- 07:29 WIB
- 13:29 WIB
- 13:27 WIB
- 13:26 WIB
- 13:24 WIB
- 13:24 WIB
- 13:23 WIB
- 13:21 WIB
- 13:20 WIB
- 13:19 WIB
Berpacu Beli Solar, 3 Bersaudara Tewas
Padang Ekspres • Rabu, 06/03/2013 11:26 WIB • • 1015 klik

Limapuluh Kota, Padek—Tiga kakak beradik tewas setelah mobil yang mereka gunakan untuk membeli solar, menabrak pagar Madrasah Aliyah Swasta Yapiguna Guguak di KM 11 Jalan Tan Malaka Payakumbuh-Guguk, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (5/5) dini hari.
Ketiga korban adalah Firman MZ, 31, Daus MZ, 28, dan Taufik Hidayat alias Dayat MZ, 26. Mereka putra pasangan Muhammad Zaini dan Yurnianti yang tinggal di Paloguntuang, Jorong Tanjuangjati, Nagari VII Koto Talago, Kecamatan Guguak.
Polisi meyakini ketiga bersaudara itu meninggal dalam kecelakaan tunggal atau tidak melibatkan kendaraan lain. “Kendati demikian, kami tetap melakukan penyelidikan,” kata Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto didampingi Kasat Lantas AKP Agustober kepada Padang Ekspres, Selasa siang.
Informasi yang dihimpun Padang Ekspres menyebutkan, kecelakaan ini bermula saat Firman MZ yang bekerja di sebuah usaha peternakan ayam milik Haji Yon, berniat membeli solar untuk kebutuhan mesin pengolah pakan ternak dan rice milling sekitar pukul 02.30 WIB.
“Karena sejak beberapa hari terakhir solar sangat sulit didapatkan, Uda terpaksa mendatangi SPBU tengah malam. Sebelum berangkat ke SPBU, Uda pamit kepada saya,” kata Nurmaesi alias Esi, 30, istri Firman yang tinggal di belakang Balai Talago, Nagari Guguak VII Koto Talago.
Esi mengatakan, saat Firman pamit membeli solar ke SPBU Tabekpanjang, Nagari Kotobaru Simalanggang, dia sempat melarang. “Saya melarang karena hari sudah malam. Tapi Uda tetap semangat karena menurutnya, pasokan solar di SPBU masih banyak,” cerita ibu satu anak itu.
Setelah pamit kepada sang istri, Firman yang mengemudikan pick-up Colt T 120 SS dengan nomor polisi BA 8312 CM, langsung menjemput Daus dan Dayat. Kedua adiknya itu dijemput Firman ke rumah orangtuanya di Paloguntuang, Jorong Tanjuangjati, Nagari VII Koto Talago.
“Saat menjemput Daus dan Dayat, Firman tidak masuk ke rumah. Dia hanya menunggu dari mobil. Begitu Daus dan Dayat minta izin sama saya, mereka langsung berangkat,” ucap Yurnianti, ibu kandung Firman yang ditemui Padang Ekspres di rumah duka, Selasa sore.
Setelah berangkat dari Tanjuangjati menuju SPBU Tabekpanjang yang berjarak sekitar 10 km, Firman diperkirakan mengemudi dengan kecepatan tinggi. “Sepertinya, mereka ngebut karena takut kehabisan solar,” kata Kasubag Humas Polres Limapuluh Kota Ipda Zulkarnaini.
Firman diduga tidak bisa mengendalikan mobil saat berada di KM 11 Jalan Tan Malaka, persisnya di depan Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) yang dikelola Yayasan Pendidikan Islam Guguak Bona (Yapiguna).
“Kami memperkirakan, saat berada di depan madrasah milik Yapiguna, pengemudi mengerem mendadak mobilnya, sehingga terpental ke pagar tembok sekolah agama tersebut. Atau bisa jadi juga, pengemudi mengantuk dan jalan ditutup kabut, sehingga tidak melihat pagar di depannya,” kata AKBP Partomo Iriananto.
Tidak ada saksi mata yang melihat terjadinya kecelakaan. Bahkan, satu-satunya keluarga yang tinggal di samping MAS Yapiguna Guguak, tidak tahu persis seperti apa kecelakaan itu terjadi. “Sekitar jam setengah tiga, saya mendengar dentuman keras. Karena kaget, saya bersama anak mengintip dari jendela. Kami heran, kok ada mobil menghadap ke rumah saya, dibiarkan hidup mesinnya, tapi depannya hancur. Saya pikir, mobil siapa pula ini,” kata seorang perempuan yang tinggal di samping MAS Yapiguna Guguak.
Lantaran penasaran, perempuan yang tidak ingin identitasnya ditulis itu membuka pintu rumahnya. “Tidak lama, saya melihat, orang-orang sudah ramai di samping rumah, dekat pagar MAS Yapiguna. Rupanya, ada tiga mayat terbujur di sana. Tapi mayat baru dibawa ke puskesmas sekitar pukul 04.30,” kata perempuan yang rumahnya persis di depan SDN 03 Guguak VIII Koto tersebut.
Soal jenazah yang baru dievakuasi sekitar 2 jam setelah kecelakaan, Padang Ekspres juga mendapat informasi dari seorang warga Guguak, Dt Sati. “Ya, jenazah memang agak lambat dievakuasi karena terlambat diketahui dan harus menunggu ambulans,” kata Datuak Sati.
Ketiga jenazah dimakamkam dalam satu liang lahat di pandam pekuburan milik keluarga di kawasan Tanjuangjati. Sampai kemarin sore, mobil nahas yang mengangkut ketiga saudara masih dibiarkan berada di TKP, dengan ditutupi terpal. Sehingga menjadi tontonan bagi ribuan masyarakat dan pengemudi kendaraan yang lewat di tempat tersebut.
“Di tempat ini memang sering terjadi kecelakaan lalu-lintas. Sekali enam bulan, pasti ada saja kendaraan yang terlibat kecelakaan di sini. Selain jalannya lurus, di kanan-kiri juga terdapat sekolah,” kata Joni Amir, seorang warga yang ditemui Padang Ekspres, di tempat kejadian. (frv)
[ Red/Administrator ]
DARAH sudah muncrat. Demonstrasi yang mengiringi kenaikan harga BBM telah mengakibatkan beberapa orang dari kalangan pendemo, polisi, dan wartawan luka. Ini tentu menyedihkan. Yang lebih menyedihkan, mengapa bangsa kita tak jua bisa lepas dari ”ritual menyakitkan” seperti ini. Dari waktu ke waktu, selalu terjadi trilogi maut: kenaikan harga BBM-pertengkaran politik-demo keras. Ketika para pemangku kepentingan sibuk bertikai, harga barang lain sudah menyelinap naik.
Assalamualaikum wr wb, yth pimpinan RS M Djamil, sekadar masukan demi memajukan M Djamil. Kami baru pulang dari Jakarta dan HD kebetulan di RSCM Pusat kami rasakan disana layanan sangat bagus, perawatnya ramah-ramah, mereka diajarkan ilmu psikologi untuk melayani pasien tidak seperti di M Djamil yang perawatnya tidak familiar, terutama yang berinisial D, amat kasar mulutnya sama pasien. Jadi kalau masih tetap begini pelayanan M Djamil kami yakin tidak akan dapat untuk menjadi status layanan internasional. Semoga para pimpinan memperhatikannya. Wasaallam pasien HD, Selasa-Jumat CC Ibu kepala Dinkes Sumbar
PPS Rawan Diintervensi
Paralu dijago bana tu.........................!
Sumbar Kecipratan Rp48 M
Lai ndak digigik mancik pulo beko tu....!
Tower Tumbang, Listrik Padam
Apo dek itu lampu acok mati kini...............?