Kamis, 23 Mei 2013 - 13 Rajab 1434 H 02:11:39 WIB
PRO SUMBAR

Maju Kada, Pejabat Harus Mundur

Fauzi Bahar akan Nonjobkan Kadis

Padang Ekspres • Rabu, 06/03/2013 13:22 WIB • EKA RIANTO • 337 klik

Padang, Padek—Bursa Ca­wako dan Cawawako Padang untuk periode 2014-2019 nanti diwarnai banyak calon. Bah­kan PNS aktif dan memiliki jabatan kepala dinas pun ada yang tertarik dan men­daf­tarkan diri. Meskipun tidak ada pelarangan kepala dinas ikut mendaftar, tapi Wali Kota Padang, Fauzi Bahar akan menonjobkan dan menjadikan staf ahli saja.

 

“Kategori maju ini adalah ketika partai yang mengusung kadis tersebut atau inden­penden telah resmi didaf­tarkan atau mendaftar di KPU sebagai calon, baru akan di-nonjobkan dari jabatan sebe­lumnya,” ujar Fauzi Bahar kepada sejumlah wartawan, kemarin (5/3).

 

Fauzi menjelaskan langkah ini dilakukan agar kadis ter­sebut tidak terganggu atau terbebani dengan tanggung jawab sebagai Kadis. Jika non­job, tentu beban kerja tidak terlalu banyak dan bisa lebih fokus dalam memajukan diri dalam pencalonan Wako atau Wawako.

 

“Saya tidak melarang, buk­ti­nya pada tahun sebelum­nya ada Kadis yang mendaftar jadi Bupati di daerah lain di Sum­bar, dan saya tidak mela­rang­nya. Bahkan diberikan kesem­patan agar fokus dalam penca­lonannya,” imbuh Fauzi.

 

 Dari pandangan Fauzi jika tidak dinonjobkan, dikha­watirkan kinerja sebagai Kadis akan terabaikan. Untuk itu, agar tidak menganggu roda pemerintahan, maka dila­ku­kan penonjobkan jabatan. “Tidak ada larangan untuk maju mencalon, semuanya diberi kesempatan yang sa­ma,” ulasnya.

 

Pengamat Tata Negara yang juga Dosen Unand, Yus­lim menjelaskan Kadis yang mencalonkan diri sebagai Ca­wako atau Cawawako harus berhenti dari jabatannya. Se­dangkan untuk status PNS masih bisa diterima tidak berhenti atau pensiun dini. Salah satu alasan mengapa harus dinonjobkan karena salah satu kekhawatiran ada­lah Kadis tersebut akan meng­gunakan jabatannya un­tuk menggunakan uang Negara untuk kepentingan pen­c­a­lo­nannya atau mempergunakan pengaruhnya.

 

“Jika resmi menjadi calon, maka jabatanya harus dise­rahkan. Kadis adalah pejabat pemerintahan, jadi jangan diberi kesempatan pejabat pemerintah ini tetap menjabat. Kalau sudah resmi menjadi Wako atau Wawako maka baru berhenti jadi PNS,” ulasnya.

 

Persoalan seperti ini setiap ada Pilkada sudah menjadi hal yang biasa. Yuslim juga me­miliki pengalaman, biasanya Kadis yang mencalonkan diri dan tidak terpilih jarang jaba­tanya dikembalikan. Hal itu sudah menjadi hal yang biasa dan itu sudah resiko tersendiri.

 

Untuk diketahui, hingga saat ini sudah ada Kadis yang mencalonkan diri pada Pilkada Padang, yaitu Kadishub­kom­info Padang, Firdaus Ilyas. Firdaus telah mencalonkan diri dari Partai Demokrat. (ek)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kebangkitan, Manufacturing Optimisme

BERBICARA kebangkitan nasional di hari-hari seperti sekarang mungkin segera tergelincir ke arah pesimisme. Derasnya arus informasi memungkinkan manusia Indonesia menerima informasi jenis apa pun. Tetapi, kecenderungan ”naluriah” manusia selalu suka mengerumuni insiden. Karena itulah, jalanan kadang macet berat ketika ada kecelakaan, sekalipun orang yang celaka sudah minggir.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pelapor Bisa Ajukan Praperadilan

Jaan patah samangaik .................!

 

Disdik Siapkan PPDB Online

Lai dijamin ndak adoh titipan lai..............?

 

Lelang Proyek Gedung Parkir Dipertanyakan

Ado lo tacium baun busuk tu................................?