Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 17:23:41 WIB
EKONOMI BISNIS

Akhir Mei, Blue Bird Beroperasi

50 Unit Taksi Tiba di Padang

Padang Ekspres • Selasa, 07/05/2013 12:11 WIB • RICCO MAHMUDI • 1218 klik

Taksi Blue Bird diangkut dengan truk gendong

Padang, Padek—Perusahaan angkutan umum terkemuka dari Jakarta, Blue Bird, menun­jukkan komitmennya untuk me­majukan transportasi umum Kota Padang. Kemarin (6/5), 50 unit taksi baru yang akan diope­rasikan telah tiba di Kota Padang.

 

Pantauan Padang Ekspres, kemarin, ke-50 unit taksi Blue Bird itu diangkut dengan truk gendong saat melintasi kaw­a­san Jalan Bypass KM 7 Pisang menuju kantor Blue Bird Pa­dang, Jalan Prof Dr Hamka No 137 A, Padang. Taksi-taksi jenisnya Toyota Limo keluaran 2012 ini warna biru dengan tulisan dan logo Blue Bird disamping pintu taksi dan kaca film depan. Perangkat taksi itu lengkap, termasuk argometer di dalamnya.

 

”Benar, armada kita me­mang sudah tiba. Saat ini baru dikit, 50 unit,” kata Head of Public Relations Blue Bird Group, Te­guh Wijayanto, ketika di­hu­bungi Padang Ekspres, kemarin.

 

Teguh mengatakan saat ini pihaknya sedang memper­sia­pkan infrastruktur penunjang yang diperlukan untuk men­dukung kelancaran operasional seluruh armada. ”Kami juga akan mentraining para penge­mudinya. Sekarang masih pe­rek­rutan,” ujarnya.

 

Sejak beberapa waktu lalu, manajemen Blue Bird memang membuka lowongan kepada yang berminat menjadi penge­mudi taksi ternama ini. Pengumuman tersebut dipa­sang pada sekretariat semen­tara Blue Bird di Jalan Hamka No 137 A. Tertulis jelas, calon pengemudi harus berusia 23-50 tahun dan tidak bertato. ”Kami berencana mengopera­sionalkan seluruh armada, akhir bulan (Mei) ini. Bahkan seluruh izin operasional pun telah lengkap,” ujar Teguh.

 

Saat taksi Blue Bird ber­operasi, untuk buka pintu tarif­nya Rp4 ribu, harga per kilo­meternya Rp2.500. Harga saat taksi harus menunggu perjam­nya dikenakan biaya Rp18.500. ”Hadirnya Blue Bird di Padang, hanya untuk menciptakan laya­nan transportasi yang repre­sen­tatif,” ungkapnya.

 

Sementara Ketua Organda Sumbar, Sengaja Budi Sukur mengatakan, kalau taksi Blue Bird telah menyelesaikan selu­ruh persyaratan mereka untuk beroperasi di Sumbar. ”Kir pertama dilakukan Dinas Per­hu­bungan Sumbar dan selan­jutnya baru wewenang Dinas Perhubungan Padang. Sebelum beroperasi, pihak Blue Bird harus melakukan balik nama dan pelat nomor BA,” tegasnya.

 

Kepala Dinas Perhubungan Padang, Firdaus Ilyas menga­kui, masuknya taksi Blue Bird tersebut ke Sumbar, seluruh­nya atas izin gubernur. ”Se­men­tara Pemko Padang sifatnya hanya memberikan rekomen­dasi,” ujar Firdaus.

 

Bagi pengusaha taksi seharusnya tidak perlu takut akan keberadaan taksi Blue Bird di Padang. ”Pemko Padang masih dapat memberikan izin usaha kepada pengusaha taksi lain, karena kuota untuk Kota Padang akan alat transportasi jenis taksi tersebut mencapai 350 unit,” ujarnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!