Minggu, 20 April 2014 - 19 Jumadil Akhir 1435 H 05:06:46 WIB
RAKYAT SUMBAR

Serikat Pekerja PLN Merasa Terancam

Terkait Wacana Penyerahan Pengelolaan PLN ke Pihak Asing

Padang Ekspres • Jumat, 08/03/2013 14:02 WIB • • 3944 klik

Padang, Padek—Dewan Pim­pinan Pusat (DPP) Serikat Pekerja (SP) PLN terus ber­juang menolak setiap upaya pemerintah memprivatisasi PT PLN (Persero). Alasannya, kebijakan itu bisa berdampak terhadap kelangsungan hidup 19 ribu karyawan PLN.

 

Ketua Umum DPP SP PLN, Riyo Supriyanto mengatakan itu saat membuka Rapat Pim­pinan Nasional (Rapimnas) SP PLN di Pangeran Beach Hotel, kemarin (7/3). Dalam rapim­nas itu, sedikitnya 300 pe­ngurus Dewan Pimpinan Da­erah (DPD) SP PLN dari se­luruh Indonesia ikut hadir.

 

Riyo mengatakan, jika pe­ngelolaan PLN diberi pihak asing akan banyak karyawan PLN yang terancam pemu­tusan hubungan kerja (PHK).

 

Penyerahan pengelolaan perusahaan tersebut, lanjut­nya, tidak saja di bidang teknis seperti SDM, keuangan, akun­tansi, logistik, niaga, dan infor­masi teknologi, tapi juga pe­nge­lolaan bidang nonteknis.

 

“Jika semua pengelolaan PLN telah diserahkan pada asing, terus apa lagi yang akan dikerjakan karyawan PT PLN sekarang. Kita pesimis, ka­rya­wan yang sudah ada ini tetap dipertahankan,” tuturnya.

 

Riyo menceritakan, Dirut PLN pernah menjanjikan tidak akan ada PHK dengan adanya rencana penyerahan penge­lolaan kepada pihak asing, menurut Riyo itu justru tak masuk akal.

 

Untuk itu, Riyo mengajak seluruh DPD, DPC Serikat Pekerja menolak wacana ter­sebut. “Saya berharap kebu­latan tekat dari DPD, DPC yang memiliki hubungan langsung dengan karyawan PT PLN untuk menolaknya (wacana penyerahan pengelolaan ke pihak asing, red),” tegasnya.

 

Riyo juga meminta seluruh pengurus DPD, DPC SP di seluruh Indonesia membuat surat penolakan yang akan disampaikan nanti kepada Presiden Susilo Bambang Yu­dho­yono (SBY). “Saya harap suratnya sudah selesai minggu ini juga,” ingatnya.

 

Jika nanti surat penolakan itu tidak digubris pemerintah, Riyo mengingatkan akan ada aksi penolakan besar-besaran yang akan dilakukan oleh ka­rya­wan PLN. “Jika surat kita tidak didengarkan peme­rin­tah, kita ancam mogok kerja be­sar-besaran,” tegasnya. (bis)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!