Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 21:23:05 WIB
EKONOMI BISNIS

Akhir Mei, Blue Bird Beroperasi

50 Unit Taksi Tiba di Padang

Padang Ekspres • Selasa, 07/05/2013 12:11 WIB • RICCO MAHMUDI • 1225 klik

Taksi Blue Bird diangkut dengan truk gendong

Padang, Padek—Perusahaan angkutan umum terkemuka dari Jakarta, Blue Bird, menun­jukkan komitmennya untuk me­majukan transportasi umum Kota Padang. Kemarin (6/5), 50 unit taksi baru yang akan diope­rasikan telah tiba di Kota Padang.

 

Pantauan Padang Ekspres, kemarin, ke-50 unit taksi Blue Bird itu diangkut dengan truk gendong saat melintasi kaw­a­san Jalan Bypass KM 7 Pisang menuju kantor Blue Bird Pa­dang, Jalan Prof Dr Hamka No 137 A, Padang. Taksi-taksi jenisnya Toyota Limo keluaran 2012 ini warna biru dengan tulisan dan logo Blue Bird disamping pintu taksi dan kaca film depan. Perangkat taksi itu lengkap, termasuk argometer di dalamnya.

 

”Benar, armada kita me­mang sudah tiba. Saat ini baru dikit, 50 unit,” kata Head of Public Relations Blue Bird Group, Te­guh Wijayanto, ketika di­hu­bungi Padang Ekspres, kemarin.

 

Teguh mengatakan saat ini pihaknya sedang memper­sia­pkan infrastruktur penunjang yang diperlukan untuk men­dukung kelancaran operasional seluruh armada. ”Kami juga akan mentraining para penge­mudinya. Sekarang masih pe­rek­rutan,” ujarnya.

 

Sejak beberapa waktu lalu, manajemen Blue Bird memang membuka lowongan kepada yang berminat menjadi penge­mudi taksi ternama ini. Pengumuman tersebut dipa­sang pada sekretariat semen­tara Blue Bird di Jalan Hamka No 137 A. Tertulis jelas, calon pengemudi harus berusia 23-50 tahun dan tidak bertato. ”Kami berencana mengopera­sionalkan seluruh armada, akhir bulan (Mei) ini. Bahkan seluruh izin operasional pun telah lengkap,” ujar Teguh.

 

Saat taksi Blue Bird ber­operasi, untuk buka pintu tarif­nya Rp4 ribu, harga per kilo­meternya Rp2.500. Harga saat taksi harus menunggu perjam­nya dikenakan biaya Rp18.500. ”Hadirnya Blue Bird di Padang, hanya untuk menciptakan laya­nan transportasi yang repre­sen­tatif,” ungkapnya.

 

Sementara Ketua Organda Sumbar, Sengaja Budi Sukur mengatakan, kalau taksi Blue Bird telah menyelesaikan selu­ruh persyaratan mereka untuk beroperasi di Sumbar. ”Kir pertama dilakukan Dinas Per­hu­bungan Sumbar dan selan­jutnya baru wewenang Dinas Perhubungan Padang. Sebelum beroperasi, pihak Blue Bird harus melakukan balik nama dan pelat nomor BA,” tegasnya.

 

Kepala Dinas Perhubungan Padang, Firdaus Ilyas menga­kui, masuknya taksi Blue Bird tersebut ke Sumbar, seluruh­nya atas izin gubernur. ”Se­men­tara Pemko Padang sifatnya hanya memberikan rekomen­dasi,” ujar Firdaus.

 

Bagi pengusaha taksi seharusnya tidak perlu takut akan keberadaan taksi Blue Bird di Padang. ”Pemko Padang masih dapat memberikan izin usaha kepada pengusaha taksi lain, karena kuota untuk Kota Padang akan alat transportasi jenis taksi tersebut mencapai 350 unit,” ujarnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!