Kamis, 17 April 2014 - 16 Jumadil Akhir 1435 H 05:30:56 WIB
PRO SUMBAR

Organda Usul Kenaikan Tarif Taksi

Padang Ekspres • Rabu, 15/05/2013 13:37 WIB • Redaksi • 473 klik

Padang, Padek—Agar moda taksi mampu bersaing dengan moda angkutan lainnya, Or­ganda Sumbar mengusulkan kenaikan tarif taksi. Namun, Pemprov Sumbar mem­perta­nyakan per­min­taan kenaikan tarif itu, karena selama ini sebagian besar taksi tak meng­gunakan argo.

 

“Kami hanya mengusulkan keinginan awak taksi, dan telah diajukan sejak setahun lalu. Usulan itu tentu dibahas dulu di Biro Perekonomian,” ujar Ketua Organda Sumbar, Se­ngaja Budi Syukur ketika dite­mui Padang Ekspres di kan­tornya, kemarin ( 14/5).

 

Budi mengklaim Organda telah membina awak angku­tan. Khusus awak taksi, Organ­da telah mengadakan perte­muan pada pengusaha taksi agar meningkatkan pelayanan. Jika sebelumnya hampir selu­ruh, Budi menyebut kini sudah ada sebagian yang memasang argo.

 

“Pengusaha taksi me­nga­takan, alasan tidak bisa ber­kembang karena tarif buka pintu dan tarif per kilometer  yang rendah. Awak angkutan meminta agar tarif tersebut dinaikkan,” ujarnya.

 

Dalam permintaan yang disampaikan kepada guber­nur, Organda mengusulkan agar tarif buka pintu naik dari Rp 4 ribu ­menjadi Rp 7 ribu. Kemu­dian, tarif per km sebe­sar Rp 2 ribu, dijadikan Rp 3 ribu. Tarif itu dinilai Organda pantas dan bisa membuat pengusaha taksi dapat ber­kembang. “Sayangnya usulan itu belum direspons peme­rintah,” ujar Budi Syukur.

 

Seiiring dengan akan ma­suknya taksi Blue Bird di Sum­bar, Budi berharap peme­rintah dapat merespons usulan yang telah diusulkan Organda. De­ngan begitu, taksi yang ada sa­at ini tetap dapat bertahan. Ken­dati begitu, armada ang­kutan taksi harus mening­katkan kualitas pelayanan pada pe­numpang. Sehingga, minat ma­syarakat naik taksi kembali me­ningkat. “Karena kurangnya pe­layanan, minat masyarakat naik taksi masih minim,” tuturnya.

 

Data Organda tahun  1994, jumlah taksi di Padang ada 800 unit. Tahun 2013, jumlah taksi tinggal 200 unit karena tidak ada peremajaan. Pad­a­hal, ke­bu­tuhan minimal taksi di Pa­dang – Bukittinggi seba­nyak 1.500 unit. Masuknya Blue Bird di Sumbar, Budi yakin tidak me­matikan usaha taksi yang ada.

 

Kepala Biro Perekonomian Setprov Sumbar, War­darus­men mengatakan tidak me­nge­tahui usulan kenaikan tarif yang diusul­kan Oganda. Na­mun, Wardarus­men meni­lai usulan kenaikan ta­rif itu ku­rang tepat karena selama ini tidak pernah memasang argo.

 

“Tarif yang ada saat ini saja tidak dijalankan, mana ada taksi yang menghidupkan ar­gonya saat ini,” ujarnya.

 

Ketua Forum Masyarakat  Peduli Transportasi Sumbar, Masri Makmur mengatakan, usulan kenaikan tarif taksi itu memiliki sisi positif dan nega­tif. Positifnya dapat membe­rikan keuntungan bagi pengu­saha taksi, negatifnya semakin ditinggalkan karena tidak ada­nya perbaikan pelayanan.

 

Menurutnya, langkah efek­tif adalah melakukan pem­bi­naan terhadap awak angkutan taksi. “Jika telah dilakukan, namun masih juga ada kelu­han terhadap pelayanan taksi, ber­arti pengawasannya yang ku­rang. Bagi yang tidak mema­sang argo, Dinas Perhubungan dan kepolisian dapat mela­kukan penindakan,” ujarnya.

 

Dia menegaskan, peme­rintah juga tak bisa berlepas tangan dengan kondisi taksi yang ada di Sumbar. (ayu)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!