Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 14:37:44 WIB
METROPOLIS

Polda Tangkap Bandar Sabu

Padang Ekspres • Sabtu, 11/05/2013 12:16 WIB • Redaksi • 420 klik

Lolong, Padek—Perang ter­hadap narkotika dan obat ter­larang (narkoba) terus ditabuh. Ke­marin (10/5), Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar meringkus dua bandar narkoba yang memiliki jaringan lintas provinsi (luar Sumbar, red) di Gaung Kecamatan Lubuk­be­galung. Dari tangan ter­sangka, po­lisi menyita satu paket besar sabu Rp 5 juta.

 

Dua bandar tersebut, Muja­r­man alias Mak Etek, 48, warga Jalan Palembang No 46 Gaung, Kecamatan Lubukbegalung. Mak Etek, residivis 8 bulan keluar dari LP. Sedangkan rekannya Aridomi, 32, ditan­gkap di kawasan Pasar Gaung berkat nyanyian Mak Etek.

 

Penangkapan para ter­sang­ka yang dipimpin Kasat I Dit­reserse Narkoba AKBP Ali­dison sekitar pukul 18.00. Pelaku dibawa ke Markas Ditreserse Narkoba beserta barang bukti untuk mengungkap jaringan pelaku.

 

Informasi dihimpun Pa­dang Ekspres, Mak Etek di­ringkus di rumahnya tanpa per­lawanan. Mak Etek ini terke­nal licin. Untuk mengelabui polisi, sehari-hari Mak Etek sebagai toke ikan di kawasan Gaung.

 

Pengakuan sementara ke­dua tersangka kepada polisi, barang haram itu mereka pe­ro­leh dari seorang bandar besar di Medan Sumut. Barang ter­se­but dikirim melalui jalur darat dengan perantara angkutan antarkota antarprovinsi. Ren­ca­nanya, barang haram tersebut akan dikirim kembali ke Painan Pesisir Selatan dan akan die­darkan di kawasan tersebut.

 

“Meski tersangka residivis, tapi tak jua jera. Informasi yang didapat, Mak Etek kembali terlibat dengan jaringan nar­koba luar Sumbar. Kami terus melakukan pengintaian ter­hadapnya hingga 3 bulan te­rak­hir terkait aktivitas me­nge­darkan barang haram yang dilakukannya,” kata Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Arif Rahman Hakim.

 

Pelaku tampaknya cukup lih­ai dan berpengalaman de­ng­an melakoni dua profesi untuk me­nutupi aktivitasnya menge­darkan sabu. “Pelaku juga men­jadi toke ikan,” terang Arif.

 

Arif mengatakan, pelaku diringkus saat akan me­ngirim­kan barang haram itu ke Pai­nan, Pesisir Selatan. Saat ditan­g­kap, ia berusaha kabur dan bersembunyi di balik drum besar.

 

“Tapi kami sigap. Ia tidak berkutik saat digiring ke Ma­polda Sumbar guna dimintai keterangan,” ucapnya.

 

Setelah pengembangan, kata Arif, Mak Etek men­ye­butkan satu lagi nama re­kan­nya, yaitu Aridomi. Aridomi berhasil ditangkap petugas di kawasan Pasar Gaung. “Kita menduga pelaku ini sudah berulang kalu bertransaksi sabu-sabu,” ujarnya. (w/cr2/kid)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!