Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 15:04:20 WIB
BERITA DAERAH

Kota Payakumbuh

Hujan Badai Terjang Latina

23 Rumah Rusak, 1 SD Ditimpa Pohon

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Senin, 29/04/2013 12:54 WIB • FAJAR RILLAH VESKY • 536 klik

Payakumbuh, Padek—Hujan badai menerjang lima kelurahan di Kecamatan Lamposi Tiga Na­gari (Latina), Kota Payakumbuh, Sabtu (27/4), sekitar pukul 17.30 WIB. Kelima kelurahan yang diterjang hujan badai itu, Koto Panjang Dalam, Parambahan, Sungaidurian, Koto Panjang Padang dan Padangsikabu.

 

Akibat hujan badai tersebut, sebanyak 24 unit rumah, sekolah, dapur, teras rumah, kandang ayam, kandang itik dan pondok cetak batu-bata milik penduduk mengalami kerusakan. “Se­dang­kan kerugian ditaksir mencapai Rp144,6 juta,” kata Camat Lam­posi Tigo Nagari Doni Prayudha kepada Padang Ekspres, Minggu (28/4) siang.

 

Pantauan Padang Ekspres, kerusakan paling parah akibat hujan badai di Payakumbuh, terjadi di Kelurahan Koto Pan­jang Dalam. Di kelurahan ini, 2 kepala keluarga terpaksa me­ngungsi karena rumah mereka hancur setelah ditimpa pohon yang tumbang akibat dihantam angin.

 

Kedua keluarga yang me­ngungsi itu, keluarga Ermawati di RT 03/RW 02 dan keluarga Yu­sri­zal di RT 01/RW 03. “Ke­duanya, sempat mengungsi pada Sabtu malam karena rumah me­reka rusak berat. Tapi hari ini pihak keluarga dibantu masya­rakat dan pihak kelurahan, sudah bergotong-royong untuk mem­bersihkan,” kata Camat Doni Prayudha.

 

Selain merusak rumah Erma­wati dan Yusrizal, hujan es di­sertai badai yang menerjang Koto Panjang Dalam, juga merusak rumah Dayurnis di Rt 02/RW 03, surau Datuk Naro di RTR 03/RW 03, dapur keluarga Tetia Kada­warti, pondok batu bata IM Dt Naro dan Amrizal di RT 02/RW 02, serta tungku batu bata milik Kori di RT 02/RW 03.

 

Sementara di Kelurahan Pa­ram­bahan, hujan badai me­num­bangkan sebuah pohon yang berada di lingkungan SD Negeri 08 Payakumbuh tumbang. Se­hingga membuat atap bagian depan SD kebanggaan masya­rakat Parambahan itu mengalami kerusakan sepanjang 10 meter.

 

Tidak cuma merusak sekolah, hujan badai di Parambahan juga merusak rumah keluarga Nadar di RT 01/RW 01, rumah keluarga Nurwalis di RT 02/RW 01, ru­mah keluarga Novialdi di RT 02/RW 01, antena parabola Ju­mingan di RT 03/RW 02, dapur keluarga Syarifudin dan kandang ayam hasnita.

 

Sedangkan di Sungaidurian, hujan badai membuat rumah yang dihuni keluarga Katar K di RT 04/RW 03 dan rumah keluar­ga Silnen Evendi di RT 04/RW 02 rusak berat karena ditimpa po­hon. Selain itu, atap teras rumah keluarga Siti Marni di RT 06/RW 02 juga ikut roboh, berikut stan­dar jaringan listriknya.

 

Selain merusak ketiga rumah, hujan badai di Sungaidurian merobohkan kandang ayam milik Arwan Novel dan  kandang itik milik Novendra roboh, sehingga membuat 360 ekor ayam dan mati. Kemudian, atap pondok batu bata milik Meko juga diter­bangkan angin, sehingga mem­buat batu bata yang sudah dice­tak, jadi hancur,” kata Sekcam Latina B Nasution.

 

Adapun di Koto Panjang Pa­dang, hujan badai membuat rumah keluarga M Herdi Sahida, ditimpa pohon. Sedangkan di Padangsikabu, hujan badai mem­buat pohon menimpa rumah keluarga Rini Doni dan meng­hantam pondok batu bata milik Mawi Etek Arianto, tokoh ma­sya­rakat setempat.

 

“Sebanyak 15 ribu batu bata yang sudah dicetak anggota saya, ru­buh dan hancur, akibat diter­bang­­kan angin. Saya tidak me­nyang­ka, hujan maniak (hujan es) disertai angin badai, akan meng­hantam pondok batu batu saya,” ucap Mawi Etek Arianto yang  juga Bacaleg Partai Ge­rindra itu.

 

Korban Akan Diberi Bantuan

 

Hanya berselang  30 menit setelah hujan badai menghantam 5 kelurahan di Lamposi Tigo Nagari (Latina), Asisten I Setdako Yoherman bersama  Kepala Ba­dan Kesbang dan Penang­g­u­langan Bencana Daerah Yufnani Awai, Camat Latina Doni Pra­yudha, dan sejumlah pimpinan SKD, langsung turun ke lokasi, guna memberikan pertolongan kepada penduduk.

 

“Ini merupakan bencana alam. Pemerintah kota akan mem­berikan bantuan untuk  me­reka yang mengalami keru­gian cu­kup parah. Dan Partisipasi war­ga juga sangat diharapkan. Mari kita  tumbuhkembangkan se­mangat kesetiakawanan kita,” ucap Yoherman dan Yufnani Awai.

 

Terpisah, Wali Kota Paya­kumbuh  Riza Falepi dan Wakil Wali Kota Suwandel Muchtar, meminta Badan Kesbang Pe­nanggulangan Bencana yang dalam waktu dekat akan dipisah menjadi BPBD serta Kantor Kes­bang, agar berkordinasi dengan kecamatan, untuk mendata keru­gian akibat hujan badai di Latina.

 

“Kami sudah perintahkan, Kepala Badan Kesbang dan Pe­nanggulangan Bencana Daerah beserta SKPD terkait dan Pe­merintah Kecamatan Latina, untuk mengerahkan personel, membantu masyarakat yang men­­jadi korban hujan badai,” kata Riza Falepi dan Suwandel Muchtar, selepas mendampingi Mensos Salim Segaf Aljufrie, meresmikan rumah pemakaian rumah layak huni di Talawi, Minggu siang.

 

Jalan Duku Terban

 

Sementara itu dari Kelurahan Balaikaliki, Nagari Koto Nan Gadang, Payakumbuh Utara, dilaporkan, hujan deras yang terjadi Sabtu (27/4) sore, mem­buat  Jalan Duku di  di tepian Sungai Batang Agam, dari Kelu­rahan Balai Kaliki menuju Kelu­rahan Muaro, terban sepanjang  20 meter.

 

Akibatnya, sejak Sabtu sore, akses jalan tersebut ditutup dari arah RSUD dr Adnaan WD, ka­rena tak bisa dilewati kendaraan bermotor. Pihak Polantas sudah memasang police line di seputar jalan terban itu. Sedangkan Ke­pala Dinas PU Muswendri Evites bersama Kabid Bina Marga  Zul Arman, langsung datang ke lo­kasi.

“Berdasarkan hasil survei se­mentara, penyebab  terbannya jalan, akibat air  yang tidak masuk ke polongan drainase,” ujarnya. (*)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!