Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 08:48:58 WIB
METROPOLIS

Pembunuh Istri Diserang Eks Adik Ipar

Padang Ekspres • Rabu, 01/05/2013 10:28 WIB • TIM PADEK • 1645 klik

 Tersangka Maizar memperagakan menusuk korban Mira Artati saat rekonstruksi,

Pramuka, Padek—Rekonstruksi pembunuhan Mira Artati yang dilakukan suaminya Maizar, 49, PNS Badan Pemberdayaan Mas­yarakat (BPM) Sumbar, kemarin, sem­pat ricuh. Ketika itu, adik kor­ban berupaya menyerang ter­sangka meski dalam pengawalan ketat aparat polisi.

 

Pantauan Padang Ekspres, kemarin, rekonstruksi yang digelar Reskrim Polresta Padang, dimulai pukul 09.30. Proses rekonstruksi digelar di Kantor BPM Sumbar Jalan Pramuka dengan 30 adegan. Rinciannya, 22 adegan saat ter­sangka membunuh istrinya dan 8 adegan menceritakan ketika pelaku menusuk tubuh korban hingga tersangka kabur.

 

Saat rekonstruksi, tersangka dikawal ketat polisi berpakaian preman dengan memasang kembali police line di lokasi pembunuhan itu. Tersangka Maizar hanya me­nun­dukkan kepalanya saat mela­ku­kan adegan demi adegan pem­bu­nu­han istri ketiganya, Mira Artati, warga Lubuk Minturun, Keca­ma­tan Kototangah di areal per­kan­to­ran BPM Sumbar, Jalan Pra­muka I No 13, Kelurahan Lolo­ngbelanti, Kecamatan Padang Utara. Sebelum melakukan reka ulang, tersangka menitikkan air mata.

 

Reka ulang dimulai dari korban Mira Artati (diperagakan polwan) mendatangi Kantor BPM Sumbar, lokasi tersangka bekerja dengan motor Supra Fit X BA 4801 BZ. Setelah menemui tersangka, kor­ban pergi meninggalkan tersangka.

 

Ternyata korban tidak pergi dan duduk di jembatan kecil dekat mushala milik BPM Sumbar. Saksi bernama, Andre Febrian, melihat korban duduk di jembatan kecil itu. Ter­sangka pun menghampiri kor­ban dengan motor pelat merah CS One BA 2862 B. Tersangka kembali meninggalkan korban di jembatan ke­cil itu. Setelah itu, tersangka kem­bali menghampiri korban de­ngan berjalan kaki. Saksi, Andre Feb­rian melihat tersangka dan kor­ban bertengkar. Diakui saksi, An­­dre Febrian dalam re­kon­struksi, korban sempat men­caci, dan menghina orangtua ter­sangka.

 

Setelah itu, Andre Febrian meninggalkan suami istri yang masih bertengkar. “Saat saya keluar, saya tidak melihat ter­sangka dan korban. Saat saya menuju mushala, ternyata kor­ban telah jatuh dengan posisi telentang bersimbah darah, dengan dada bagian kiri ter­tanam belati,” kata saksi me­ne­rangkan kejadian pada penyidik.

 

Tersangka kembali mem­peragakan adegan ke-15 pem­bunuhan. Tersangka me­nga­takan korban sempat melempari dirinya dengan helm. Saat ade­gan ke-16, dari peragaan ter­sangka, korban melihat ada pisau di tangan tersangka. Saat itu korban berusaha merebut pisau itu, sehingga terjadi tarik menarik. Saat itulah tertancap pisau ke dada korban. Tersangka pun kabur dengan motornya.

 

Melihat reka ulang itu, adik korban langsung menyerang tersangka. Karena ketatnya penga­wa­lan, upaya adik korban hanya berbuah keributan. Se­mentara tersangka berhasil dilarikan ke mobil menuju Ma­polresta Pa­dang.

 

Segera Limpahkan

 

Terpisah, Kasat Reskrim Mapolresta Padang, Kompol Iwan Ariyandhi mengatakan, dalam waktu dekat berkas per­kara diserahkan ke jaksa pe­nun­tut umum (JPU). “Setelah ber­kas diserahkan, kami me­nunggu petunjuk JPU. Kalau JPU menyatakan berkas leng­kap, tersangka dan seluruh barang bukti akan kami se­rahkan ke JPU,” ungkapnya.

 

Kuasa hukum tersangka, Eriyal mengatakan, setelah meli­hat rekonstruksi itu, terlihat tersangka tidak sengaja atau berniat membunuh istrinya. “Di persidangkan, seluruh fakta akan diungkapkan di hadapan majelis hakim,” tuturnya.

 

Kapolresta Padang Kombes Pol M Seno Putro mengatakan, Maizar dijerat Pasal 338 tentang Penganiayaan Berat dan Pasal 340 tentang Pembunuhan Be­ren­cana. Ancaman hukumannya minimal 15 tahun penjara dan maksimal diancam hukuman mati. (kid/cr2)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!