Jum'at, 18 April 2014 - 17 Jumadil Akhir 1435 H 02:08:21 WIB
METROPOLIS

Tahapan Pilkada Padang Dimulai

KPU Dukung Dana Pilkada lewat APBN

Padang Ekspres • Rabu, 03/04/2013 12:05 WIB • • 713 klik

Kantor KPU Kota Padang

Sungaisapih, Padek—Komisi Pe­milihan Umum (KPU) Sum­bar mendukung pengalokasian dana pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) lewat AP­BN, menyusul sulitnya mem­perjuangkan anggaran pesta demokrasi di daerah tersebut melalui APBD.

 

“Lihat saja pengalokasian dana Pilkada Padang. KPU se­lalu kesulitan memperjuangkan anggarannya. Berdasar regulasi, tugas KPU hanya merencanakan dan pemda menyediakan. Tetapi pemda selalu lupa dan mem­bagi-bagi dulu dengan kegiatan lain,” kata Ketua KPU Sumbar, Marzul Veri usai launching tahapan pilkada di Kantor KPU Padang, kemarin.

 

Marzul menilai terjadinya tawar menawar anggaran Pil­kada Padang akan merusak perencanaan tahapan Pilkada yang ditetapkan KPU.

 

“Seperti tawar menawar di pasar lereng saja. Kalau dibaca polemiknya di koran, mulai dari Rp 50 miliar, Rp 40 miliar, Rp 30 miliar, Rp 24 miliar dan terakhir Rp 20 miliar.

 

Itu tidak baik dan hanya akan menyita waktu KPU. Bah­kan merusak independensi KP­U,” ujarnya seraya me­nga­takan jika manajemen pen­ye­leng­garaan pilkada masih se­perti ini dikhawatirkan orang akan malas datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

 

Melihat kondisi itu, kata Marzul, KPU telah mere­ko­mendasikan ke Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI sebagai wadah yang meng­godok UU, agar pem­bia­yaan pilkada daerah ini bisa di­anggarkan dari APBN.

 

“Kalau dari APBN a­ng­ga­rannya akan ce­pat dan tidak memberatkan keuangan daerah. Apalagi, sejak 2009 beberapa daerah juga turun status menjadi daerah tertinggal,” ujar­nya.

 

Ketua KPU Padang, Alison menjelaskan, pihaknya memulai tahapan pilkada dengan dana awal Rp 7,5 miliar. Launching tahapan pilkada itu me­nan­dakan Pilkada Padang dilak­sanakan pada 30 Oktober.

 

“Usai launching ini kami akan segera melantik panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) dalam waktu dekat ini. Selain itu, kami juga masih menunggu kepastian jumlah Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) untuk penetapan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4),” ujarnya.

 

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Setko Pa­dang, Corri Saidan menjelaskan, penetapan anggaran pilkada itu harus melalui proses pem­ba­hasan di legislatif. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga telah mengusulkan maksimal, namun keputusannya tetap di DPRD Padang.

 

“Kita sudah mencoba me­ngu­sulkan maksimal, namun berapa yang dianggarkan itu kan tergantung hasil pembahasan di legislatif,” ungkap mantan Ke­pala Dinas Pengelolaan Ke­ua­ngan dan Aset (DPKA) tersebut. (zul)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!