- 12:08 WIB
- 11:59 WIB
- 11:56 WIB
- 11:49 WIB
- 11:44 WIB
- 11:40 WIB
- 11:39 WIB
- 11:31 WIB
- 11:30 WIB
- 11:24 WIB
Penghambat Kerja Wartawan, Musuh Publik!
Dari Pelatihan Hukum Kritis Jurnalis (2/habis)
Padang Ekspres • Selasa, 05/03/2013 13:22 WIB • GUSTI AYU GAYATRI • 2382 klik
Keselamatan wartawan masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk Sumbar. Karena itu, jurnalis perlu membekali diri dalam safety peliputan, dan perusahaan pers wajib melengkapi wartawannya dengan peralatan liputan memadai.
Perlindungan wartawan telah menjadi kewajiban dunia internasional. Dewan HAM PBB (United Nations Human Right Council ) di Wina, dalam resolusi yang disepakati seluruh anggota PBB pada 27 September 2012 lalu, untuk pertama kali menegaskan pentingnya keselamatan jurnalis sebagai unsur fundamental kebebasan berekspresi.
Dalam resolusi tersebut, Dewan HAM menyerukan seluruh negara mengembangkan lingkungan yang aman bagi jurnalis melaksanakan pekerjaan secara independen. Resolusi ini juga menyerukan pencegahan impunitas bagi pelaku kekerasan wartawan dengan melakukan investigasi yang tidak memihak, cepat dan efektif. Di Sumbar, berbagai bentuk kekerasan wartawan kerap terjadi, baik fisik maupun nonfisik
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Hendra Makmur mengatakan, setiap wartawan wajib memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam melakukan peliputan. Wartawan tak sekadar memahami Kode Etik Jurnalistik saat melakukan liputan, namun juga harus memperhitungkan keselamatan diri saat berada di wilayah konflik.
“Memang insting wartawan langsung meliput. Padahal, saat itu keselamatan mereka terancam.
Seharusnya, wartawan juga harus membuat perhitungan. Jika pun harus mengambil gambar dapat dilakukan pada lokasi yang aman,” ujarnya.
Dia mengatakan, perusahaan pers juga harus membekali wartawannya dengan peralatan liputan untuk meminimalisir dampak kekerasan. “Jika terjadi bentrok, bisa diambil dari kejauhan dengan peralatan canggih. Dengan begitu, risiko kekerasan terhadap saat bentrok lebih minim. Faktanya, banyak perusahaan belum membekali wartawannya dengan peralatan seperti itu. Makanya, banyak wartawan tetap nekat mengambil gambar dari dekat sehingga rentan tindak kekerasan,” paparnya.
Syafrizaldi, koordinator tim fasilitasi pelatihan, mengingatkan kalangan jurnalis harus pandai membaca psikologis narasumber dan memahami kearifan lokal suatu daerah.
“Ini sangat membantu dalam peliputan. Kendati dihukum deadline, jurnalis tak bisa memaksa narasumber untuk bicara jika belum mau bercerita. Ini tentu ada triknya,” ucap Syafrizaldi.
Rakhmadi, anggota tim fasilitasi pelatihan, menilai kalangan jurnalis Sumbar harus melakukan evaluasi terhadap gerakan advokasi yang telah dilakukan. Ini penting agar kekerasan terhadap wartawan, tidak terus terulang. “Dengan evaluasi, kita tahu pola penanganan dan pencegahannya. Ini tanggung jawab bersama perusahaan pers, organisasi profesi dan Dewan Pers,” kata mantan Direktur Walhi Sumbar ini.
Peran organisasi profesi dan perusahaan pers, kata Rakhmadi, penting melakukan pendampingan korban kekerasan dan advokasi. “Dewan Pers dapat berperan melakukan koordinasi dengan penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah perlindungan korban dan memastikan penegak hukum memproses pelaku kekerasan,” kata Pj Direktur LBH Pers Padang.
Dalam pelatihan itu, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, Rino Zulyadi yang juga koordinator Koalisi Anti Kekerasan Wartawan (KWAK) Padang, dan seluruh peserta pelatihan, meminta aparat hukum menindak setiap pelaku kejahatan terhadap jurnalis untuk memberikan efek jera.
“Siapa pun yang menghalangi kerja wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik, adalah musuh masyarakat,” kata koresponden Trans TV ini. (***)
[ Red/Administrator ]
Harapan Realistis di Piala Sudirman
PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.
![]()
Kepada Yth Manager Pertamina unit pemasaran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.
Polda Geledah Tempat Hiburan
Lai sobok nan dicari Ndan..........................................?
Komitmen Kapolda Dipertanyakan
Tancap gas lah Pak...............!
Warga Ancam Tuntut PT AMP
Pajuangan taruih sampai dapek...........!