Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 22:39:41 WIB
METROPOLIS

SBMPTN Sepi Peminat

Cama masih Tunggu Hasil UN dan SNMPTN

Padang Ekspres • Rabu, 15/05/2013 10:44 WIB • Redaksi • 1527 klik

Peserta mengisi formulir pembayaran biaya SBMPTN

Sudirman, Padek—Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 yang telah dibuka sejak 13 Mei lalu hingga 7 Juni mendatang, masih sepi pemi­nat. Ini diduga karena calon mahasiswa (cama) masih menunggu pengumuman Se­lek­si Nasional Masuk Pergu­ruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 28 Mei mendatang.

 

Pantauan Padang Ekspres ke­ma­rin (14/5), hanya tampak belasan calon mahasiswa yang melakukan pembayaran pendaftaran SBMPTN di Bank Mandiri Jalan Sudirman selama dua jam.

 

“Saya mendaftar di awal karena tinggal ini kesempatan saya lagi. Kalau tamatan 2013, masih ada SNMPTN,” kata Liza, alumni SMA Adabiah lulusan tahun 2012, kepada Padang Ekspres, kemarin.

 

Dia berharap bisa lulus di per­guruan tinggi negeri (PTN) ta­hun ini. “Jika tidak, pupus­lah ke­inginan kuliah di PTN,” ujarnya.

 

Dia menduga masih sepi­nya pendaftaran karena masih menunggu hasil SNMPTN pada 28 Mei. Jika telah dipas­ti­kan tak lulus SNMPTN, ma­ka akan beralih ke jalur SBMPTN.

 

Rahmi, siswi SMKN 3 Pa­dang me­nga­ku masih menunggu dulu hasil UN dan SNMPTN.

 

Sebelum UN, dia mendaftar jalur SNMPTN melalui sekolah. “Infor­masi­nya pengumuman UN dilakukan pada 24 Mei, setelah itu baru pengu­muman SNMPTN, 28 Mei. Jika me­mang tidak lulus SNMPTN maka baru mendaftar jalur SBMPTN,” ujarnya.

 

Panitia SBMPTN UNP dan Unand, Agus Irianto mengakui calon mahasiswa akan me­nung­gu hasil SNMPTN terle­bih dahulu. Kecuali tamatan tahun 2012 dan 2011, maka akan memilih SBMPTN dan jalur mandiri. “Ini telah dipre­diksi sejak awal. Apalagi, ren­tang waktu pendaftaran pun cukup panjang, paling lambat 7 Juni mendatang,” ujar Agus Irianto.

 

Agus mengatakan, biaya seleksi peserta SBMPTN ujian tertulis untuk kelompok ujian sains dan teknologi (Saintek) atau sosial humaniora (so­shum) Rp 175.000. Sedangkan kelompok ujian campuran Rp 200.000. Selain itu, biaya seleksi untuk ujian keteram­pilan Rp 150.000,00 per jenis ujian keterampilan. Biaya se­lek­si dibayarkan ke Bank Man­diri.

 

“Jika suatu daerah tidak ada kantor pelayanan Bank Mandiri, maka biaya seleksi dapat dibayarkan melalui Kan­tor Pos setempat atau ATM Bersama,” ucap Pembantu Rektor I UNP ini.

 

Untuk jalur SBMPTN dila­kukan dengan ujian tulisan. Bedanya, pada jalur ini siswa tamatan tahun 2011 dan 2012 masih bisa mengikuti ujian masuk PTN. Sedangkan jalur mandiri PTN, siswa hanya bisa memilih PTN yang ada di dae­rah mereka.

 

“Siswa yang kurang mam­pu di bidang akademik tidak perlu khawatir. Jalur SBMPTN dan Mandiri PTN memberikan kesempatan bagi siswa secara umum. Maksudnya kesem­pa­tan nilai siswa yang rendah tetap bisa diterima,” ujarnya. (ek)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!