahas bagi Ramli, ternyata asap mesin dompeng itu be­lum hilang dan masih meme­nuhi rongga lubang dompeng. Ramli pun terjatuh ke lubang berair itu.

 

Eka tambah panik. Dia ber­gegas menuju perkam­pungan warga sekitar 1,5 km dari keja­dian itu. Warga pun berbon­dong-bon­dong menda­tangi lo­ka­si mem­beri perto­longan. Be­berapa warga yang masuk ke lubang untuk me­nge­vakuasi jasad kor­ban, pingsan sampai di darat aki­bat menghirup asap dom­peng. Proses evakuasi berlang­sung hingga pukul 19.00. (mg20)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!