Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 13:15:55 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Lagi, Mayat Korban ”Facebook” Ditemukan

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Kamis, 02/05/2013 12:53 WIB • REDAKSI • 7345 klik

Tersangka pembunuhan

Bukittinggi, Padek—Satu lagi korban pembunuhan gara-gara facebook dan SMS yang diduga dilakukan Wisnu Syah­de­wa, 31 ditemukan. Dia ada­lah Nofrida Yanti, 23, warga Batukambiang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam yang hilang 3 Februari 2013 lalu. Korban ditemukan sekitar 1,5 km dari tempat dibunuhnya Rusyda Nabila, 16, tepatnya di daerah Ung­guak Batu, Jorong Kotoga­dang, Kecamatan Ampekkoto, sekitar pukul 11 WIB, kemarin.

 

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban tidak utuh lagi. Hanya tinggal tulang belulang. Bagian kepala dan tangan kanan korban sudah hilang. Sementara posisi tubuh kor­ban dalam keadan terduduk. Saat itu juga, jasad korban, langsung dibawa ke RSAM Bukittinggi untuk dilakukan autopsi, dan mencocokkan DNA korban dengan orangtua laki-laki korban yang sedang menuju Bukittinggi.

 

Hasil Pengakuan Tersangka

 

Berhasilnya polisi mene­mukan korban kedua adalah karena kelihaian penyidik Polresta Bukittinggi mengorek keterangan dari tersangka. Tersangka mengakui selain telah memperkosa dan mem­bu­nuh Rusyda Nabila, dia juga telah melakukan hal yang sama kepada teman facebook dan SMS-nya, Nofrida Yanti di daerah Ungguak Batu, Jorong Ko­togadang, Kecamatan Am­pek­koto, beberapa bulan lalu.

 

Saat itu juga penyidik men­datangi lokasi dengan mem­bawa tersangka. “Astagfirul­lah. Ternyata benar. Didapati tubuh korban tidak utuh lagi. Hanya tinggal tulang belulang. Tragisnya, kepala dan bagian tangan kanan korban tidak ada lagi, karena diduga telah dima­kan binatang,” ujar salah se­orang petugas yang tak ingin namanya dirilis.

 

Sama dengan korban Ru­sy­da Nabila, korban Nofrida Yanti yang hilang sejak 3 Feb­ruari 2013 lalu adalah korban facebook dan SMS tersangka. Jika berteman dengan Rusyda Nabila, tersangka menyamar bernama Rani, namun dengan korban Nofrida Yanti, korban mengaku bernama Leni yang kuliah di salah satu Akademi Kesehatan di Kota Bukittinggi.

 

Kesamaan lainnya adalah, kedua korban diajak bertemu pada malam hari di daerah Padangluar. Begitu bertemu, tersangka menyamar lagi seba­gai kakak Rani/Leni untuk men­jemput korban. Dalam perjalanan, tersangka bukan dibawa ke rumah yang dituju, ta­pi dibawa ke tempat yang se­pi, lalu diperkosa dan dibunuh.

 

”Betul. Keberhasilan polisi mendapatkan satu korban lagi tidak lepas dari pengakuan tersangka. Apakah ada lagi korban lanjutan, akan terus kita kembangkan. Kita juga mengharapkan kepada masya­rakat segera melaporkan jika ada keluarga yang hilang, teru­tama wanita,” harap Waka­polresta Bukittinggi, Kompol Aris Budiman kepada warta­wan di ruang jenazah RSAM Bukittinggi, kemarin.

 

Untuk membuktikan kor­ban kedua adalah Nofrida Yanti, penyidik pun berupaya mendatangkan kedua orang­tua korban untuk dilakukan tes DNA. Sayang, sampai berita ini dirilis, hanya ibu  korban yang datang, sehingga tim forensik dari Polda Sumbar, yang dike­tuai DR. Adang Azhar, yang saat itu bertugas melakukan otopsi jenazah Rusyda Nabila, belum bisa melakukan tes DNA.

 

Ibu korban, Neldi Efrina, 44 menyebutkan, sehari-hari anaknya bekerja di sebuah tempat depot isi ulang di Lu­buk­basung. Lalu pada 3 Feb­ruari 2013, korban pergi me­ning­galkan rumah, dan tidak pulang-pulang hingga saat ini. “Saya sangat terkejut ketika polisi menemukan jasad anak saya. Makanya saya datang ke sini (ruang jenazah RSAM) Bukittinggi,” ujarnya dengan mata berbinar.

 

Sementara dari hasil otopsi jenazah Rusyda Nabila, dipas­tikan korban diperkosa sebe­lum dibunuh. Dalam peristiwa ini, tersangka berhasil meng­am­bil anting-anting, HP dan sejumlah uang korban. Se­dangkan terhadap korban No­fri­da Yanti, tersangka sebelum melakukan eksekusi, juga mem­­preteli anting-anting kor­ban, HP dan uang sebanyak Rp 150 ribu.

 

Begitu usai diotopsi, jena­zah Rusyda Nabila, langsung dibawa keluarga ke kampung halamannya untuk dikebumi­kan. Jika tidak ada aral melin­tang, akan dikebumikan hari ini (kemarin,red),” ujar ayah korban, Khairis, 49, yang da­tang langsung menjemput jenazah korban, ke ruangan jenazah RSAM Bukittinggi.

 

Bersamaan dengan keda­tangan jenazah Nofrida Yanti dan otopsi jenazah Rusyda Nabila di kamar mayat RSAM Bukittinggi, ternyata pada saat itu ada juga jenazah seorang perempuan berumur 13 tahun ditemukan di Palupuah, yang belum diambil oleh keluar­ganya.

 

Sejumlah warga Bukit­ting­gi yang datang langsung meli­hat kedua jenazah korban pemerkosan dan pembunuhan mengharapkan polisi  mampu membuka tabir penyebab ke­ma­tian korban. “Jangan-ja­ngan korban juga tewas akibat perbuatan tersangka, terma­suk beberapa anak gadis yang hilang beberapa bulan bela­kang­an”. (edi)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Menunda Akuisisi BTN

MASIH teringat dari layar TV, wajah Budi Gunadi Sadikin semringah sepekan lalu. Kegembiraan bos Bank Mandiri yang baru berumur 40 tahun itu disebabkan terwujudnya impian yang dia idam-idamkan sejak lama. Yakni, mem­bawa bank yang dipimpinnya menjadi salah satu bank yang patut diperhitungkan di kancah ASEAN.

Butuh Listrik

Yth. Bapak kepala PLN...Kapan kampung kami (Kabupaten Pessel, Kecamatan Sutera Kenagarian Koto Nan 3 Selatan) akan dialiri listrik, padahal kampung kami bukan kampung terpencil..kami sekampung sangat berharap perhatian dan tindak lanjut dari bapak. Atas perhtian Bapak kami skmpg mengucapkan terima kasih. Wassalam.

Jumat ,25 April 2014

Perempuan Berpeluang Pimpin DPRD

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai.............................!

 

Puluhan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

Jan sampai ndak panen lo Pak, ka kida suok beko...............................!

 

Korban Gigitan Musang Meninggal

Inalilallahi, awak ikuik baduka pak.................................................!