Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 17:23:32 WIB
METROPOLIS

Disdik Didesak Beri Pelatihan

Guru Belum Pahami Kurikulum 2013

Padang Ekspres • Kamis, 04/04/2013 13:28 WIB • EKA RIANTO • 370 klik

Marapalam, Padek—Se­jum­lah guru dan kepala sekolah di Kota Padang masih bingung dan belum memahami perubahan ku­rikulum 2013 yang akan diberlakukan pada 15 Juli atau tahun ajaran baru 2013/2014. Hingga kini, para guru dan kepala sekolah pun belum di­berikan bimbingan dalam me­mahami kurikulum ini.

 

“Saya akui, kami hanya tahu soal pemberlakuan kurikulum baru dari berita di media saja. Bahkan, telah ada guru yang mengunduh kurikulum ini di internet, tapi mereka malah kebingungan dan belum bisa memahami perubahan kuri­kul­um itu,” kata guru Geografi SMPN 8 Padang, Ambridas, ke­pada Padang Ekspres, kemarin.

 

Ambridas mencontohkan bidang studi IPS yang dia­jar­kannya. Sebelumnya, mata pe­la­jaran IPS dibagi menjadi geografi, sejarah, dan sosiologi. Pada kurikulum baru ini, terjadi penggabungan mata pelajaran IPS. “Dengan penggabungan menjadi IPS terpadu, para guru yang selama ini hanya mengajar per jurusan, tentu akan bi­ngung,” ujarnya.

 

Ambridas mengaku belum mendapatkan pelatihan atau pembinaan terkait kurikulum baru ini. “Di sekolah memang telah ada pendataan untuk menjadi master teacher, tapi belum juga dikirim untuk pem­berian materi. Saya khawatir ketika tahun ajaran baru di­mulai, guru belum memahami ku­rikulum baru ini,” kata Am­bridas.

 

Hal serupa diungkapkan Ke­pala SMAN 4 Padang, Yunisra. “Sampai saat ini baru pendataan saja. Belum ada guru yang dilatih untuk pelaksanaan kurikulum ini,” ulasnya.

 

Apalagi untuk tingkat SMA, siswa diberi kebebasan memilih mata pelajaran pilihan, yaitu IPA, IPS, dan Bahasa. Pe­nga­tu­ran ini belum dipahami oleh guru-guru.

 

Kabid Pendidikan Dasar Disdik Padang, Jelta Masri mengakui sosialisasi kurikulum baru ini belum berjalan mak­si­mal. “Saat ini, data guru yang akan dijadikan master teacher telah dikirim ke Lembaga Pen­jamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar. Ini sesuai surat yang diterima Disdik Padang agar mendata guru yang akan ikut pelatihan kurikulum baru ini,” ucap Jelta Masril.

 

Aturannya, setiap mata pela­jaran ada lima guru yang akan dijadikan master teacher. Untuk menjadi master teacher, ada sejumlah persyaratan yang ha­rus dipenuhi guru, seperti me­miliki piagam atau sertifikat pelatihan mengajar, dan lainnya.

 

Guru-guru ini lalu diberi pelatihan dan pemahaman oleh LPMP dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

 

Kepala LPMP Sumbar, Ja­maris Jamna mengakui hing­ga kini belum ada pelatihan yang diberikan pada guru-guru di Sumbar terkait kurikulum baru ini. LPMP masih tahap pen­da­taan dan mengirimkan data guru tersebut yang akan menjadi master teacher. Untuk jumlah berapa guru yang akan diberikan pelatihan ini, tergantung pada pemerintah pusat.

 

“Anggaran pelatihan guru ini dari pusat. Saat ini LPMP hanya menunggu, tidak memiliki kebi­ja­kan untuk memulai pelatihan ten­tang kurikulum ini,” ujarnya. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!