Kamis, 20 Juni 2013 - 11 Sya'ban 1434 H 07:06:21 WIB
RAKYAT SUMBAR

Truk Barang Buru Solar

Subsidi di Padangpanjang

Padang Ekspres • Rabu, 06/03/2013 13:32 WIB • • 266 klik

SEJAK diberlakukannya Permen ESDM No 1 Tahun 2013 yang melarang pem­belian solar subsidi terhadap kendaraan pengangkut hasil perkebunan, pertambangan dan kehutanan memicu me­ning­katnya penjualan solar di Padangpanjang dan sekitar­nya. Sebab, banyak truk dari daerah lain sengaja membeli solar ke Padangpanjang yang belum menyediakan solar nonsubsidi.

 

SPBU 14-271-536 Ngalau, misalnya, hingga kemarin masih terjadi antrean panjang truk. “Suplai solar tetap, per­min­taan yang bertambah. Makanya kami harus mem­batasi maksimal Rp 200 ribu masing-masing truk dan 2 jeriken bagi pembeli eceran kebutuhan usaha peng­gili­ngan padi,” ungkap Kepala SPBU, Fhilipus T kepada Pa­dang Ekspres, kemarin (5/3).

 

Hingga kini SPBU Ngalau belum menyediakan solar nonsubsidi karena keter­ba­tasan lahan dan mesin pompa.

 

“Lagian Kota Pa­dang­pan­jang bukan perlintasan ang­kutan industri dan hasil per­kebunan, sehingga solar non­subsidi belum mendesak be­nar. Kelangkaan solar terjadi karena sejumlah truk, bus dan mobil berat entah dari mana, mengisi solar di sini,” ung­kapnya.

 

Sementara Kepala SPBU 14-271-528 PT Anam Sianseto di Kecamatan X Koto, Much­tar menegaskan tidak mela­yani pembelian solar dengan jeriken, terkecuali usaha peng­gilingan padi.

 

“SPBU ini berada di pinggir jalan lintas Padangpanjang-Bukittinggi yang padat ken­daraan, baik solar maupun premium. Sehingga jika suplai BBM macet, maka dalam seke­jap terjadi antrean panjang. Karena itu kita menerapkan sistem pembatasan penjualan dan larangan pengisian jeri­ken,” tegas Muchtar.

 

Terkait suplai solar, Much­tar mengaku tiga hari bela­ka­ngan mendapat paso­kan lebih dari biasanya. Dari 14 ton per tiga hari, naik jadi 28 ton sejak 3-4 Maret. Atau men­da­pat pa­sokan 14 ton setiap hari selama dua hari berturut-turut.

 

Sama halnya SPBU Ngalau, Muchtar juga belum menye­diakan solar nonsubsidi meng­ingat daerahnya bukan jalur lintasan truk Padang-Padang­panjang-Bukittinggi.

 

“Karena itu kami lebih memilih menyiapkan perta­max. Meski mesinnya belum beroperasi, layanan pertamax untuk mobil dinas sudah dila­kukan dengan sistem literan. Kini mobil dinas Pemko Pa­dang­panjang telah mengisi di sini sejak 1 Maret dengan tarif Rp 11.400 per liter. Kita mene­rapkan sistem kupon meng­ingat harga pertamax yang kerap berubah,” tambahnya. (wrd)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Masokisme Politik BBM

DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang me­ngi­ringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.

Perawat tak Familiar

-

Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar

Rabu, 19 Juni 2013

Siswa Luar Serbu Padang

Batambah macet Padang mah.....................................!


Angin Ribut Landa Solok

Hati-hati beko talendo..........................!


Hanya 67 Persen Nikmati Air Bersih

Lai ndak sakik diare salabiahnyo tu..........................................?