Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 16:37:01 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Kasus Pembunuhan Terus Dikembangkan

Tersangka Diduga Tuntut Ilmu Hitam

Padang Ekspres • Berita Kriminal • Jumat, 03/05/2013 13:19 WIB • EDISON JANIS • 5862 klik

Tersangka pembunuhan

Bukittinggi, Padek—Penyidik Polresta Bukittinggi terus me­ngembangkan kasus pembunuhan gara-gara facebook dan SMS yang diduga dilakukan Wisnu Syah­dewa, 31. Selain mengharapkan partisipasi masyarakat Bukittinggi dan Agam, jika ada sanak sau­daranya yang hilang, terutama remaja putri, Polresta Bukittinggi juga telah melakukan koordinasi dengan semua Polres di Sumbar untuk memberitahukan Polresta Bukittinggi, jika ada masyarakat yang melaporkan anak hilang.

 

”Atas pengakuan tersangka, baru dua orang korban ditemukan telah jadi mayat, yakni, Rusyda Nabila, 16, warga Limo Suku, Sungaipua, Kabupaten Agam, dan Nofrida Yanti, 23, warga Batu­kambiang, Kecamatan Ampek­nagari, Kabupaten Agam. Penyidik saat ini terus mengembangkan jangan-jangan ada korban lain. Karena itu kita mengharapkan partisipasi masyarakat melapor ke polisi jika ada sanak saudaranya yang hilang, terutama remaja putri,” ujar Kapolresta Bukittinggi, AKBP Eko Nugrahadi, kemarin.

 

Selain mengharapkan par­tisipasi masyarakat, Eko Nugrahadi  juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Polres Polres di Sumbar untuk segera memberitahu Pol­resta Bukittinggi, jika ada ma­syarakat kehilangan anak gadisnya. “Namun hingga saat ini belum ada laporan dari Polres-Polres di Sum­bar,” ujarnya.

 

Terhadap tersangka Wisnu Syahdewa yang saat ini meringkuk terali besi Polresta Bukitttinggi, berdasarkan Informasi yang dipe­roleh koran ini di lapangan dikenal dengan nama Berkele yang ber­profesi sebagai sopir angkutan umum. Selain mempunyai tiga istri, tersangka juga disebut-sebut se­dang menuntut ilmu hitam yang diharuskan mencari tumbal sejum­lah gadis perawan agar ilmu hitam­nya tersebut bisa direalisasikan.

 

Polresta Bukittinggi selain terus berusaha mengembangkan kasus perkosaan dan pembunuhan yang dilakukan Wisnu Syahdewa, juga tengah berusaha mencari tahu identitas penemuan mayat wanita 13 tahun yang ditemukan di Palu­puh, 14 April 2013 lalu, yang saat ini dititipkan di ruangan mayat RSAM Bukittinggi, apakah ada kaitannya dengan kasus pem­bunuhan gara-gara facebook dan SMS yang diduga dilakukan Wisnu Syahdewa.

 

Hanya saja sampai berita ini dirilis, belum  ada masyarakat melapor kehilangan sanak ke­luarganya, sehingga pihak RSAM Bukittinggi pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas sosial agar jenazah tersebut bisa dikebumikan secepatnya, karena telah mengeluarkan bau busuk di seputar kamar jenazah RSAM Bukittinggi.

 

”Benar. Hingga saat ini masih belum ada keluarga yang merasa kehilangan anak gadisnya sehingga kami dari RSAM yang menerima titipan jenazah dari Polresta Bu­kittinggi 14 April 2013 lalu. Karena sudah terlalu lama dan telah me­ngeluarkan bau tidak sedap, kita harus mengembalikannya kepada Polresta Bukittinggi untuk dima­kamkan bersama Dinas Sosial setempat,” ujar Wadir Pelayanan RSAM Bukittinggi, Evi. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Selesaikan Pemilu, Jangan Terlena Koalisi

LUPAKAN sejenak hiruk pikuk isu koalisi partai politik. Proses pemilihan umum legislatif 2014 masih berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menyelesaikan rekapitulasi suara. Rencananya, KPU menetapkan hasil rekapitulasi suara pada 7 Mei 2014. Proses tersebut pun harus terus dikawal. Sebab, itulah yang nanti menjadi pijakan untuk proses berikutnya, yakni pengisian pejabat DPR dan pemilihan umum presiden (pilpres). Hasil penghitungan cepat memang bisa menjadi pedoman awal. Namun, bukan itu yang berlaku secara nasional.

Perbaiki Layanan RS Ahmad Muchtar

YTH bapak pimpinan Rumah Sakit Ahmad Muchtar Bukittinggi. Apa begitu pelayanannya, adik saya masuk rumah sakit pagi jam 9 dan pulang jam 4 sore tapi siangnya tidak dikasih makan. Padahal kami bayar cash. Tolong dijelaskan.

Senin, 21 April 2014

Jadilah Konsumen Cerdas

Parhatian bana kalau ka mambali-bali tuh. Jan sampai takicuah pulo........................................................!

 

Kadis dan Kabid DKP jadi Tersangka

Itulah Pak, jan buang sampah jo sambarangan.......................................!

 

Caleg Nasdem Dilaporkan Money Politic

 Lah ka salasai pemilu ko, banyak nan saliang malapor mah..........................!