Senin, 21 April 2014 - 20 Jumadil Akhir 1435 H 06:26:45 WIB
RAKYAT SUMBAR

Perampok Emas Dijerat UU Senpi

Padang Ekspres • Sabtu, 06/04/2013 13:39 WIB • • 307 klik

Dharmasraya, Padek—Nov­ri, 27, perampok ber­senjata api spesialis toko emas yang ditangkap Polres Dhar­masraya beberapa waktu lalu, juga terlibat dalam aksi peram­pokan dua toko emas di Batang Hari, Jambi. Kamis (4/4), anggota Polres Batang Hari mendatangi Polres Dhar­mas­raya untuk meminta ketera­ngan pada Novri terkait pe­ram­pokan dua toko emas di Batang Hari.

 

Kapolres Dhar­mas­ra­ya, AKBP Chairul Aziz didam­pingi Kasat Reskrim Iptu  Lazuardi mengatakan, selain di Dharmasraya dan Sijun­jung, Novri juga merampok dua toko emas di Batang Hari.

 

Polres Dharmasraya masih mengumpulkan bukti dan ke­te­rangan untuk menjerat kor­ban dengan kasus peram­po­kan. Untuk melengkapi ber­kas perampokan, Polres Dhar­masraya menjerat tersangka dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepe­milikan Senjata Api dengan ancaman penjara 10 tahun.

 

Menurut Chairul,  belum dinaikkannya kasus peram­pokan yang dilakukan tersang­ka di Pasar Ampalu Dhar­masraya, karena belum ada saksi yang membenarkan  me­li­hat tersangka melakukan perampokan. Karena pada saat merampok, tersangka pakai penutup kepala.

 

Selain itu, kata Chairul Aziz, barang bukti juga sudah habis.

 

Hanya ada barang bukti peng­ganti, yaitu satu unit sepeda motor yang dibeli dari hasil merampok di toko emas Pasar Ampalu tersebut.

 

“Walau tersangka menga­ku ikut merampok toko emas di Pasar Ampalu, namun saksi belum ada atau kawan ter­sang­ka yang ikut merampok toko emas tersebut belum ter­tang­kap. Sehingga untuk se­mentara kita naikkan dulu kasus kepemilikan senjata api ilegal tersangka. Jika anggota lainnya yang ikut me­rampok tersebut sudah tertang­kap, maka kasus pe­rampokan terse­but juga akan ki­ta naikkan,” papar Chairul. (ita) 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!