Kamis, 24 April 2014 - 23 Jumadil Akhir 1435 H 12:49:27 WIB
METROPOLIS

Tahun Ini, PSB Online Sistem Rayon

Padang Ekspres • Kamis, 14/03/2013 12:38 WIB • • 601 klik

Aziz Chan, Padek—Sekolah eks Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) saat penerimaan siswa tahun ajaran baru tidak diperlakukan istimewa. Sebab, Dinas Pendidikan Padang akan menerapkan penerimaan siswa baru (PSB) online pada eks RSBI sama dengan sekolah umum lainnya.

 

“Dengan adanya keputusan Mahkamah Agung tentang pencabutan status RSBI, membuat keistimewaan sekolah yang berlabel RSBI hilang, termasuk juga sistem penerimaan siswa nantinya,” kata Kepala Dinas Pendidkan Padang, Indang Dewata, kepada Padang Ekspres, kemarin.

 

Biasanya, penerimaan siswa RSBI di Padang tidak sepenuhnya menggunakan sistem PSB online. Siswa yang akan masuk RSBI harus mengikuti sejumlah rangkaian tes, seperti akademik, psikotes, dan wawancara.

 

“Sistem PSB online kali ini juga berbeda dengan sebelumnya. Tahun ini sistem yang digunakan mempertimbangkan lokasi sekolah siswa sebelumnya. Dengan begitu, lokasi sekolah asal akan me­nentukan lulusan melanjutkan pen­didikan,” ujarnya.

 

Indang mencontohkan, siswa SMP di kawasan Pa­dang Barat, maka rayon SMA-nya masih satu kecamatan. Konsep rayon ini juga memberikan pe­ni­laian tersendiri pada PSB nanti.

 

“Jika sebelumnya, PSB dilakukan murni dengan tinggi rendahnya nilai. Saat ini rayon juga menjadi penilaian. Sistem ini telah dimasukkan ke aplikasi komputer sehingga secara otomotis akan memberikan penilaian,” ujarnya.

 

Memadukan konsep rayon ini diharapkan bisa mengatasi sejumlah persoalan seperti tawuran. Saat ini banyak siswa tinggal di Lubukbuaya, bersekolah di Lubukbegalung dan sebaliknya. Akibatnya, pengawasan orangtua dan masyarakat menjadi lemah.

 

Tidak itu saja, kata Indang, biaya yang dikeluarkan orangtua juga bisa ditekan. “Kalau berada di satu kecamatan atau dekat rumah, biaya siswa untuk ongkos bisa dikurangi,” ujarnya.

 

Indang menyadari para orangtua mengharapkan anaknya bersekolah di tempat favorit meski jauh dari rumah. Untuk itu, Disdik juga memiliki program pemerataan pen­didi­kan mempertegas Permen­dik­nas No 22/2006 tentang Stan­dar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.

 

“Dengan begitu, sekolah swasta dan negeri tidak ada perbedaan lagi. Mutu pen­didi­kan di sekolah di Padang ini akan sama. Orangtua tidak perlu menyekolahkan anaknya jauh dari tempat tinggal,” ujarnya. (ek)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!