Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 07:32:52 WIB
INTERNASIONAL

Mesir Membara

Protes Vonis Mati, Massa Bakar Gedung Pemerintah

Padang Ekspres • Minggu, 10/03/2013 04:01 WIB • • 759 klik

Suporter sepakbola membakar klub polisi, di Kairo, Mesir

Kairo, Padek—Kerusuhan dan kekerasan kembali membara di Mesir, kemarin (9/3). Sejumlah gedung di Kairo dibakar suporter sebagai luapan amarah atas vonis hukuman mati terhadap 21 orang pendukung klub sepakbola yang terlibat dalam bentrokan ber­darah di Kota Port Said tahun lalu.

 

Markas Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) yang berada di ka­wa­san Gezira, pinggiran Sungai Nil, musnah dilalap api. Kobaran api dan kepulan asap tebal pun terlihat di langit Kota Mesir. Be­berapa menit sebelumnya, mas­sa lebih dulu  menerobos dan membakar gedung Klub Polisi ya­ng berada di dekatnya.

 

Petugas pemadam kebakaran harus bekerja keras untuk men­ji­nakkan amuk api agar tidak me­lalap bangunan lain di se­ki­tarnya. In­siden yang sama dil­a­porkan ju­ga terjadi di be­berapa ko­ta lain, se­perti kota pelabuhan Ismailiyah dan Port Said. Massa membakar ber­bagai benda se­bagai bentuk protes.

 

Di Port Said, kota di ujung utara Terusan Suez, toko dan banyak kantor ditutup untuk mengantisipasi kemungkinan rusuh susulan. Pekan lalu, ben­trok antara massa dan polisi me­letus di sana.

 

Port Said,  yang terletak sekitar 208 km timur laut Kairo, merupakan kota asal se­ba­gian terpidana sekaligus lokasi ben­trok antarsuporter tahun lalu.

 

Menurut seorang petugas keamanan, kerusuhan bermula saat suporter fanatik sepak bola yang dikenal sebagai Ultras me­nyerbu kompleks bangunan EFA dan klub polisi serta mem­ba­karnya.

 

Membantu para petu­gas pemadam, warga men­yem­prot­kan air dengan me­ng­gu­na­kan selang di taman.

 

Aksi para ultras tak berhenti sampai di situ. Mereka juga merusak dan memecahkan kaca bangunan-bangunan lain di sekitarnya. “Ratusan ultras pun berupaya untuk menerobos ke dalam kantor kementerian da­lam negeri,” ujar reporter televisi pemerintah melaporkan sua­sana di lokasi.

 

Kerusuhan kemarin terjadi hanya beberapa jam setelah pengadilan Mesir menguatkan vonis mati atas 21 terdakwa. Mereka akan dieksekusi dengan digantung. Lima terdakwa divo­nis penjara seumur hidup, dan 19 yang lain dihukum lebih ringan. Lalu, 28 orang dinya­takan bebas.

 

Sebanyak 52 terdakwa disi­da­ngkan dalam kerusuhan su­por­ter di Stadion Port Said pada 2 Februari 2012. Insiden terse­but menewaskan 74 orang.

 

Kepala Keamanan Stadion Port Said Essam Eddin Samak dan sembilan terdakwa lainnya divonis 15 tahun penjara. Enam terdakwa dihukum 10 tahun penjara dan dua lainnya diganjar lima tahun. Seorang terdakwa dihukum 12 bulan penjara. Sementara itu, 28 terdakwa, termasuk tujuh polisi, dinya­takan bebas.

 

Para pendukung dua klub, al-Masry dan al-Ahly, bereaksi dengan meluapkan kemarahan mereka meski dengan alasan berbeda. Pendukung al-Ahly di Kairo merangsek ke markas EFA dan membakarnya karena pe­nga­­dilan membebaskan tujuh dari sembilan polisi yang men­jadi terdakwa kasus tersebut. Asap hitam tebal mengepul dari bangunan tiga lantai di pusat Kota Kairo itu.

 

Di Port Said, para ultras turun ke jalan dan me­lum­puhkan jalur penyeberangan di Terusan Suez. Para demonstran juga berusaha memblokir te­ru­san dengan melepaskan speedboat yang diparkir. Yang lain me­maksa para pengemudi mo­bil berhenti dan tidak melintasi Terusan Suez.

 

El-Sayed Hafez, seorang warga pensiunan di Port Said, kepada koran al-Ahram menilai bahwa vonis pengadilan itu dipolitisasi. “Sebab, hanya dua polisi yang dihukum,” kata dia memprotes.

 

Dia menuduh Presiden Mu­ham­­mad Mursi berusaha untuk menenangkan pendukung al-Ahly dengan vonis tersebut. Se­bagian besar korban kerusuhan tahun lalu itu merupakan pen­du­kung al Ahly yang berjuluk Ultras tersebut.

 

Awalnya, para Ultras men­yam­but gembira vonis yang dijatuhkan kemarin pagi. Tapi, sebagian di antara mereka ma­rah karena menilai hukuman itu tidak sepadan. Sidang kemarin dilaksanakan di Kairo dengan alasan keamanan. Setelah be­redar kabar bahwa para ter­dakwa dipindahkan dari Port Said (menuju Kairo), kota itu langsung dilanda kerusuhan awal pekan ini. Bentrok antara aparat keamanan dan de­mon­stran pun meletus di sekitar markas kepolisian. Sedikitnya, tujuh orang tewas. Mereka ter­diri dari warga sipil maupun aparat.

 

Keputusan pengadilan ke­marin sebenarnya menguatkan vonis sebelumnya. Pada Januari lalu, pengadilan di Port Said memvonis mati 21 terdakwa. Warga pun menilainya sebagai vonis yang tidak adil dan ber­nuansa politis.

 

Di kalangan warga Mesir, muncul kebencian terhadap polisi sejak pecahnya revolusi yang berhasil menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak pada Februari 2011. Banyak yang meyakini bahwa polisi Port Said ingin membalas dendam pada pendukung al Masry yang ber­peran dalam kerusuhan anti-Mu­barak. Namun, polisi me­nolak sepenuhnya tuduhan ter­sebut.

 

Kerusuhan kemarin terjadi sehari setelah ribuan polisi di 10 provinsi di Mesir mogok. Polisi berpangkat bintara ke bawah itu bahkan dilaporkan mening­gal­kan markas mereka setelah menyegelnya dengan rantai.

 

Aksi itu dilakukan sebagai protes kepada pemerintahan Mursi yang memaksa mereka menghadapi para demonstran tanpa perlengkapan memadai dan perlindungan hukum.

 

Aki­bat aksi itu, Menteri Dalam Negeri Muhamad Ibra­him pada Jumat lalu (8/3) me­mecat ke­pala kepolisian anti­huru-hara. (AFP/AP/cak/dwi/jpnn)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!