Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 14:02:53 WIB
PRO SUMBAR

Pemilik Travel Liar Ditenggat Juni 2013

Gubernur Teken Revisi Pergub Angkutan

Padang Ekspres • Selasa, 14/05/2013 10:56 WIB • Gusti Ayu Gayatri • 818 klik

Travel liar sedang menunggu penumpang. (ilustrasi/Dok. Padek)

Padang, Padek—Pro-kontra soal legalitas travel liar nam­paknya segera berakhir me­nyusul ditekennya revisi Per­gub No 36 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Ang­kutan antar Jemput dalam Provinsi oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Pergub ini secara tidak langsung melegalkan keberadaan travel liar, sya­ratnya pemilik travel bersedia mengubah pelat mobilnya menjadi kuning.

 

Dinas Perhubungan dan Infokom Sumbar memberi tenggat sampai Juni 2013 mendatang kepada pemilik travel mendaftarkan diri. Jika sampai batas waktu ter­se­but pemilik travel liar tak juga mendaftar ke Pusat Pela­yanan Perizinan Terpadu (PTSP) di masing-masing kota/kabu­paten, maka Dis­hub Infokom Sumbar ber­sama aparat ke­polisian me­nindak tegas awak travel liar.

 

”Kami masih memberikan kesempatan bagi travel liar mendaftarkan diri menjadi angkutan resmi. Deadline-nya sampai Juni mendatang,” ujar Kepala Dishub Infokom Su­m­bar, Mudrika kepada Padang Ekspres, di kantornya, ke­marin (13/5).

 

Revisi pergub dilakukan, menurut mantan calon wali kota Padang itu, atas desakan awak angkutan. Biarpun sudah ditandatangani Gubernur, na­mun bukan berarti kendaraan travel bisa berpelat kuning. Mereka harus memenuhi per­syaratan telah ditetapkan pe­merintah.

 

Di antaranya, ken­daraan tergabung dalam pe­rusahaan angkutan, dan harus memiliki fasilitas keselamatan bagi pe­numpang seperti racun api, kotak P3K, dan palu kecil pemecah kaca.

 

”Sepanjang mereka tidak memenuhi per­syaratan itu, maka kami tidak akan me­rekomendasikan me­reka men­jadi angkutan pe­numpang resmi,” ucapnya.

 

Selain itu, tambah Mu­drika, armada travel juga harus mengikuti aturan kendaraan pengangkut penumpang se­perti pengujian kelayakan kendaraan.

 

”Kalau hasil pe­ngujian ken­daraan tak layak, maka kami  tidak akan mem­buatkan reko­mendasi bagi mereka,” ucap­nya. Armada travel liar, kata Mudrika, juga wajib me­ngurus permohonan izin ke SKPD. Untuk tahap awal, pihak­nya menargetkan 790 angkutan travel liar men­jadi angkutan resmi.

 

Terpisah, Ketua Organda Sumbar Sengaja Budi Syukur mengatakan, revisi Pergub No 36 Tahun 2012 sudah lama diminta pengusaha angkutan. Biarpun begitu, pihaknya me­nge­luhkan soal persyaratan ukuran panjang kendaraan minimal 4.200 mm, ukuran lebar minimal 1.700 mm, isi slinder minimal 1.450 CC un­tuk kendaraan berbahan bakar bensin, dan 2.459 CC untuk kendaraan berbahan bakar solar.

 

Pengusaha angkutan hanya dapat memenuhi  ketentuan CC, sedangkan panjang dan ukurannya tak bisa dipenuhi. ”Banyak berminat untuk jadi AJDP itu. Tapi karena spe­sifikasinya tidak terpenuhi, harapan pengusaha angkutan tak kesampaian. Makanya, kami minta adalah penye­suaian agar masyarakat dapat menikmati pelayanan trans­portasi aman dan nyaman. Kami juga mendukung revisi pergub tersebut,” ucapnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!