Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 13:20:47 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Sebulan Hilang, Pulang jadi Mayat

Diduga Dibunuh Teman Facebook

Padang Ekspres • Berita Kriminal • Rabu, 01/05/2013 12:03 WIB • REDAKSI • 6056 klik

Tersangka pembunuh Rusyda Nabila

Bukittinggi, Padek—Setelah hampir satu bulan lebih menghi­lang, akhirnya Rusyda Nabila, 16, ditemukan. Tragisnya, gadis jolong gadang yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Dini­yah Lima Jurai Sungaipua, Kabu­paten Agam ini ditemukan sudah jadi mayat di daerah Kalam­pai­yan, Nagari Pakan Sinayan, Keca­matan Ampekkoto, Kabupaten Agam, sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (29/4).

 

Korban diduga dibunuh oleh tersangka WS, 30, yang berhasil ditangkap beberapa hari sebe­lum­nya. Berhasilnya polisi meng­ungkap dugaan pembunuhan itu, diawali dengan tertangkapnya tersangka dengan memanfaatkan komunikasi ponsel antara korban dan tersangka beberapa. Setelah diintrogasi, akhirnya tersangka me­ngakui perbuatannya dan me­nunjuk tempat korban dibunuh.

 

Kapolresta Bukittinggi, AKBP Eko Nugrohadi, mengatakan, telah berhasil menemukan gadis yang diduga Rasyid Nabila yang hilang lebih sebulan lalu. Sayang­nya, saat ditemukan, korban sudah jadi mayat yang diduga dibunuh oleh tersangka WS yang berhasil ditangkap beberapa hari lalu di daerah Pakan Sinayan. “Kami sudah hubungi orangtua korban. Dari identitas yang ada, se­perti pakaian dan jilbab, orang­tua korban yakin, bahwa korban adalah anaknya yang mening­gal­kan rumah sebulan lalu,” ujar­nya. 

 

Dia mengatakan, untuk me­nge­tahui penyebab kematian korban, segera dilakukan aotupsi oleh tim forensik dari Polda Sumbar yang datang langsung ke RSAM Bukittinggi, tempat jena­zah korban disemayamkan se­men­tara. “Begitu autopsi selesai, kita bersama pihak rumah sakit akan menyerahkan jenazah kepa­da keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

 

Jasad korban saat ditemukan cukup memprihatinkan. Selain tak berbusana,  kedua tangan terikat dengan tali BH, kedua kaki korban terikat dengan celana dalam, serta leher korban diikat dengan handuk. Yang memiris­kan wajah korban pun tak ber­ben­tuk. Saat ditemukan korban terbenam dalam sawah. “Karena itu perlu dilakukan autopsi, apa sesungguhnya yang terjadi pada korban, sehingga dia dibunuh oleh tersangka,” ujarnya.

 

Orangtua korban, Khairis, 49 mengaku pasrah dengan kondisi yang terjadi. “Yang jelas anak saya sudah ditemukan, dan telah jadi jenazah. Harapan saya, se­mo­ga polisi berhasil mengung­kap penyebab kematian anak saya, dan semua amal ibadah anak saya diterima di sisi Allah SWT,” jelasnya dengan nada lirih.

 

Ketika dihubungi, Khairis, sedang di kampungnya di daerah Limo Suku, Sungaipua, Kabu­pa­ten Agam, menunggu kedatangan jenazah anaknya yang saat ini ma­sih berada di RSAM. “Khabar­nya, jenazah anak saya akan diantar langsung pihak rumah sakit dan polisi setelah dilakukan outopsi oleh petugas Polda Sum­bar yang saat ini sedang menuju Bukittinggi,” jelasnya.

 

Dia me­nambahkan, begitu jenazah sam­pai, akan langsung dikebumikan sekitar 20 meter dari rumahnya.

 

Khairis mengaku, korban adalah anaknya dari kontak batin dan jilbab yang dipakai korban saat meninggalkan rumah 20 Maret 2013 lalu. “Begitu polisi da­tang memberitahu penemuan ma­yat, berikut dengan ciri-ciri­nya, saya yakin itu anak saya, ken­dati hingga saat ini saya belum melihat langsung,” jelasnya de­ngan kalimat terbata-bata.

 

Gara-gara Facebook

 

Informasi yang diperoleh koran ini, hilang dan tewasnya Rusyda Nabila, salah satu sebab­nya adalah gara-gara facebook yang dilakukan korban dan ter­sang­ka WS yang sehari-hari ber­profesi sebagai sopir angkutan pedesaan yang kemudian ber­lanjut kepada SMS dan perte­muan.

 

Itu dapat dilihat data face­book dan SMS yang berhasil diamankan petugas polisi dari tangan tersangka. (edi/rul)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!