Sabtu, 19 April 2014 - 18 Jumadil Akhir 1435 H 16:51:46 WIB
PRO SUMBAR

Razia Tambang tak Maksimal

Tim Provinsi Gagal Capai Lokasi

Padang Ekspres • Jumat, 22/03/2013 11:13 WIB • • 1206 klik

Mobil rombongan tim terpadu provinsi terperosok ketika meninjau lokas

Solsel, Padek—Upaya penertiban tam­bang emas liar di Solok Selatan terkesan seremonial. Hingga kini, belum satu pun penambang besar yang telah meru­sak lingkungan itu, diseret ke ranah hukum. Aparat keama­nan dan pemda hanya me­nang­kap pekerja tambang dan operator ekskavator.

 

Hal serupa terjadi saat razia Tim Terpadu Pro­vinsi bentukan Guber­nur Sumbar Irwan Pra­yit­no, kemarin (21/3). Alih-alih mengungkap aktor di balik maraknya eksploi­tasi emas ilegal di sepan­jang daerah aliran sungai Batang Hari itu, upaya tim provinsi menyisir lokasi illegal mining (pe­nambangan liar) malah ter­hadang.

 

Tim provinsi hanya mampu menjangkau Camp PT Geominex Solok Selatan. Anehnya, gagalnya tim provinsi ke lokasi tambang liar karena tiada perahu timpek, alat penye­berangan ke Alai, Batang Gumanti, Batang Bangko, dan Muko-Muko Koto Parik Ga­dang Diateh (KPGD).     

 

Padang Ekspres yang turut menyertai rombongan yang dike­tuai Asisten Pem­bangunan Set­prov Sumbar,

 

Syafrial itu, hanya melihat bekas-bekas aktivitas penambangan di Camp PT Geominex Solok Se­latan.

 

Tak terlihat kegiatan penam­bangan baik menggunakan eks­ka­vator, kapal keruk, dompeng maupun secara tradisional (men­dulang). Hanya tampak ham­paran pasir dihiasi lubang-lubang besar bekas penambangan meng­­gunakan ekskavator. Lokasi itu seperti bekas diterjang galodo (banjir bandang).

 

Tim provinsi yang terdiri dari pejabat Pemprov, Pomal Lantamal II, Kasi Intel Korem 032/Wirabraja, dan Pol PP dipandu tim terpadu kabupaten, minus utusan Polda Sumbar, gagal ke lokasi tambang gara-gara tidak ada perahu timpek. Padahal, informasi dari warga setempat, aktivitas penamba­ngan liar masih terjadi di Alai, Batang Gumanti, Batang Bangko dan Muko-Muko KPGD. Pulu­han ekskavator diduga masih beroperasi.

 

“Kita ingin memastikan apa­kah aktivitas kapal keruk dan ekskavator masih beroperasi atau tidak. Tapi, kita tak bisa berbuat apa-apa, karena fasilitas ke sana (tambang ilegal, red) tidak tersedia,” ujar Syafrial kepada Padang Ekspres, di sela-sela peninjauan, kemarin (21/3). Akibatnya, tim belum berhasil menertibkan dan menangkap pelaku illegal mining.

 

Tim provinsi menuju lokasi sekitar pukul 07.30 dari Hotel Umi Kalsum, Muaralabuh. Seki­tar pukul 13.30, tiba di pinggir Batang Hari, Jorong Sungai Pe­nuh Lubuk Ulang Aling Sela­tan Sangir. Saat itu, tak seorang pun yang melakukan penambangan.

 

Untuk mencapai Camp PT Geominex Solok Selatan itu, tim harus melewati medan jalan bertanah liat, licin, berlubang, dan berlumpur. Akibatnya, pu­lu­han kali mobil dinas dobel gardan rombongan karam di tengah jalan. Belum lagi penu­runannya tajam dan curam. Sekitar pukul 15.00, tim memu­tuskan kembali ke Padangaro (ibu kota Solsel), dan tiba men­jelang maghrib. “Tim memilih pulang, karena kendaraan tidak bisa jalan lagi. Sedangkan, pe­rahu timpek juga tidak ada. Jadi, kita tidak bisa melakukan apa-apa,” lanjut Sekkab Solsel Fachril Murad.

 

Fachril menduga lokasi tam­bang ilegal itu sudah dikosong­kan terlebih dahulu, sehingga tidak satu pun alat berat ditemu­kan. “Bahkan, sampai-sampai, aktivitas masyarakat mendulang emas juga berhenti,” ucapnya.

 

Razia tim provinsi tidak membuahkan hasil karena jad­walnya telah dibocorkan ke publik sebelumnya.

 

Namun begitu, Syafrial me­ngaku tidak terlalu kecewa atas hasil tersebut. Sepanjang daerah yang dilalui tim terpadu, Syafrial mengaku kaget melihat ke­rusakan lingkungan akibat pe­nambangan liar.

 

“Kawasan tambang emas di sepanjang aliran Batang Hari su­dah seperti kampung mati. Te­muan lainnya, adanya kegia­tan pe­rusahaan di luar titik koor­di­nat yang diizinkan,” ung­kap­nya.

 

Tim provinsi juga mene­mukan tiga persoalan adminis­trasi. Pertama, tidak ada izin penambangan di bantaran su­ngai dari Kementerian Peker­jaan Umum, melalui Dinas Pe­ker­jaan Umum Solsel. Lalu, perusahaan belum mengantongi izin pinjam pakai dari Kemen­terian Kehutanan karena lokasi penambangan di kawasan hu­tan. Terakhir, tidak ada iktikad perusahaan mereklamasi lokasi tambang. “Ini dibuktikan belum adanya setoran dana reklamasi yang dititipkan perusahaan ke pemda,” tegasnya.

 

Menanggapi langkah Tim Terpadu Provinsi, Mahyunar Khatib Ipi, tokoh masyarakat Lubuk Ulang Aling, meminta Pemkab Solsel mengevaluasi perusahaan-perusahaan tam­bang emas yang masih berope­rasi, yakni PT Geominex Solok Selatan, PT Geominex Sapek, dan PT Bina Bakti Pertiwi.

 

“Kita tantang nyali Bupati, cabut izin perusahaan itu. Jadi­kan bekas izin usaha pertam­bangan (IUP) ketiga perusahaan itu menjadi WPR,” kata Mah­yunar yang turut menyertai rombongan.

 

Sementara itu, besok (23/3), Tim Kaukus DPD-DPR asal Sum­bar dipimpin Irman Gus­man dan Sekretaris Azwir Dainy Tara akan bertemu tokoh ma­sya­rakat dan Pemkab Solsel mem­­bahas upaya pemberantasan tambang emas liar serta me­ngungkap pembeking illegal mi­ning di daerah tersebut. (mg20)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!