Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 05:06:43 WIB
RAKYAT SUMBAR

Rekonstruksi Diwarnai Isak Tangis

Kasus Pembunuhan oleh Adik Kandung

Padang Ekspres • Sabtu, 11/05/2013 10:31 WIB • Yurisman Malalak • 944 klik

Tersangka saat memperagakan aksi pembunuhan kakaknya dalam rekonstruksi, kemarin

Padangpariaman, Padek—Meski sempat diwarnai isak tangis dari keluarga korban, namun proses rekontruksi kasus pembunuhan yang menewaskan Nurbaini,56, warga Korong Lu­buk Ipuah, Nagari Kurai Taji Kecamatan  Nan Sabaris Pa­dangpariaman Jumat kemarin berlangsung aman dan lancar.

 

Meski demikian, proses jalan­nya rekonstruksi tampak men­dapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, dipimpin Wa­ka­polres Padangpariaman, Ko­m­pol Rosmawi Tanjung.

 

Juga hadir dalam proses re­kontruksi kemarin, Kapolsek Pauh Kambar AKP Syafri N, Kasat Serse Polres Padang­pa­ria­man, AKP R Sihombing, Kasat Intel, AKP Yulinasril, Kanit Res­krim, Polsek Pauh Kambar, Aipda Johan dan sejumlah perwira lainnya.

 

Seperti diwartakan koran ini beberapa waktu yang lalu, korban Nurbaini tewas setelah dibunuh oleh adik  kandungnya sendiri bernama Muhammad Yusuf,49, dengan sebilah sabit.  Se­bagai­mana terungkap Jumat ke­ma­rin,kasus pembunuhan sadis tersebut diduga dipicu karena rasa sakit hati akibat kurang harmonisnya hubungan antara tersangka dengan korban se­hingga memicu tersangka untuk menghabisi nyawa korban.

 

Seperti pantauan koran ini kemarin, kasus pembunuhan yang menewaskan Nurbaini be­rawal saat tersangka M Yusuf bermaksud hendak memancing ikan sekitar pukul 11.00 WIB malam. Karena itulah M Yusuf langsung mengambil sabit dan joran yang disimpan di dalam rumahnya.

 

Namun, karena tidak men­dapatkan umpan untuk me­man­cing, M Yusuf akhirnya kembali ke rumahnya dan langsung du­duk di teras rumah. Saat itu ia sempat termenung sembari ter­kenang akan kisahnya dengan kakaknya. “Saat itulah ambo takana kisah  jo kakak ambo, sahinggo ambo maraso sakik hati ka inyo,” ungkapnya.

 

Saat asyik dengan lamunan­nya, tiba-tiba tersangka merasa terusik oleh suara berisik yang berasal dari rumah adiknya, bernama Ema, sehingga tersang­ka langsung beranjak untuk ma­nasehati adiknya tersebut. Na­mun, kedatangan tersangka ke rumah adiknya itu justru mem­buat adiknya marah.

 

Setelah itu, entah apa yang ada dalam fikiran tersangka, seketika tersangka langsung menuju rumah kakaknya Nur­baini dan langsung membuka pintu rumah kakaknya yang ke­be­tulan tidak dikunci. Nubaini, sendiri saat itu sedang tidur di ruang tengah bersama dua anak­nya, masing-masing Fitri dan Agustina. “Setelah manjagoan kakak, ambo langsung minta maaf ka inyo, dengan menyalami tangannyo, tapi kakak indak amuah maafkan ambo,” ung­kapnya.

 

Diduga karena merasa sakit hati, tersangka langsung  me­ngeluarkan sabit yang disimpan di balik pinggangnya dan seketika langsung membacokkannya ke arah perut korban.  Mendapati kenyataan itu, Fitri anak korban langsung mendekap kedua ta­ngan tersangka, dan tidak lama kemudian datang suami korban bernama Samsul dan berusaha mengamankan tersangka keluar rumah.  Sesampai di depan ru­mah, datang saksi lainnya ber­nama Akhirudin yang juga adik korban yang juga ikut berusaha mengamankan korban.  Bahkan saksi Akhiruddin sempat me­ngam­bil sabit dari tangan korban dan membuangnya ke halaman rumah.

 

Setelah mendapat laporan warga, petugas dari jajaran Pol­sek Pauh Kambar langsung turun ke lokasi.  Petugas akhirnya berhasil mengamankan tersang­ka, meski sebelumnya sempat bersembunyi di belakang rumah­nya.

 

Wakapolres Padangpariaman Kompol Rosmawi Tanjung dan Kapolsek Pauh Kambar AKP Syafri N, mengaku puas karena proses reskontruksi bisa berjalan aman dan lancar. “Namun de­mikian, kita tentunya berharap agar kasus seperti ini hendaknya agar bisa diantisipasi pada masa mendatang, apalagi kasus ini hanya dipicu oleh masalah konflik antar keluarga. Namun, karena dibiarkan berlarut-larut akhirnya bisa berakibat seperti ini,” terangnya.

 

Kenyataan itu juga diakui Wali Nagari Kurai Taji, Ir Zardi, menurutnya, pihaknya dari pe­merintahan nagari telah men­sosialisasikan kepada ma­sya­ra­kat, agar kalau ada permasalahan yang terjadi di tengah keluarga, sebaiknya diselesaikan secara baik baik, atau bisa juga dila­porkan kepada wali korong atau nagari sehingga nantinya bisa diselesaikan secara baik baik. “Kalau sekiranya masalah ini dilaporkan ke wali korong atau nagari tentu kejadiannya bisa diselesaikan secara baik-baik,” ungkapnya.

 

Kapolsek Nan Sabaris, AKP Syafri N mengaku berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran proses rekontruksi. Menurutnya, akibat kasus pembunuhan tersebut tersangka bisa dijerat dengan pasal 351 dan Pasal 338 dengan hukuman di atas 5 tahun penjara. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!