Rabu, 22 Mei 2013 - 12 Rajab 1434 H 05:36:38 WIB
BERITA DAERAH

Kota Bukittinggi

Rombongan SBY Dipakuak Rp 20 Juta

Pemko Segera Buat Perwako Tarif Makanan

Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Selasa, 05/03/2013 12:53 WIB • EDISON JANIS • 967 klik

Bukittinggi, Padek—Mahalnya harga makanan di Kota Bukittinggi, bukan saja dirasakan pengunjung luar daerah, tapi juga oleh orang nomor satu di Indonesia, yakni Presiden SBY yang datang ke Bukit­tinggi beberapa waktu lalu. Sebab, untuk makan beberapa orang saja di sebuah rumah makan nasi Kapau, rombongan SBY harus menge­luar­kan dana lebih Rp 20 juta.

 

Agar image negatif tersebut tidak semakin merusak citra Kota Bukit­tinggi, pemko setempat berencana membuat Peraturan Walikota (Per­wako) untuk “memaksa” pengusaha dan pemilik rumah makan, restoran dan warung-warung makanan mem­buat tarif makanan dan ditempelkan di dinding rumah makan, restoran dan warung-warung makanan di kota Bukittinggi.

 

”Pemko Bukittinggi segera akan membuat Perwako agar pengusaha dan pemilik rumah makan, restoran dan warung-warung makanan mem­buat tarif makanan dan ditempelkan di dinding rumah makan, restoran dan warung-warung makanan di­mak­sud,” tegas Wali Kota Bukit­tinggi Ismet Amzis melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPK&AD) Bukittinggi, H. Herry Rusli SH kepada Padang Ekspres, kemarin.

 

Sebelum membuat Perwako, menurut Herry Rusli, pihaknya sebelumnya telah melakukan so­sialisasi, imbauan dan melalui surat edaran (SE) agar pengusaha  rumah makan, restoran dan warung-wa­rung, membuat tarif makanan untuk ditempelkan di dinding rumah makan, restoran dan warung-wa­rung makanan di Kota Bukittinggi dengan harapan tidak ada yang merasa dirugikan.

 

Penyebab lainnya, selain mun­culnya keluhan masyarakat luar yang datang ke Kota Bukittinggi bahwa harga makanan siap saji di Kota Bukittinggi cukup mahal diban­dingkan luar Kota Bukittinggi, juga disebabkan rombongan Presiden SBY yang harus membayar lebih Rp 20 juta untuk makan beberapa orang di sebuah rumah makan nasi kapau. “Tapi, imbuan dan SE ter­sebut tidak pernah diindahkan hingga saat ini,” sesalnya.

 

Lalu bagaimana jika melalui Perwako tersebut, pemilik rumah makan, restoran dan warung-wa­rung tidak mengindahkan? Herry Rusli menegaskan, tentu ada sank­sinya, semisal izin rumah makan, restoran dan warung-warung di­maksud untuk ditinjau kembali.

 

”Mudah-mudahan dengan cara begitu (Perwako) semua rumah makan, restoran dan warung-wa­rung makanan di kota Bukittinggi mengindahkannya, dan masyarakat yang datang ke Bukittinggi pun tidak merasa mahal jika makan di sebuah rumah makan, restoran maupun warung-warung di Kota Bukittinggi,” jelasnya.

 

Kendati harga makanan di Kota Bukittinggi cukup mahal, namun hal tersebut tidak ber­banding lurus dengan pemasukan pemko melalui pajak restoran dan rumah makan, seperti yang telah diatur dalam Perda No. 8/2012 tentang pajak restoran dengan mewajibkan rumah makan, res­toran dan warung-warung mem­bayar pajak sebesar 10 persen dari harga makanan yang dijual. (*)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Harapan Realistis di Piala Sudirman

PEREBUTAN lambang supremasi bulu tangkis dunia beregu campuran, Piala Sudirman, mulai berlangsung Minggu (19/5) di Kuala Lumpur, Malaysia. Tim-tim unggulan dengan mudah melewati hadangan pertama dengan mengalahkan rival-rivalnya secara meyakinkan. Tiongkok yang berada di grup 1 A secara meyakinkan menggilas India dengan skor telak 5-0. Begitu juga Denmark yang menjadi unggulan di grup 1 D menundukkan Singapura 4-1.

Bikin Depo Gas di Padang

Karikatur: Ferdie

Kepada Yth Manager Pertamina unit pema­saran gas Sumbar, kami masyarakat sebagai pemakai gas elpiji untuk rumah tangga, café, retoran, hotel dan industri rumah tangga  mengusulkan kepada PT Pertamina unit pemasaran gas Sumbar untuk membuat DPG di Kota Padang (seperti DPO BBM yang telah ada di Bungus Teluk Kabung. Dimana selama ini para distributor gas elpiji mengisi gas di Pekanbaru/Dumai Riau yang membutuhkan cost yang mahal dan tinggi.

Selasa, 21 Mei 2013

Kesejahteraan Dokter Minim

Pi umumnyo dokter ko kayo ndak........?

 

Dana Bantuan tak Kunjung Turun

Juluak lah rami-rami .................................!

 

Lareh Sago Halaban Berjaya

Rakyaik lai sejahtera lo................................?