Selasa, 18 Juni 2013 - 9 Sya'ban 1434 H 12:44:35 WIB
RAKYAT SUMBAR

Sopir Panti-Rao “Serbu” Kantor Bupati

Padang Ekspres • Rabu, 06/03/2013 13:32 WIB • • 293 klik

Pasaman, Padek—Sopir angkutan umum Panti-Rao berunjuk rasa ke Kantor Bupati Pasaman, kemarin (5/3). Mereka meminta Pem­kab Pasaman dan apa­rat kepolisian menertibkan becak motor (betor) yang beroperasi di trayek mereka.

 

Mereka berunjuk rasa setelah pertemuan yang difasilitasi Dinas Perhubu­ngan dan Kominfo Pasaman bersama instansi terkait lainnya tidak menemui titik temu.

 

Pendemo disambut Wa­bup Pasaman, Daniel, Wakil Ketua DPRD Pasaman Irian Nofri, Kapolres Pasaman AKBP Joko Purnomo, Dan­dim 0305 Pasaman NBS Situmeang, Ketua PN Lu­buk­sikaping S Pujiono, Ka­ja­ri Lubuksikaping Lubis, anggota DPRD Pasaman Kohiruddin Simajuntak, serta kepala SKPD terkait.

 

Aksi itu mendapat pe­ngawalan ketat dari aparat kepolisian, Satpol PP dan Dishubkominfo Pasaman.

 

Kamiludin, perwakilan sopir, di hadapan Wabup dan unsur muspida menga­takan, kehadiran betor mem­buat penghasilan para sopir berkurang.

 

“Untuk mencari uang Rp 20 ri­bu sehari saja susah. Kami min­ta pemkab segera mener­tib­kan betor-betor itu,” pintanya.

 

Pada dasarnya, para sopir tidak mempermasalahkan be­tor beroperasi, namun harus ada pengaturan. Nyatanya, pa­ra betor seenaknya meng­am­bil penumpang di trayek angkutan sopir Panti-Rao, se­hing­ga peng­­hasilan mereka berkurang.

 

Muji Siregar, perwakilan dari Ikatan Sopir Panti-Rao (Isopara), mengatakan, berla­rut-larutnya permasalahan ini karena tidak adanya ketegasan pemkab menyikapi kasus ini.

 

Upaya-upaya mediasi yang dilaksanakan pemerintah da­erah selama ini tidak mem­buahkan hasil. Buktinya, para betor tetap saja beroperasi di luar kesepakatan.

 

Pada 2006 lalu, pemilik betor dan sopir Panti-Rao telah membuat kesepakatan terkait trayek betor. Namun, kesepa­katan itu dilanggar awak betor.

 

“Untuk itu, kami ke sini meminta ketegasan pemkab. Kalau perlu mobil-mobil ini kami kandangkan di Kantor Bupati ini sampai ada solu­sinya,” tegas Muji Siregar.

 

Usai mendengar aspirasi para sopir, Wabup Daniel ber­janji menuntaskan per­ma­salahan ini selambat-lam­bat­nya 15 hari ke depan. “Kami bersama unsur muspida yang hadir di sini sudah tahu dan sangat memahami permasa­lahan yang dirasakan para sopir. Maka dari itu, kami akan berusaha menuntaskan masa­lah ini secepatnya,” kata Daniel.

 

Wabup berjanji memanggil perwakilan betor untuk ber­musyawarah dan mendengar keinginan awak betor sebelum mengambil keputusan.

 

Sementara itu, Kapolres Pasaman, AKBP Joko Purno­mo, mengatakan siap melak­sanakan hasil kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak. Jika memang sudah ada kese­pa­katan, pihaknya siap meng­ambil tindakan.

 

“Kita di sini hanya sebagai wasit, kalau sudah ada ada kesepakatan dan siapa yang melanggar kesepakatan itu, kami akan tindak pelakunya,” terang Kapolres.

 

Usai menyampaikan aspi­ra­si, puluhan sopir akhirnya me­ninggalkan kantor bupati de­ngan mendapat pengawalan dari Sat­lan­tas Polres Pasaman. (eri)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Tolak Pemekaran dengan Kerusuhan

SIDANG paripurna DPR akhirnya mengesahkan Kabupaten Musi Rawas Utara di Provinsi Sumatera Selatan pada 11 Juni lalu. Disaksikan Mendagri Gamawan Fauzi, seluruh fraksi menyatakan setuju. Palu sidang pun diketok Ketua DPR Marzuki Alie. Muratara –begitu kabupaten baru tersebut populer dipanggil– menjadi kabupaten/kota ke-505. Sementara provinsi mencapai 34.

Oknum Polisi Main Gebuk

Karikatur: Ferdie

Bapak Kapolres Pessel yth, Kamis hari pasar, ming­gu kemarin di Painan ketika saya menung­gu di atas motor sambil memberi kesempatan pa­da kendaraan yang berjalan lurus karena saya mau menyeberang jalan rupanya ada mo­bil oknum tadi otrek tanpa menghiraukan saya yang ada di belakangnya. Saya klakson terus kasih tau tapi mo­bil terus otrek sudah sangat dekat dengan saya, saya totok kaca belakang akhirnya dia ber­henti dan turun mengejar saya dan mendam­prat saya. Beginikah caranya oknum tadi selaku anggota Polri berbuat yang katanya pelindung rakyat? Terim kasih pak.

Senin, 17 Juni 2013

PKL Tusuk Petugas Satpol PP

Ndak sagan ka aparat lai................?


Membeludak, Konser NOAH Ricuh

Lah samo se dima-dima kini.....................................!


15 KPU Teken Pakta Integritas

Asa jaan lupo sajo jo janji.....!