Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 15:14:43 WIB
PRO SUMBAR

UN Sumbar Kacau-balau

♦ 42 Sekolah Kekurangan Soal | ♦ Mendikbud Didesak Mundur

Padang Ekspres • Selasa, 16/04/2013 11:51 WIB • TIM PADEK • 3002 klik

Pelaksanaan Ujian Nasional di SMAN 3 Padang

Padang, Padek—Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA, MA dan SMK pada hari pertama di Sumbar, kemarin (15/4), kacau-balau. Ratusan peserta UN gagal mengikuti ujian akibat ketiadaan soal. Bahkan, kejadian luar biasa (KLB) UN 2013 ini membuat se­jumlah kalangan mendesak Men­dikbud mundur.

 

Informasi dihimpun Padang Ekspres di kabupaten/kota se-Sumbar menyebutkan, keku­ra­ngan soal UN merata terjadi di sejumlah daerah. Di Padang misal­nya, terca­tat 301 naskah soal yang kurang. Kekurangan terbanyak di 18 seko­lah, sehingga ujian molor. Me­ngantisipasi itu, koordinator pe­nga­was UN perguruan tinggi di pu­sat memutuskan penggandaan soal. Namun begitu, tetap saja be­lum cukup menutupi keku­rangan soal. Beberapa sekolah di Sumbar tidak bisa melaksanakan UN.

 

Koordinator Pengawas UN Sumbar yang juga Rektor Unand, Dr Werry Darta Taifur kepada Padang Ekspres saat memantau UN di SMKN 5 Padang, mengakui kekurangan soal terja­di hampir di seluruh kabupaten/kota se-Sumbar. Werry men­catat ada 42 sekolah kekurangan naskah soal. “Biarpun begitu, UN tetap dilaksanakan dengan cara menggandakan soal,” kata Werry.

 

Penggandaan soal meli­bat­kan kepala sekolah, pengawas dari perguruan tinggi, dan kepo­lisian. Penggandaan dilakukan pagi hari sebelum ujian dimulai. “Naskah soal diambil dari ma­polsek malamnya. Paginya, naskah 20 paket soal UN digan­dakan sebanyak kekurangan. Penambahan ini dimasukkan dalam berita acara sesuai ins­truk­si koordinator pusat. Kita jamin kerahasiaan soal masih sangat terjaga. Sebab, peng­gandaan dikawal polisi, dinas pendidikan dan perguruan ting­gi,” ulasnya.

 

Kondisi itu menyebabkan jadwal pelaksanaan ujian molor. Yang seharusnya mulai pukul 07.30, di beberapa sekolah di­undur 30 menit hingga satu jam lebih.  “Semuanya telah kita atur dan pikirkan, siswa tidak akan dirugikan dengan kondisi se­perti ini. Lembar jawaban sis­wa akan di-scan di Puskom UNP. Khusus lembar jawaban fo­to copy, tim panitia akan me­lakukan pe­mindaian tersen­di­ri sehingga jawaban siswa bisa dibaca dan tidak bertukar,” ucapnya.

 

Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim, didampingi Kepala Disdik Sumbar, Syamsul Rizal saat memantau pelaksa­naan UN di SMAN 1 Padang, mengklaim kekurangan soal itu tidak akan menimbulkan per­soalan baru.

 

Dari penelusuran Padang Ekspres, Kepala SMKN 3 Pa­dang, Yusrizal menyebut se­kolahnya kekurangan 60 naskah soal. Sesuai instruksi dari koor­dinator pengawas, pukul 06.00 WIB, dia beserta pengawas dari Unand, dan kepolisian mem­fotokopi soal di kawasan Lolong. Akibatnya, jadwal ujian tertunda hingga pukul 09.00 dan berakhir pukul 11.00.

 

62 Siswa Padang tak UN

 

Kabid Pendidikan Mene­ngah, Dinas Pendidikan Padang, Welita mencatat ada 63 peserta tidak ikut ujian pada hari perta­ma UN. Dari catatan sekolah, siswa ini sudah mengundurkan diri dan tidak diketahui kabar­nya. Namun, Welita belum men­da­patkan informasi soal adanya peserta tidak ikut karena sakit.

 

Sedangkan di SLB Wacana Asih, ada dua siswa—Pratiwi dan Rida Utama—gagal ikut UN karena tak ada soal. Menanggapi itu, Sekretaris Panitia UN Disdik Sumbar, Zakri memastikan keduanya bisa mengikuti ujian susulan nantinya.

 

Satu Jurusan Batal UN

 

Di Payakumbuh, satu juru­san tak bisa UN akibat ketiadaan soal. Kasus ini ditemukan di SMA Negeri 2 Payakumbuh. Di sekolah berjulukan “Kampus Flamboyan” ini, sebanyak 84 siswa-siswi jurusan IPS batal mengikuti UN. Ini terjadi karena soal Bahasa Indonesia yang diujikan, tidak sampai ke sekolah di kawasan Bukiksitabuah, Na­gari Aiatabik tersebut.

 

“Kami kecewa sekali. Naskah ujian Bahasa Indonesia untuk siswa-siswi jurusan IPS, tidak sampai ke sekolah kami. Sehing­ga,  84 siswa-siswi batal mengi­kuti ujian. Padahal, mereka sudah lama mempersiapkan diri,” kata Kepala SMAN 2 Paya­kumbuh Haji Yunaidi kepada Padang Ekspres, Senin siang.

 

Yunaidi menjelaskan, perka­ra itu sudah diketahuinya sejak Minggu (14/4) malam. Waktu itu, ada pemberitahuan dari Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan untuk wilayah Paya­kumbuh. “Pada Minggu malam, Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan yang berasal dari perguruan tinggi memberita­hukan, untuk SMAN 2 Paya­kumbuh, naskah soal jurusan IPS tidak ada. Karena itu, saya tanyakan, bagaimana tindak lanjutnya. Tapi sampai pukul 22.00 WIB, naskah soal tetap tidak ada,” kata Yunaidi.

 

Pada Senin pagi, saat pihak sekolah bersama pengawas me­ngam­bil naskah ujian yang di­amankan di Mapolsekta Paya­kumbuh kawasan Ka­niangbu­kik, tetap saja naskah ujian untuk siswa-siswa jurusan IPS SMAN 2 tidak ada.

 

Setelah digelar pertemuan antara Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan, pengawas ruangan (pengawas ujian seko­lah) dan Dinas Pendikan, akhir­nya disepakati, ujian Bahasa Indonesia untuk 84 siswi-siswi jurusan IPS SMAN 2 Paya­kumbuh ditunda.

 

Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Nasional 2012 versi Kementerian Agama itu masih khawatir kejadian itu berulang hari ini. “Naskah ujian untuk besok (hari ini, red), masih belum cukup juga,” kata Yunaidi. Ada 236 siswa-siswinya dari jurusan IPA mengikuti ujian fisika dan bahasa Inggris hari ini. Sedangkan 84 siswa-siswi juru­san IPS, mengikuti ujian eko­nomi dan bahasa Inggris.

 

Selain persoalan naskah ujian bahasa Indonesia tidak sampai ke SMAN 2, beberapa sekolah juga kekurangan soal. Seperti di SMAN 3, MAN 3, SMA  PGRI dan SMKN 2. “Di SMK Negeri 2, naskah ujian teknik komputer tidak cukup. Begitu pula di SMAN 3, MAN 3, dan SMA PGRI. Sesuai surat yang kami terima, sekolah yang me­nga­lami kekurangan naskah ujian dapat mem-foto copy sendiri. Dan, itu sudah dilakukan tadi pagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh Hasan Basri, Senin sore.

 

Hasan menyebut, jumlah pe­serta UN di Payakumbuh men­capai 3.416 orang. Terdiri dari dari 1.252 pelajar SMA, 1.632 pelajar SMK, 464 pelajar MA, dan 68 warga belajar paket C.

 

Kekurangan soal juga terjadi di Solok Selatan (Solsel). Seba­nyak 32 siswa batal mengikuti ujian karena tidak kebagian soal. Se­dangkan 21 siswa lainnya di­nyatakan drop out (DO). Ke-32 siswa batal ikut UN itu siswa Madrasah Aliyah (MA) jurusan aga­ma. Masing-masing MAN Mua­ralabuh 19 siswa, dan MA Bus­tanul Huda sebanyak 13 siswa.

 

Data Dinas Pendidikan Sol­sel, peserta UN tercatat 1.789 siswa SMA, SMK, MA dan 40 siswa paket C. Namun, dari 1.057 siswa SMA satu orang dinya­takan DO, dari  508 siswa SMK enam orang DO, dari 183 siswa MA dua orang dinyatakan DO, dan dari 40 siswa paket C 12 di antaranya DO. Sehingga, total siswa DO sebanyak 21 orang.  “Salah satu penyebab DO karena sudah menikah dan jarang ma­suk sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Solsel, Fidel Efendi.

 

Di Sijunjung, sebanyak 23 siswa Jurusan Keagamaan di MAN Palangki tidak bisa me­ngikuti ujian karena tidak ada soal. “Ke-23 siswa ini akan mengikuti ujian susulan,” sebut Yusmaleni, Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pen­di­dikan Sijunjung, kemarin. Di Sijunjung, UN diikuti 117 siswa.

 

Di Pasaman, tercatat empat orang siswa tidak mengikuti UN. Seorang diketahui sakit dan tiga orang lainnya DO. Di sini UN diikuti 3.044 siswa, yakni SMA 1.651 orang, MA 478 orang, dan SMK 915 orang. “Alhamdulillah, hari pertama UN berjalan lancar tanpa ada kendala sedikit pun. Semua siswa terdaftar mengi­kutinya dengan baik,” ujar Kepa­la Dinas Pendidikan Pasaman, Khairil Anwar, kemarin.

 

Di Padangpanjang, seorang guru pengawas dan 19 siswa tidak hadir dari 1.977 total peser­ta UN. Selain itu, juga terdapat 44 lembar soal kurang untuk Jurusan Agama, serta satu soal Jurusan IPA di Diniyah Putri dinyatakan rusak.

 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padangpanjang, Syahrizal menyebutkan,  19 sis­wa yang tidak ikut UN ma­sing-masing SMK Karya 8 orang, SMK Cendana 6 orang, SMKN1 4 orang, dan SMAN 2 1 orang.

 

Sedangkan kekurangan soal dialami di MA Serambi Mekah sebanyak 11 lembar, MA Tha­walib Putra 13 lembar, MAN Gunung 7 lembar dan MA Dini­yah Putri 13 lembar. Namun sekolah ini tetap melaksanakan UN dengan menggandakan soal.

 

Di Padangpariaman, 2 dari 175 peserta  tidak bisa ikut UN. Keduanya, Lola Andini sakit kronis dan berobat ke Singa­pura, seorang lagi menikah. Biar begitu, Plt Kabid  SMA/SMK Metri Akbarsyah mengaku be­lum dapat laporan dari tim penyelenggara ujian.

 

Di Pessel, kekurangan soal terjadi di SMAN 2 Pancungsoal sebanyak 79 buah. Selain itu, ditemukan sampul bidang studi bahasa Indonesia isinya bahasa Inggris di SMAN 1 Batangkapas. “Soal Bahasa Inggris yang telan­jur dilihat, diamankan tim pe­ngawas independen,” ujar Ke­pala Dinas Pendidikan Pessel, Rusmayul Anwar.

 

Di Pasbar, sebanyak 33 orang siswa tidak mengikuti UN 2013. Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Ahmad Hosen me­nga­takan, sebanyak 11 orang siswa SMA tidak UN akibat tiga orang sakit dan delapan DO. Lalu, SMK 9 orang (DO) dan MA sebanyak 13 orang (DO).

 

Di Batusangkar, terdapat kekurangan soal di MAN Lima­kaum dan SMK I Batusangkar. Kepala Dinas Pendidikan Ta­nah­datar Indra Kusuma menga­takan, kekurangan soal diatasi setelah memanfaatkan kele­bihan soal di SMK Pagaruyung.

 

Sementara di Kota Pariaman dan Sawahlunto, dilaporkan ha­ri pertama UN berjalan lancar.

 

Abaikan Desakan Mundur

 

Terpisah, Ketua Forum Ko­munikasi Guru Payakumbuh Adnin Syam meminta Kemen­diknas, bertanggung jawab pe­nuh terhadap buruknya distri­busi soal ujian nasional. Dia juga meminta Kemendikbud meng­hen­tikan pelaksanaan UN mulai ta­hun ini. “Penilaian siswa itu hak guru. Jangan dipaksakan lagi UN. Karena pelaksanaannya terbukti kacau-balau dan mem­buat panik siswa, guru serta wali murid,” kata Adnin Syam.

 

Ketua Umum IPM Paya­kumbuh, Zidny Ilmiah, didam­pingi Ketua Bidang Pengka­deran Yolvia Putra dan Ketua Bidang Advokasi Adelia malah meminta Mendikbud segera diganti. “Dengan kondisi ini, soal UN rawan bocor,” ucapnya.

 

Ketua PGRI Sumbar, Zainal Akil menilai karut marut pelak­sanaan UN mengganggu kon­sen­trasi siswa. “Saya sendiri heran, kenapa bisa kurang nas­kah soal UN. Ini harus dieva­luasi,” ulasnya.

 

Mantan Kepala Dinas Pen­didikan Padang, Bambang Su­trisno menyebut modus keku­rangan naskah soal UN menjadi indikasi kebocoran soal. “Bia­sanya soal berlebih karena siswa didaftarkan tiga bulan sebelum UN. Kalau kurangnya hampir setiap mata pelajaran, tentu jadi pertanyaan,” tukasnya.

 

Menerima laporan banyak pihak meminta Mendikbud M Nuh mundur, Nuh menja­wab­nya dengan nada tegas. “Saya jawab (desakan mundur itu, red) yang menjadikan saya menteri bukan mereka. Biarkan saya bertanggung jawab menyelesai­kan tugas UN ini sampai beres. Saya bekerja, bekerja, dan be­kerja supaya semuanya tuntas,” tegasnya kemarin (15/4).

 

Dia meminta para pemer­hati dan pegiat pendidikan yang merasa kawan atau sahabat Kemendikbud, sedianya ikut memikirkan solusi tertundanya UN ini. “Kalau tidak ada (usulan solusi, red), jangan menambah perkara dulu. Carikan jalan keluarnya untuk Kemen­dik­bud,” kata mantan rektor ITS itu. Nuh mengakui sedang meng­hadapi persoalan riil kacaunya pelaksanaan UN 2013. “Silakan berkomentar. Saya terus be­kerja,” papar dia.

 

Sebelumnya, pengunduran jadwal UN di 11 provinsi Minggu lalu (14/4), Nuh mengatakan kasus UN 2013 disebabkan urusan teknis di PT Ghalia Indonesia Printing. Namun dia me­ngatakan, gelaran UN ini adalah agenda negara dalam hal ini Kemendikbud.

 

Desakan pencopotan Men­dikbud juga disuarakan Sekjen Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia (PGSI) Suparman. Dia mengatakan, dalam sejarah ujian akhir di Indonesia, baru tahun ini UN diundur. “Setelah UN selesai, kami menuntut Presiden SBY mengevaluasi kinerja Mendikbud,” ujarnya.

 

Inspektur Jenderal Kemen­dik­bud Haryono Umar menga­takan, investigasi KLB UN 2013 sudah berjalan. Upaya itu diam­bil setelah muncul lapo­ran ma­sya­rakat bahwa ada ke­jang­galan dalam penetapan pe­menang tender percetakan UN untuk keenam paket soal ujian. (ek/mal/sih/cr3/roy/yon/ris/wrd/eri/mg19/nia/jpnn)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!