Jum'at, 25 April 2014 - 24 Jumadil Akhir 1435 H 07:35:52 WIB
PRO SUMBAR

Merasa Upah Dipotong, Buruh Ancam Mogok

Padang Ekspres • Rabu, 06/03/2013 11:58 WIB • • 516 klik

Padang, Padek—Ratusan pekerja tergabung dalam Ko­pe­rasi Pekerja Bongkar Muat (Koperbam) di Teluk Bayur yang juga anggota Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI), mengancam mogok kerja. Pasalnya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Teluk Bayur Padang dinilainya mela­kukan pemotongan upah bu­ruh, terutama bongkar muat  kontainer dan CPO.

 

Hal tersebut terungkap setelah puluhan buruh rapat mendadak di kantor Koper­bam, di jalan Tanjung Priuk No. 24 Teluk Bayur, sekitar pukul 12.00 WIB kemarin (5/3). Mereka berharap Pelindo memperhatikan nasib buruh yang kian terpinggirkan

 

Pak Wai, 62, Wakil Ketua SPTI Teluk Bayur didampingi perwakilan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Teluk Bayur, Iwan, 53, menyebutkan seluruh pekerja tergabung dalam Koperbam tidak terima atas putusan pemotongan upah tersebut. ”Upah kami diku­rangi, sedangkan kami tidak pernah diajak mem­bicarakan pengurangan upah tersebut,” keluhnya.

 

Terkait upah pekerja sela­ma ini, sebenarnya telah ada dalam Kesepakaan Kerja Bersama (KKB) antara DPW APBMI dengan Koperbam/SPTI. ”Kami tidak terima jika kesepakatan tersebut diganti atau dirubah tanpa ada keputusan jelas. Kesepakatan pemotongan hanya keputusan sepihak saja,” ungkap Pak Wai kepada Padang Ekspres.

 

Bentuk pemotongan upah yang dimaksud, pembayaran pekerjaan 20 Ft Ful (kontainer berisi) upah Koperbam seha­rusnya Rp 74.300/unit, seka­rang upah dibayar Rp 15.000/unit. Untuk pekerjaan 20 Fit Emty (kontainer kosong), upah Koperbam Rp 66.890/unit, sekarang hanya Rp 9.000/unit.

 

Jika Pelindo tidak mem­berikan solusi terhadap per­soal­an itu, tambah Pak Wai, bu­ruh Ko­perbam Teluk Bayur yang juga anggota SPTI ini akan mo­gok kerja. ”Kami me­minta per­soalan ini cepat dise­lesai­kan. Ji­ka tidak, maka kami akan mela­kukan aksi,” ancam Pak Wai.

 

Terpisah Ganeral Maneger PT Pelindo II Cabang Teluk Bayur, Dalsaf Usman mem­ban­tah pihaknya memotong upah buruh. Apa yang telah ditetap­kan PT Pelindo Teluk Ba­yur itu, katanya, sudah se­suai dengan mekanisme ber­laku.

 

Sejak 13 Februari 2013 lalu, katanya, pemerintah bersama Direktorat Jenderal Perhu­bungan Laut menetapkan Te­luk Bayur menjadi terminal peti kemas. Jadi, tenaga buruh angkut dikurangi dan kegiatan bongkar muat peti kemas full mekanik. ”Sejak aktivitas bong­­kar muat menggunakan full mekanik, pekerjaan buruh hampir 100 persen berkurang. Selain itu, efektivitas kerjanya pun meningkat jauh,” terang Dalsaf Usman. (cr2)

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Kacamata Kuda KPK

KRITIK dan pujian selalu datang bersamaan setiap kali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat ”kejutan” baru. Termasuk ketika menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai ter­sangka dalam kasus pajak yang terjadi pada 2004.

Belum Terima Elpiji

YTH bapak Wali Kota Padang yang baru. Kami warga RW 6, Guo Kuranji sampai sekarang belum menerima paket gas elpiji 3 Kg. Tolong di percepat karena minyak tanah harganya sudah naik.

Kamis ,24 April 2014

Tunggu SK Mendagri

Lai ndak ka ta undur lo tu Pak, dek KPK lah manyasar Mendagri lo..........!

 

14 Warga Digigit Anjing Gila

Iah gawat mah pak,lai aman Pak..................................................?

 

UN SLTP, Padang Target Jawara

semoga lah pak, asa ndak pakai jimat se.....................................!