Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 22:51:18 WIB
RAKYAT SUMBAR

Bupati Siap Adukan Bos Tambang

Kasus Tertangkapnya 15 Truk Pengangkut Alat Kapal Keruk

Padang Ekspres • Senin, 15/04/2013 11:53 WIB • ARDITONO • 981 klik

 Peralatan kapal keruk dan drum yang diamankan tim gabungan pemberantasan tamban

Solsel, Padek—Masih beroperasinya puluhan ekskavator mengeruk bumi Solok Selatan hingga kini, membuat Bu­pati Solok Selatan, Muzni Zakaria berang. Dia akan melaporkan pimpinan salah satu perusahaan tambang ke Kapolda Sumbar karena nekat mendrop alat berat ke Batang Bangko sebanyak 15 truk.

 

Alat berat itu rencananya dirakit menjadi kapal keruk untuk menambang emas secara ilegal. Peralatan kapal keruk itu kini disita sebagai barang bukti.

 

“Kita sudah ingatkan berkali-kali, agar kegiatan penambangan dihentikan. Tapi masih saja berani memasukkan alat berat ke lokasi pertambangan liar. Siapa pun mereka, wajib diadili secara hukum yang berlaku. Saya yakin, bekingannya le­bih kuat. Sehingga mudah menerobos apa­rat,” tegas Bupati Solsel Muzni Zaka­ria kepada Padang Ekspres, kema­rin (14/4).

 

Bupati menegaskan akan melawan siapa pun yang ambil emas di Solsel secara ilegal, termasuk aparatur peme­rintahan dan aparat penegak hukum. Terkait tertangkap basahnya alat berat milik salah satu perusahaan tambang emas oleh tim terpadu, Kamis (11/4),  Bupati Solsel mengatakan sedang meneli­ti administrasi pelanggaran yang dilakukan perusahaan itu.

 

“Kami akan mencabut IUP (izin usaha pertambangan). Tak ada lagi toleransi. Pencabutan izin dilakukan sebagai langkah memutuskan atau sanksi sesuai hukum yang berlaku. Perusa­haan itu tidak dibenarkan lagi berinvestasi di Solsel. Walau nama perusahaannya diganti,” kata Muzni Zakaria geram.

 

Seperti diketahui, peralatan kapal keruk yang dibawa 15 truk itu milik PT Bina Bhakti Pratiwi. Alat kapal keruk itu ditangkap Tim Terpadu Pem­berantasan Emas Ilegal Kabu­paten Solsel, Kamis (11/4).  

 

Tertangkapnya 15 truk pe­ngangkut alat berat kapal keruk itu, menurut Bupati, menan­dakan masih ada niat perusa­haan tersebut melakukan pe­nam­bang emas secara liar.

 

“Jika pelanggaran hukum benar-benar terjadi, kita lapor­kan ke aparat hukum untuk diproses. Yang jelas siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum di daerah ini, tanpa terkecuali, harus diproses se­cara hukum,” pungkasnya.

 

Kepingan baja kapal keruk yang dibuang sopir truk di KM 11 dan KM 12 Bukit Lambung-Lambung (lokasi PT Andalas Merapi Timber), hari ini Senin (15/4) akan dijemput polisi kehutanan dan tim terpadu Kabupaten Solsel.

 

“Satu unit ekskavator dan sekitar 250 kepingan baja kapal keruk akan kita jemput ke lokasi hari ini. Ini bukti nyata, bahwa alat berat terus masuk ke lokasi pertambangan liar. Alat ini akan kita titip di Mapol­da atau di Mapolres Solsel,” ulasnya.

 

Untuk sementara, kata Muz­­ni, alat berat itu di­amankan di Kantor Bupati Sol­sel. Muzin menyebut masih banyak lagi kawasan tambang emas ilegal, seperti Batang Bangko, Batang Gumanti, Batang Sungai Pe­nuh, Batang Hari, Alai dan Mu­ko-Muko yang belum dibe­rantas.

 

“Kita akan razia melibatkan Danrem Wirabraja, Dan­lan­tamal, Tim Terpadu Provinsi dan Kabupaten. Kita bersihkan illegal mining,” jelas Muzni.

 

Ratusan ekskavator dan puluhan kapal keruk yang ma­sih beroperasi, kata Bupati, segera ditangkap pemiliknya, penyewa dan aparat yang ber­main. “Dalam waktu dekat, oknum dan alat berat dapat diringkus di lokasi pertam­bangan,” bebernya.

 

Sekkab Solsel, Facril Murad mengimbau masyarakat Solsel jangan mau diperalat pengu­saha tambang nakal untuk melawan pemkab dan aparat.

 

“Pemkab ingatkan supaya masyarakat dan tokoh pemuda Solsel jangan terpengaruh oleh adu domba pengusaha tam­bang. Mari kita bersatu mem­bersihkan pertambangan liar agar pemba­ngunan daerah lancar, masya­ra­kat sejahtera,” katanya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!