Rabu, 23 April 2014 - 22 Jumadil Akhir 1435 H 15:05:48 WIB
PRO SUMBAR

Bencana Kepung Sumbar

Satu Rumah Tertimpa Longsor, Empat Mobil Remuk

Padang Ekspres • Minggu, 07/04/2013 06:08 WIB • TIM PADEK • 1618 klik

pohon pelindung tumbang dari badan jalan,  di Jalan Hiliigoo, Kecamatan Padang B

Padangpariaman, Padek—Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai badai dua hari terakhir, memicu longsor dan pohon pelin­dung bertumbangan di Padang, Pa­da­ng­pariaman, Kota Pariaman, dan Ke­pulauan Mentawai. Satu ru­mah dihantam longsor di Ko­ro­ng Kam­puang Jilatang, Na­gari Cam­pago, Keca­matan V Ko­to Kam­puang Dalam, Pa­da­ng­pariaman.

 

Di Padang, pohon tumbang di 11 titik menimpa empat mobil dan satu rumah semi permanen. Sampai berita ini diturunkan, tak ada korban jiwa dalam rentetan musibah tersebut. 

 

Longsor menimpa rumah Salman, 43, warga Korong Kam­puang Jilatang, Nagari Cam­pago, Kecamatan V Koto Kam­puang Dalam, Padangpariaman itu, terjadi Jumat malam (5/4) sekitar pukul 21.00. Akibat kejadian itu, seorang anak Sal­man bernama Rega Walasdi, 7, mengalami luka-luka di be­be­rapa bagian tubuhnya, dan harus mendapat perawatan intensif di RSUD Kota Pariaman. Se­da­ng­kan adiknya, Ikra Syahid, 5, sempat pingsan beberapa jam akibat shock.

 

Informasi berhasil dihimpun Pa­dang Ekspres melalui Sal­man. Sebelum kejadian, me­nu­rut Salman, kedua anaknya (Rega dan Ikra, red) tidur di kamar bagian belakang ru­mah­nya. Sedangkan istri dan seorang anaknya, tidur di kamar depan. Sekitar pukul 21.00, tiba-tiba terdengar dentuman keras dari arah bukit belakang rumahnya. Tak lama berselang, meterial longsoran sudah menembus dinding kamar belakang tempat kedua anaknya tertidur.

 

Tak hayal, material long­so­ran menyeret kedua anaknya. Bah­kan, separoh badan anaknya ter­timbun longsor. ”Saat itu kedua anak saya tertimbun dalam keadaan terbalik. Di mana, bagian kepala sampai pusarnya tertimbun tanah. Mu­jur, ke­duanya bisa dengan cepat dise­la­matkan. Kalau sampai ter­lam­bat beberapa menit saja, mun­g­kin nyawa keduanya bisa te­rancam,” ungkapnya.

 

Akibat kejadian itu, Salman bersama keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah sau­da­ra­nya berjarak beberapa puluh meter dari lokasi. ”Kami masih sangat trauma atas kejadian tersebut, apalagi salah seorang anak saya sempat pingsan sela­ma beberapa jam usai kejadian. Mujur, dia tak kurang satu apapun,” terangnya.

 

Pantauan Padang Ekspres di RSUD Pariaman, Rega sem­pat mengalami luka serius pada bagian mukanya, terlihat mulai membaik. Biar begitu, dia terli­hat masih trauma atas kejadian baru saja di­a­laminya.

 

Camat V Koto Kampung Dalam, Ali Mustafa ketika dikon­firmasi Padang Ekspres men­ye­butkan, pihaknya sengaja me­ngu­ngsikan korban ke lokasi aman guna menghindari ke­mu­ngkinan tak diinginkan. ”Apalagi seperti diketahui curah hujan masih tidak menentu, sehingga dikhawatirkan bisa menimbul­kan longsor susulan,” terangnya.

 

Selain memicu longsor, hu­jan badai melanda kawasan itu juga menyebabkan sejumlah pohon bertumbangan. Bahkan, beberapa di antaranya sempat menimpa rumah warga. ”Na­mun syukurlah, sejauh ini ke­jadian itu tidak sampai me­nim­bulkan jatuhnya korban jiwa,” ungkap Ali Mustafa.

 

Tak hanya itu, sejumlah baliho roboh. Seperti terlihat di Simpang Tabuik, satu baliho berukuran raksasa patah akibat hantaman angin kencang. Begitu pula sejumlah pohon di kawasan Muaro Pariaman, terlihat ber­tum­bangan dan menghambat laju kendaraan.

 

Empat Unit Mobil Remuk

 

Di Padang, sebanyak 11 batang po­hon pelindung bertumbangan di sebelas lokasi berbeda. Di Jalan Hiligoo, Kecamatan Padang Barat, pohon tumbang menimpa tiga unit mobil sedang parkir di kawasan tersebut. Ketiganya, yakni satu unit pikup L300, satu unit To­yota Rush, dan Kijang Innova. Ketiga mobil tersebut terlihat ringsek usai tertimpa pohon besar tersebut. Selain itu, pohon tumbang juga me­nga­kibatkan sebuah pelang merek berukuran besar rusak. Kendati tak ada korban, namun arus laluluntas sekitar lokasi sempat macet dan pengemudi memilih putar arah selama 1 jam. 

 

Elli, 49, salah seorang saksi mata berjualan 4 meter dari pohon tumbang mengatakan, pohon tumbang secara per­lahan-lahan dan mengarah ke seberang jalan. ”Beruntung tidak mengarah ke warung kami. Jika tidak, kami bisa tertimpa,” ujar­n­­ya. Elli bersama suaminya lang­sung menyelamatkan diri sete­lah mendengar pohon re­ngkah.

 

Welly, 52, pemilik mobil Toyota Kijang Innova men­ga­takan, saat itu ia memakirkan kendaraannya guna membeli barang. Namun saat kembali, mobilnya sudah tertimpa pohon. ”Mobil saya remuk dan hancur, total kerugian mencapai Rp150 juta,” ujarnya.

 

Di waktu hampir bersamaan (sekitar pukul 17.00), giliran pohon pelindung di depan KFC Jalan Veteran tumbang me­lintang di jalan. Akibatnya, ken­daraan pun terpaksa ber­putar arah melewati jalan Samudra. Beruntung belasan personel Badan Penanggulangan Ben­cana dan Kebakaran Daerah (BPBKD) Kota Padang dengan peralatan lengkap sigap mem­bersihkan pohon tumbang ter­se­but. Sekitar satu jam ke­mu­dian, arus lalulintas kembali normal.

 

Sekitar pukul 17.12 WIB, pohon tumbang di depan rumah dinas wakil Gubernur dan me­nimpa kabel listrik. Petugas langsung membersihkan pohon tumbang, sehingga tidak terjadi kemacetan dan gangguan listrik. Pukul 17.15 WIB, giliran pohon pelindung di Kompleks GOR H. Agus Salim tumbang dan me­nimpa warung warga.

 

Sebelumnya, sekitar pukul 16.00 sebuah pohon tumbang di kawasan Muara Kasang, Kelu­rahan Padang Sarai, Kototangah dan menimpa satu unit rumah semi permanen. Tidak hanya di kawasan tersebut, sekitar pukul 09.30 sebuah pohon juga tum­bang di kawasan Siti Nur­baya Kelurahan Batang Arau. Selain itu, pohon tumbang juga terjadi di simpang Kalumpang me­nim­pa satu unit mobil Avan­za, lalu depan LP Muara Padang, Siteba, Pasir Jambak, Gunung Padang, batas kota, serta satu pohon di kawasan Kompleks sekolah Kartika.

 

Kabid Damkar Badan Pe­na­ng­gulangan Bencana dan Keba­karan Daerah Kota Padang, Edi Asri mengatakan, ke-11 pohon-pohon tumbang tersebut ber­hasil dibersihkan sehingga arus lalu lintas kembali normal. ”Kerugian mencapai ratusan juta,” ujar Edi. Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kew­as­padaan, karena cuaca ekstrem disinyalir akan berlangsung beberapa hari ke depan.

 

Terpisah, Badan Meteo­rologi, Klimatologi, dan Geo­fisika (BMKG), Ketaping, Pa­dang, juga mengimbau warga tetap meningkatkan ke­was­padaan sampai akhir April. ”Sumbar memiliki dua fase puncak curah hujan tinggi, fase pertama terjadi pada bulan Maret hingga April, dan fase kedua pada bulan Oktober hi­ngg­a November. Saat ini, kita berada pada fase pertama,” jelas Ko­ordinator Analisa dan Per­kiraan BMKG Padang, Budi Imam Sarmiaji.

 

Budi mengatakan, hujan berlangsung terus-menerus dengan intensitas tinggi meng­­kilibatkan kondisi tanah menjadi jenuh terhadap penyerapan air. Sehingga berpotensi banjir, serta longsor cukup tinggi. “Kita imbau masyarakat tetap men­jaga kewaspadaan, terutama bermukim di kawasan per­buk­itan,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Tanggap Darurat dan Logistik (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Da­erah (BPBD) Sumbar, Ade Ed­ward. Dia mengungkapkan, curah hujan tinggi berpeluang terjadi di wilayah bagian tengah, seperti Padang, Bukittinggi, Padangpanjang, Payakumbuh, dan Agam, Solok, Limapuluh Kota, Tanahdatar, Pasaman dan Pasaman Barat bagian Selatan,” ucapnya.

 

Ade menambahkan, jika gelombang berketinggian tiga sampai enam meter berpeluang terjadi di Kepulauan Mentawai bagian barat, selatan dan Sa­mudera Hindia, sehingga akan berpotensi abrasi. “Diharapkan warga berada di pesisir pantai tetap waspada, jika perlu kurangi aktivitas sekitar pesisir pantai,” ujarnya.

 

Sejumlah Desa Terendam

 

Di Kepulauan Mentawai, sejumlah desa terendam banjir akibat curah hujan dengan in­ten­sitas tinggi tiga hari terak­hir. Desa terendam banjir Mong­an­paula dan Dusun Sarilanggai Desa Sirilancah dengan jumlah penduduk 120 Kepala Keluarga (KK), kata Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet ketika dikonfirmasi dari Padang, Sabtu. Laporan sementara be­lum ada korban jiwa dan petugas BPBD Mentawai sudah dipe­rintahkan meninjau lokasi ban­jir.

 

Curah hujan yang tinggi membuat Desa Manganpoula, Kecamatan Siberut Utara, teren­dam banjir sedalam 2 meter lebih akibatnya rumah pang­gung beserta isinya ikut teren­dam. Sementara banjir juga melanda di Dusun Siri­langgai, Desa Malancan, Siberut Utara har­ta benda banyak yang han­yut. “Di Sirilanggai ke­da­la­man air mengenangi per­kam­pungan mencapai 1,5 meter, sementara di Desa Mon­gan­poula keda­la­man air mencapai 2,5 meter,” kata Ketua DPRD Mentawai, Hendri Dori Satoko

 

Di Sirilanggai, kata Hendri, akses menuju ke sana terputus, satu-satunya solusi jalan kaki menuju lokasi perumahan war­ga.  “Warga diungsikan di da­erah ketinggian, seperti sekolah dan gereja setempat.  (ris/w/cr2/ad)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Lokomotif tanpa Gerbong

KEPUTUSAN Ketua Umum Partai Persatuan Pem­ba­ngu­nan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) berkoalisi dengan Partai Gerindra tanpa syarat, ternyata berbuntut panjang.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Rabu ,23 April 2014

18 Caleg Incumbent Lolos

Agiah lo kesempatan yang baru-baru ko lai...........................!

 

Kepsek Pemukul Siswa jadi Tersangka

Proses sesuai hukum, Pak polisi...................................!

 

DPRD Pessel Diisi Wajah Baru

Lah tibo lo masonyo mah..............................!