- 12:39 WIB
- 11:28 WIB
- 12:42 WIB
- 13:11 WIB
- 13:10 WIB
- 13:07 WIB
- 13:07 WIB
- 13:05 WIB
- 13:03 WIB
- 12:54 WIB
Pembunuh Diringkus di Ladang Sawit
Padang Ekspres • Rabu, 06/03/2013 13:31 WIB • ROHIMUDDIN • 474 klik
Pasbar, Padek—Sembilan jam setelah membunuh Hendri, 28, di areal perkebunan sawit Talao Kampung Bukit, Jorong Batang Umpai, Nagari Aiagadang Kecamatan Pasaman, Pasbar, polisi berhasil membekuk pelaku bernama Sarali, 60. Dia ditangkap di perkebunan sawit, Jalan Asra Nagari Muarokiawai, Kecamatan Gunungtuleh sekitar pukul 18.00, Senin (4/3).
Kapolsek Pasaman, Iptu Syaiful Zuber mengatakan, setelah adanya laporan pembunuhan itu, anggota intel bersama petugas lainnya berpencar memburu pelaku yang kabur ke arah areal perkebunan sawit warga. Sorenya, petugas mencium keberadaan pelaku. Mengetahui pelariannya diketahui polisi, pelaku berusaha kabur.
Setelah terjadi kejar-kejaran, akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan Kasat Intelkam Muzhendra. Kemudian beberapa petugas lainnya datang membantu langsung membawanya ke kantor polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Saya saya kejar itu pelaku membawa parang,” ujar Muzhendra.
Saat diinterogasi petugas, pelaku mengaku membunuh korban bersama anaknya Supriadi, 19, yang saat ini masih diburu petugas. Kata dia, mereka pergi ke kebun menggunakan perahu tradisional. Perahunya itu ditinggalkan di sekitar sungai dalam keadaan diikat.
Kasubag Humas Polres AKP H Mudassir menambahkan, pelaku Supriadi yang masih kabur ke areal perkebunan masih diburu petugas. Kemungkinan besar pelaku yang kabur ini masih di Pasbar. Informasi diperoleh, mereka yang cekcok ini masih satu nenek. Persoalannya hanya masalah tanah tiga meter di kebun mereka yang saling berdekatan.
“Ya, kini pelaku Sarali bersama barang bukti lainnya sudah diamankan di Mapolres. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan, termasuk keluarga korban,” kata Mudassir.
Sebagaimana diberitakan, akibat pembunuhan yang awalnya hanya bertengkar itu, korban mengalami tusukan pisau sekitar 14 lubang di bagian dada. Selain dada dan tangan, kepala korban juga dihadiahi dengan tusukan. (*)
[ Red/Administrator ]
Tak Lulus UN, bukan Berarti Kiamat
Kabar gembira bagi Sumbar. Tingkat kelulusan ujian nasional (UN) SMA sederajat tahun ini, meningkat dibanding tahun lalu. Hanya 230 dari 68.045 peserta yang dinyatakan gagal. Secara nasional, tercatat 8.851 siswa dinyatakan tidak lulus atau persentase kelulusan UN menurun 0,02 persen dibandingkan tahun lalu. Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Konvoi-Coret Baju Sulit Dibendung
Anak didik kini mada-mada..................!
Lagi, Bukittinggi Terbaik Sumbar
Lai ndak adoh nan coret baju..................?
Nilai UN masih Meragukan
Baa baitu, caliak kunci tu.............................?