Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 02:34:42 WIB
METROPOLIS

Disdik Didesak Beri Pelatihan

Guru Belum Pahami Kurikulum 2013

Padang Ekspres • Kamis, 04/04/2013 13:28 WIB • EKA RIANTO • 377 klik

Marapalam, Padek—Se­jum­lah guru dan kepala sekolah di Kota Padang masih bingung dan belum memahami perubahan ku­rikulum 2013 yang akan diberlakukan pada 15 Juli atau tahun ajaran baru 2013/2014. Hingga kini, para guru dan kepala sekolah pun belum di­berikan bimbingan dalam me­mahami kurikulum ini.

 

“Saya akui, kami hanya tahu soal pemberlakuan kurikulum baru dari berita di media saja. Bahkan, telah ada guru yang mengunduh kurikulum ini di internet, tapi mereka malah kebingungan dan belum bisa memahami perubahan kuri­kul­um itu,” kata guru Geografi SMPN 8 Padang, Ambridas, ke­pada Padang Ekspres, kemarin.

 

Ambridas mencontohkan bidang studi IPS yang dia­jar­kannya. Sebelumnya, mata pe­la­jaran IPS dibagi menjadi geografi, sejarah, dan sosiologi. Pada kurikulum baru ini, terjadi penggabungan mata pelajaran IPS. “Dengan penggabungan menjadi IPS terpadu, para guru yang selama ini hanya mengajar per jurusan, tentu akan bi­ngung,” ujarnya.

 

Ambridas mengaku belum mendapatkan pelatihan atau pembinaan terkait kurikulum baru ini. “Di sekolah memang telah ada pendataan untuk menjadi master teacher, tapi belum juga dikirim untuk pem­berian materi. Saya khawatir ketika tahun ajaran baru di­mulai, guru belum memahami ku­rikulum baru ini,” kata Am­bridas.

 

Hal serupa diungkapkan Ke­pala SMAN 4 Padang, Yunisra. “Sampai saat ini baru pendataan saja. Belum ada guru yang dilatih untuk pelaksanaan kurikulum ini,” ulasnya.

 

Apalagi untuk tingkat SMA, siswa diberi kebebasan memilih mata pelajaran pilihan, yaitu IPA, IPS, dan Bahasa. Pe­nga­tu­ran ini belum dipahami oleh guru-guru.

 

Kabid Pendidikan Dasar Disdik Padang, Jelta Masri mengakui sosialisasi kurikulum baru ini belum berjalan mak­si­mal. “Saat ini, data guru yang akan dijadikan master teacher telah dikirim ke Lembaga Pen­jamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar. Ini sesuai surat yang diterima Disdik Padang agar mendata guru yang akan ikut pelatihan kurikulum baru ini,” ucap Jelta Masril.

 

Aturannya, setiap mata pela­jaran ada lima guru yang akan dijadikan master teacher. Untuk menjadi master teacher, ada sejumlah persyaratan yang ha­rus dipenuhi guru, seperti me­miliki piagam atau sertifikat pelatihan mengajar, dan lainnya.

 

Guru-guru ini lalu diberi pelatihan dan pemahaman oleh LPMP dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

 

Kepala LPMP Sumbar, Ja­maris Jamna mengakui hing­ga kini belum ada pelatihan yang diberikan pada guru-guru di Sumbar terkait kurikulum baru ini. LPMP masih tahap pen­da­taan dan mengirimkan data guru tersebut yang akan menjadi master teacher. Untuk jumlah berapa guru yang akan diberikan pelatihan ini, tergantung pada pemerintah pusat.

 

“Anggaran pelatihan guru ini dari pusat. Saat ini LPMP hanya menunggu, tidak memiliki kebi­ja­kan untuk memulai pelatihan ten­tang kurikulum ini,” ujarnya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!